
Setelah dua minggu Fardhan bekerja bagai kuda, lelahnya sungguh bertambah karena tak ada sekertaris yang memnatu mengatur segalanya.. Kesibukannya membuatnya kurang Tidur, telat makan, bahkan mengabaikan Syifa...
sSebelumnya tak pernah dalam sehari Fardhan Absen Bertukar kabar dengan Syifa via chating.. namun saat Ini sudah Tiga Hari Fardhan tak sama sekali menghubungi Syifa..
Syifa yang sudah terbiasa akan kehadiran Fardhan tentunya menbuat Gelisah hati Syifa..
Sebuah pulpen melayang tepat mendarat di pucuk kepala Syifa
"Awwweee" kata Syifa sambil mengusap kepalanya
"Apaan si lu bang" Kata Syifa kesal, siapalagi kalo bukan Anwar pelakunya
"Lo yang apaan! Kerja banyak ngelamunnya" Kata Anwar sebagai leader tentu kesal
"Maaf gue lagi ga enak badan" Kata syifs beralasan, yaa sebenarnya ia hanya mengalami susah tidur karena perasaanya tak tenang..
"cepet kerjain! anter email gue ke Pcara lu, sebelum dia ngamuk" kata Anwar
Syifa mengerutkan alisnya "pacar lu" tentu itu adalah Fardhan, Syifa sudah biasa mendengar celotehan itu dari mulut Anwar...
Tiga puluh menit rampung... Syifa dengan penuh rasa gugup berusaha menenangkan dirinya sendiri...
Syifa mengetuk pintu, saat di persilakan masuk Syifa segera masuk...
"Pak Maaf ini laporan pengeluaran proyek x" ucap Syifa menyodorkan map biru
"saya permisi"
ucap Syifa karena Fardhan cuek...
Fardhan baru tersadar saat Syifa pamit undur diri...
"maaf..." kata Fardhan
Syifa menahan langkahnya... menoleh ke arah Barry yang mengatakan maaf
"untuk?" Tanya Syifa bingung
Fardhan berjalan beberapa langkah agar tepat berada di depan Syifa..
Fardhan memeluk Syifa erat
"Maaf beberapa hari ini mengabaikan mu...Maaf tak ada waktu untuk mu... Aku lelah, aku sangat Lelah" ucap Fardhan sambil merebahkan kepalanya di bahu Syifa...
nyaman....
Apa Fardhan juga merasakan apa yang aku rasakan? apa Fardhan juga merasa kehilangan saat kita ga bertegur sapa....
Batin Syifa
"Pak Maaf..." Kata Syifa berusaha melonggarkan melongarkan pelukan itu
"Biarkan seperti ini sayang... aku rindu"
deg
deg
deg
deg
what??? Sayang??? yaa Tuhan ini apa sih.. kenapa jadi begini sii...
Syifa sangat gugup kala itu... Perasaanya sangat gugup namun disisi lain ia merasa senang dengan panggilam sayang yang Fardhan ucapkan...
"Aku Sayang kamu Syif, Jadilah pengisi hati ini" Lanjut Fardhan yang masih dalam posisi memeluk Syifa
Tuhan, serangan macam apa ini... aku mau pingsan saja Rasanya..
"Jangan tanya sejak kapan aku punya rasa menyayangi bahkan mencintai, aku gak tau kapan hati ini mulai merasa nyaman... Tapi aku yakin akan rasa ini Syif" Lanjut Fardhan kembali membuat Syifa semakin melemaskan Tubuhnya
"Aku rasa, ini bukan Timing yang tepat aku meminta kamu menjadi kekasihku, Tapi aku memnita kamu menjadi Isteriku.. menjadi Ibu dari anak-anak kita kelak" Lanjut Fardhan
Tuhan apa ini sebuah lamaran ...
ah kenapa sesak sekali ini, debar jantung ini serasa semakin kencang... kenapa Tubuhku juga semakin lemas...
Dari Tadi Syifa hanya diam, diam membisu dan tak mampu mengatakan apapun... jantungnya berpacu sangat kencang, tubuhnya serasa sangat lemas kala itu...
Fardhan masih memeluk erat Syifa namun semakin lama semakin berat rasanya memeluk syifa...
"Syifaaaaaa" panggil Fardhan lembut
"Ifaaaaaa" sabung Fardhan sambil melepaskan Tubuh Syifa sedikit menjauh..
BRAAAKKKK
tubuh Syifa hampir terjatuh, Syifa pingsan secara mendadak...
"Syifaaa kamu kenapa?" Kata Fardhan melihat mata syifa yang sudah terpejam
lalu menggendongnya ke arah sofa
"Yaa Tuhan, apa dia kena serangan jantung?"
Kata Fardhan menatap wajah Syifa
"Argghhh Bodoh.!!! harusnya ga secepat ini" kata Fardhan berdecak kesal pada dirinya sendiri...
