
Mata Risa membulat, kakinya bergetar jantungnya ikut berdebar mendengar pernyataan Reza soal kesalahannya terbesarnya dalam hidup..
Bukan tanpa alasan Reza menghilang tanpa kabar, ia hanya merasa tak pantas untuk Risa yang begitu perfect di mata Reza..
Risa memang anak manja, selalu di manjakan kedua orang tuanya dan kedua kakaknya, namun dalam banyak hal sikap dewasanya akan menonjol dari beberapa orang dewasa di sekelilingnya...
"Kita bisa perbaiki semua, kamu gaperlu membuka luka yang pedih itu lagi, terkadang kita harus jatuh untuk terbang lebih tinggi, yang salah itu jika kita jatuh ke lubang yang sama" kata Risa sambil menggenggam tangan Reza di atas meja makan
Reza tersenyum bahagia, ketenangan dalam dirinya saat bersama Risa...
"Besok aku harus ke Malaysia, aku harus kerja sama papa, kamu gamau kan punya calon suami pengangguran" kata Reza meledek
What dia bilang calon suami? aaaaa Mau yaa Allah mau mau mauuuuuu!!! Batin Risa kegirangan
"iyaa, tapi jangan ilang-ilangan kaya kemarin, terus kecilin perut kamu, masa buncit gitu" ledek Risa sambil tertawa kecil
"efek lockdown sayang, makan tidur Mulu kerjaanya" kata Reza beralasan
"Olahraga makanya" kata Risa
"oh iya, kamu selamanya di Sana?" kata Risa
"Gak tau, aku harus belajar dulu sama papa, aku buta soal bisnis, kenapa? mau aku nikahin buru-buru ya?
Maaaauuu Yaa Allah Mauuuu -Batin Risa
pipi Risa memerah, ia benar-benar tersipu malu..
"Gak usah buru-buru, baru juga sepekan kak Fardhan nikah" kata Risa beralasan
Dasar kau Risa, gengsi aja di gedein- Batin Risa
"besok aku Anter ke bandara ya, flight jam brp?"
"Jam 2 siang...Kita Lunch di bandara aja yaa" kata Reza seolah ingin berlama-lama dengan Risa
Risa mengangguk bahagia...
*****
PUKUL 18.40 DI KEDIAMAN ATMAJA..
"Ngapa lu pin? diem aja lu kaya ayam ketelen karet" ledek Roy usai mereka melaksanakan Sholat berjamaah...
Kevin hanya diam.. ia memikirkan Risa sebenarnya yang belum tiba dirumah, sementara Risa yang semula ingin pulang malah pergi bersama Reza untuk menonton bioskop, yaa bagi mereka itu kencan pertama mereka...
"heh gue siram air lu" Kata Fardhan yang memang sudah tiba dari bulan madunya
"Apaan si lu pada" kata Kevin frustasi
"wah bener yaa, kaya Ayam ketelen karet..."kata Roy
"lu ada masalah pin?"Tanya Barry
Masalah hati Ama adek luuu!! Batin Kevin
Kevin hanya menggeleng..
"gua laper, jadi ga si bakar iga nya" kata Kevin beralasan
"nah kan, lu laper ngomong jangan diem aja, emang gue bisa komunikasi Ama batin lu" kata Roy dengan konyolnya
"yaudah yu kebelakang, udah di siapin" ajak Barry sambil berjalan ke arah halaman belakang..
Mereka memang merencanakan Acara BBQ pada malam itu mengingat besok adalah tanggal merah, dan mereka semua libur..
"eh si Kepin kenapa si?" tanya Fardhan yang mendapati sahabatnya tengah merebahkan diri di atas saung besar di halaman belakang
"Gatau, kesambet kali" timpal Roy
"sembarangan lu!! jangan-jangan masalah kerjaan lagi?" timpal Barry
"bukan! setau gue dia malah abis menang proyek besar kok" sahut Roy
"ehhhhhh!!!"
"Sakit kambing!!!" sahut Barry yang mendapat tabokan dari Roy
"reflek gue... serius nii serius... gue rasa Kepin patah hati dah" timpal Roy sedikit berbisik ke arah kedua sahabatnya
"patah hati gimana? Ama siapa?" Tanya Fardhan
"Ama Ade lu" kata Roy kembali mendekat ke arah keduanya
"Tadi pagi dia telfon gue, dia bilang dia mau lamar Ade lu , tapi gue kira bercanda" kata Roy
Barry dan Fardhan saling menatap
"jangan asal lu ngomong, gue cemplungin lu!" kata Barry
"serius gue barr"
"Tapi Kevin ga ngomong apa-apa ke gue!" kata Barry
"Iya harusnya dia ngmg dong ke kita" timpal Fardhan
"dia mau ke Ade lu dulu kali, lagian kaya bisul mau pecah si tuh anak, lu baru juga nikah baru ena ena eh dia mau nikahin Ade lu, kan latah nama nya kalo gitu" kata Roy
"Antara Latah sama mupeng si" Tambah Roy terkekeh
Barry dan Fardhan hanya diam tidak menimpali...
"Risa juga belum pulang, coba gue telfon diamana dia" kata Barry mengeluarkan ponselnya
Dua tiga kali ia mencoba menghubungi adiknya namun tidak ada jawaban sama sekali...
"gak di jawab! Apa dia juga galau?" kata Barry
Fardhan meraih ponselnya dari saku, ia membuka aplikasi chatnya mengirim pesan chat di sebuah grup yang isinya hanya dirinya, Risa dan Barry...
Adek dimana? Kaka udah dirumah. kangen nii❤️
Lima belas menit kemudian
Adek lagi nonton, ini baru keluar dan mau pulang... adek juga kangen! jangan tidur dulu yaa satu sampai satu setengah jam lagi sampe rumah....😍❤️
Risa membalas pesan itu di grup...
Nonton sama siapa Ris? makan malam dirumah aja , kita lagi BBQ-an - Barry menimpali
Okee see you kaka-kakaku 😍❤️😘
Risa memilih tidak membalas chat Barry yang menanyakan ia nonton dengan siapa, menurutnya ini belum saatnya kedua kakaknya tau..
"Roy Ade gue ga galau kayaknya, dia lagi nonton malahan" kata Barry
"Ade lu ga galau, noh dia yang galau, liat dah sedotan aja di gigitin" kata Roy sambil menaik turun kan bahunya merasa jijik...
"tenang-tenang, kalo dia gila RSj pasti mau nampung dia kok" tambah Roy
"gila lu yaa, elu yang gue cemplungin kesana! mau lu hah?" Ancam Fardhan
"ehh ngegas aje penganten Baru, belom jebol ape" kata Roy santai
"cih! kepo lu" timpal Fardhan membuat Roy terkekeh...
Barry terus memikirkan adiknya dan sahabatnya kala itu... Seolah apa yang ia takutkan akan menjadi kenyataan, pasalnya Kevin memang benar-benar memakai hati mendekati Risa meski Risa sudah dari awal sangat cuek pada Kevin...
******
**next, apakah yang terjadi wkwk?
Like dulu
komen dulu
Baru deh Vote dan kasih aku ⭐ lima yaa atas kerajinanku up wkwkwk 😍😆🙏**