Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Ledekan Nenek


Ibu Sulis dan Tiara telah selesai memasak untuk makan malam.. namun mereka masih sibuk di dapur untuk plating..


"Wanggii... Jadi Laper"


"Risaaaa" Kata Tiara menoleh, lalu menghampiri Risa dan memeluknya


"Uuh kaka ipar, kenapa kamu ga berkabar ada disini, aku bisa pulang cepat tadi" Kata Risa


"Tidak, aku juga mendadak kesini karena kangen mama" ucap Tiara


"kangen mama? Apa kamu sudaaahhhhhhh?" Tanya Risa


Tiara mengangguk


"Aku sudah ingat" Kata Tiara dengan senyuman


"Ahh aku senang sekali.." Kata Risa memeluk Tiara erat


"aku juga senang Risa"


****


Di meja makan..


Tiara memilih duduk di samping Risa kala itu, namun harus berhadapan dengan Barry..


"Masakan kamu enak Ti" puji Risa mencoba capcay buatan Tiara


"Aku masak berdua mama Ris, aku juga masih belajar" ucap Tiara


"Mama cuma bantu iris wortel aja kok" kata Ibu Erna jujur


"Jadi tepat yaa mah Barry pilih Tiara" celetuk Barry


Ibu Erna mengangguk


"Engga tepat, banyak kurangnya" Kata Tiara


"aku lihat kamu sangat sempurna Ti.." Ucap Risa jujur


"aku kurang sexy Ris" Ucap Tiara pada Risa membuat Risa melongo, dan Barry tersedak.


Ibu erna hanya terkekeh melihat Tiara yang sedari tadi membahas wanita Sexy


"Kamu kalo pakai pakaian sexy juga terlihat sanggat menggoda... mau aku bantu cari baju itu?" Tanya Risa


"Jangan!!! Aku ga setuju kamu pamerin ke orang-orang" ucap Barry ketus


"Tapi kamu suka kan? Kamu menikmati kan? oh iya itu bukan diriku sih ya mana mungkin kamu menikmati" Kata Tiara membuat Barry menelan makanannya dengan sangat sulit


"Sayang aku bisa jelasin semua" ucap Barry namun Tiara hanya diam


"Sudah selesaikan makan kalian dulu" Ucap Ibu Erna


Risa tidak mengetahui apa yang terjadi, namun ia memilih diam...


****


Barry mengantarkan Tiara pulang, meski sebelumnya Ia kekeh ingin naik Taxi, namun saat Ibu Erna yang menyuruh Tiara agar menurut di antar Barry, Tiara pun luluh...


"Sayang ayolah, maafkan aku.. Aku janji yang tadi gak akan terulang lagi" Kata Barry yang sedari tadi mengemis agar Tiara tidak marah


"Aku baru belum pernah cemburu Barry, aku Baru merasakan rasa cemburu saat sama kamu...Bukan aku ga cinta sama Ka Adam tapi dia gak pernah kaya kamu tadi, dan ya memang kita juga jarang bersama, dan aku gak ada di keseharian dia secara langsung" Ucap Tiara dengan nada kesal


"Iya sayang, makanya aku minta maaf, aku faham, sangat faham..." Ucap Barry lirih.


"Jelaskan siapa wanita itu?"


"dia temanku, teman Fardhan juga.. lebih tepatnya dia satu angkatan dengan Faedhan dan dia sahabat fardhan, tapi karena kita main bareng antara temanku juga teman fardhan jadi dia serinig gabung..."


"Oh begitu.... Dia tinggal di Semarang?" Tanya Tiara


"Iya dia Arsitek sayang, dia tinggal di semarang sama orang tuanya, nah waktu SMA dia tinggal disini sama Tantenya dan bersekolah disini" kata Barry menjelaskan


"ohhh... hemm sebelumnya kita ketemu di Toilet restoran, aku bertabrakan sampai aku terbentur bibir pintu" Ucap Tiara Membuat Barry membulatkan matanya..


"Bukan dia yang salah, aku yang salah karena aku buru-buru" kata Tiara melanjutkan..


Barry mengangguk menegerti..


"Yaudah sayang, kamu jangan jutek lagi yaa, sumpah aku ga kuat" kata Barry lirih..