*********
Fardhan bersama satu CS perempuan masih berada di ruangan itu...
CS perempuan itu terlihat tengah menunggu Syifa di sampingnya sambil sesekali memakaikan minyak angin ke arah hidungnya..
Sementara Fardhan sibuk dengan pekerjaanya, meskipun disisi lain hati dan pikirannya tertuju ke Syifa
"Aduhhh" Kata Syifs memegang kepalanya yabg terasa pusing
"Mbak.. Mbak Syifa udah sadar yaaa" kata seorang Cleaning serrvice tersebut...
"heuh" ucap syifaa
"Minum dulu mba" kata Cs tersebut memberikan secangkir teh hangat
Fardhan yang menyadari kesadaran Syifa segera menghampirinya memberi kode pula pada CS agar segera pergi dari ruangan Tersebut...
Sesaat setelah Syifs meminum teh hangat itu, Cs pamit membawa cangkir kosong tersebut...
Fardhan mendekat ke arah Syifa, membuat syifa sedikit takut, dan jantungnya kembali berdebar dengan cepat
"pusing?" Tanya Fardhan yang duduk di samping syifa
"Dikit... maaf ya merepotkan" Ucap Syifa tertunduk
"aku yang minta maaf.. nanti pulang aku antar, kamu istirahat dulu yaa disini"
"aku ke ruangan aja ya" ucap Syifa merasa grogi
Fardhan meraih jemari syifa...
"Maaf mungkin ucapanku tadi terlalu mendadak, tapi itu juga spontan aku ucapkan, rasanya udah ga sanggup nahan" Ucap Fardhan sambil menatap Syifa
"hah?" Ucap Syifa masih tak tau harus berkata apa
"aku si berharap kamu bisa jawab sekarang" ucap Fardhan
"What? jawab apa" kata Syifa bingung lalu menarik tangannya
"hemm, baik akan aku ulang" Ucap Fardhan membuat Syifa membulatkan matanya, badannya mulai bergetar pelan
"Aku mau kita menjalani hubungan yang serius, aku mau ini bukan untuk main-main... aku mau kamu jadi isteri aku Syifa Fauziah" Ucap Fardhan menatap Syifa
yaa Tuhan apa ini nyata? bahkan dengan lantang dia mengucapkannya lagi... aku harus bagaimana Tuhan... Isteri? ah apa sejauh itu? Apa ayah bunda setuju? ahh kenapa jadi sejauh ini... manusia ini berhasil buat aku mati kutu.... - Batin Syifa
Kenapa dia hanya diam.. apa perasaan ini cuma gue aja yang ngerasain...
ahh ini mulut emang gak bisa di rem! Harusnya gue lamar dia kalo dia udah jadi pacar, ini jadi pacar belom tentu di terima pake minta jadi bini gue... kalo sampe gue di tolak, ini akan menjadi pemecah rekor gue selama hidup di tolak perempuan... - Batin Syifa
"Pak Fardhan... " ucap Syifa lirih
"Fardhan gak usah pake pa!" celetuk Fardhan
"hemm iya Fardhannnnnnn" kata Syifa kesal
"iyaaaa, jadi gimana sayang?"
Syifa kembali membulatkan matanya..
"Hemm apa tadi kamu melamar aku?" Tanya Syofa
Fardhan mengangguk..
"kenapa malah bikin aku jantungan, kenapa ga romantis" ucap Syifa dengan memajukan bibirnya
Fardhan tertawa melihat ekspresi Syifa
"Hahaha, kan aku bilang,,, kayaknya perasaan ini gak bisa di tahan lagi..." ucap Fardhan
"Kalo kamu gimama? jujur lah, kita sudah dewasa"
"hemm sebenarnya, aku gatau ini apa.. kamu gak ada kabar ku gelisah, kamu ngobrol sama klien perempuan rasanya aku kepo, ada di samping kamu aku nyaman" Ucap syifa jujur
"lantas? Kamu mau nerima aku?" Ucap Fardhan
Syifa berfikir sejenak, lalu menganggukan kepalanya...
"Saat ini aku akan ikuti kata hati aku......., menerima kamu dan mencoba memahami kamu, Aku mau kok menjalani komitmen ini..." Ucap Syifa dengan penuh perjuangan menghilangkan rasa grogi dan malunya..
Fardhan segera memeluk Syifa dengan sangat erat...
"Makasih sayang... Love you!" ucap Fardhan dalam pelukan itu
"Love you too" kata Syifa yanf masih menikmati pelukan hangat nan nyaman itu....
***************
Cukup yaa Hari ini Empat Eps!
kurang baik apeeeeeeeee cobaa hamba ini... hehehehe
Lalu, mana kebaikanmu? hehehe
oh iya.... Biar gak bosen Full Fardhan dan Syifa yaa di Eps ini... hehehe
semoga sukak... 😘😇