"iyaa"


"makasih sayang, Gimana kepala mu? masih nyeri?" Tanya Barry mengusap kepala Tiara dengan lembut


"enggak kok, udah ga nyeri..." Kata Tiara Jujur


*****


Barry diminta Ibu Sulis untuk masuk sebentar karena ada Nenek Tiara datang dari Solo guna menjenguk Tiara.


Nenek Tiara berusia 78 Tahun, namun Wajahnya terlihat masih sangat awet muda...


"Nenekkkk" Ucap Tiara sambil berlari kecil memeluk Nenek yang tengah duduk di sofa ruang keluarga


"uh anak nakal, Baru saja sembuh kamu malah pulang malam" Kata Nenek sambil mencubit hidung Tiara


"Maaf tadi aku kontrol terus aku mampir kee......" kata Tiara tertahan lalu ia melirik ke arah Barry


"Mampir ke rumah calon suami mu toh?" Kata Nenek tersenyum..


"Assalammualaikum Nek, maaf Tiara pulang kemalaman" Ucap Barry sambil mencium pungung tangan nenek


"waalaikumsalam, gapapa... Ayo sini duuk" Ajak nenek..


"Ibu tinggal sholat isya yaa" Kata Ibu Sulis bersnjak ke kamarnya..


lalu di beri anggukan...


"Nenek senang kamu sehat sekarang, hati nenek hancur saat liat kamu berbaring dengan banyak alat" ucap Nenek


"iya nek, Tiara Bersyukur Allah masih kasih kesempatan untuk Tiara" Ucap Tiara yang masih berada di pelukan Nenek


"Ini Barry kok ganteng yaa, kemaren jelek banget" Kata Nenek sambil menepuk paha Barry pelan


"kemarin kapan Nek?" Kata Tiara heran


"yoo kemarin, Waktu kamu sakit... dia yang nemenin kamu, ih jelek sekali.. Matanya sayu, kantung matanya hitam, rambutnya gondrong kaku, ih bukan type nenek banget deh" Kata Nenek yang memang terlihat modis itu..


"nenek jangan menjatuhkan harga diriku Nek" protes Barry


"ah kenapa Nenek ga foto, aku mau lihat" Kata Tiara meledek Barry padahl ia tau dari Video Daily Barry di Rumah Sakit..


"Aduh nenek pun lupa... kalo sekarang dia seperti itu tentu nenek akan melarang mu dekat dengan dia" Kata Nenek


"Nek jangan bilang gitu" Kata Barry lirih


Tiara dan nenek malah asyik tertawa


kayaknya hari ini adalah hari sial gue yah, semua orang asyik ngetawain gue!


Duh mimpi apa gue semalam!


kalo gak cinta udah gue cincang kau Ti...


Batin Barry...


"Tapi Nak .. kamu harus menghargai kesetiaan Barry ini" Ucap Nenek mengelus rambut Tiara


"Apalagi dia sangat mencintaimu meski kita semua Tau status mu bukan lagi seorang gadis" ucap Nenek


huh nenek ini, aku masih perawan Nek... Batin Tiara kesal


"Iya Nek,,, Tiara bersyukur kok atas semua ini"


" Lalu kapan kalian mau menikah?"


Deng!!


"Barry siap kapan aja nek. sekarang kalo bisa Barry siap" Celetuk Barry dengan penuh semangat


bugh!!


Nenek memukul Barry dengan Bantal sofa..


"Kau ini, sabarlah.. dasar Laki-laki" ucap Nenek kesal, semebtara Barry menggaruk kepalanya yang tak gatal, dan merasa Malu..


Tiara hanya terkekeh kala itu.. dua kali Barry terkena hantaman akibat ucapannya..


"nek.. Tiara mau melewati satu tahun setelah pernikahan Tiara.. Tiara akan malu sekali kalo menikah di tahun yang sama dengan pernikahan Tiara sebelumnya..."


Ucap Tiars mengenggam Tangan Nenek


"nenek setuju sayang, Itu artinya empat Bulan lagi buka ?" Tanya nenek


Tiara mengangguk, lalu tersenyum...


Barry juga tersenyum..


Ada sedikit lega di hatinya karena di terima baik oleh keluarga Tiara...


Karena Hari sudah malam, Barry pun pamit pulang agar Tiara juga dapat beristirahat...


******