
Terlepas dari Barry dan Tiara, di dalam waktu yang sama, Syifa pulang kerumahnya di antar oleh Fardhan yang memang sengaja membiarkan Barry dan Tiara bersama... Entah apa yang ada di pikiran Fardhan kala itu, namun tidak terbesit sedikitpun niatan lain terhadap Syifa selain ingin membiarkan Barry dan Tiara pulang bersama...
Begitupun dengan Syifa yang hanya menggap itu memang hanya sebuah ajakan seorang teman, mengingat hari sudah sangat larut dan akan berbahaya bukan jika seorang anak gadis naik kendaraan umum sendiri....
"maaf naik motor, saya ga terpikir bakal nebengin cewek pulang" kata Fardhan pada Syifa yang sedang memakai jaket milik Andin
"saya ga minta nebeng, saya juga bisa naik taxi" kata Syifa yang meenghentikan kegitannya memasang sleting jaket itu..
fardhan terkekeh kecil...
"sudah malam, meskipun dingin saya lebih tenang kamu pulang sama saya, dari pada naik Taxi" kata Fardhan sambil memakai helm
"hem terserahlah" kata Syifa yang sudah malas berdebat..
"muat kan Syif" teriak Andin dari teras Rumahnya
"muat lah Mba" kata Syifa membuat Fardhan terkekeh
badan ga terlalu besar bahkan ga bisa di bilang Ge*ut tapi PiPinya gembil, sungguh menggemaskan, seperti anak kecil saja...
Batin Fardhan sambil memandangi Syifa mengenakan Helm milik Andin yang ia pinjam...
Fardhan melajukan motor besarnya dengan kecepatan agak tinggi, mengingat jalan cukup lengang meski kala itu Malam minggu..
Angin berhembus sangat kencang malam itu, semoga tidak turun hujan, begitu kiranya doa para pasangan yang tengah menikmati Malam minggu ini....
"pelan-pelan, saya takut terbang pak" Celetuk Syifa kemudian Fardhan mengurangi kecepatan itu..
"badan besar gitu mana bisa terbang tertiup angin" Ledek Fardhan sambul membuka kaca Helm full Face nya
"maksud bapak saya gen*ut? pak itu namanya bodyshaming pak! bapak bisa saya tuntut" kata Syifa kesal
Fardhan hanya tertawa mendengar ocehan Syifa...
"Malah tertawa, menyebalkan sekali" kata Syifa pelan namun dapat dindengar Fardhan...
"aapa aku gendut? apa dia buta, bahkan aku masih memakai baju ukuran M kenapa dia bilang aku besar? apa ada kaca pembesar di pupil matanya?" Kata Syifa yang tak henti menggerutu seolah tidak terima akan ucapan Fardhan tadi..
mendengar Syifa menggerutu namun tak jelas tertangkap oleh telinga Fardhan, ia ber inisiatif mengerjai Syifaa..
Ngeeengggg
Fardhan Tiba-tiba menarik putaran Gas motornya, membuat Syifa kaget dan terhuyung kebelakang, lalu Fardhan mengerem mendadak meski tak sampai motor terhenti, Sontak membuat Tubuh Syifa kembali terhuyung maju hingga menempel bahkan seolah mendorong Fardhan..
"pak!!! apa bapak Gila!! berhenti!!! Kata Syifa dengan berani membentak Fardhan karena kesal
Fardhan kembali menarik Gasnya, membuat Syifa kaget kan menarik jaket Fardhan...
"pegangan, aku ngebut soalnya kebelet mau p*p, tadi saja aku sudah buang gas sedikit... Maaf yaa" kata Fardan sambil membuka Penutup kaca Helmnya
"APAAAAA??" syifa kaget setengah mati akan ucapan Fardhan, bahkan ia merasa jijik karena Fardhan baru saja Mengeluarkan gas beracun itu tepat di hadapan Syifa
Fardan tertawa dengan kencang, hingga ia mengurangi kecepatannya..
"tak tercium ya? itu karena Gas yang aku keluarkan sudah di olah dengan rempah berkualitas hingga aromanya harum" kata Fardhan tertawa kegirangan
Syifa semakin merasa Jijik, bahkan membayangkan nya saja ia tak sanggup...
spontan Syifa mencubit pingang Fardhan
"Bos kurang ajar"
"Rasain..." celetuk Syifa yang sudah sangat kesal..
"baiklah, ini atas permintaan mu Nona" Kata Fardhan kemudian bersiap mengoper gigi lalu menarik gas motornya dengan kecepatan super kencang, membuat Syofa takut dan dengan Reflek ia memeluk Fardhan sambil memjamkan matanya...
aahh kenapa nyaman sekali- Batin Syifa
loh kenapa jadi berdebar gini jantung gue di peluk Syifa.. - Batin Fardhan yang tetap melajukan motornya dengan cepat..
Dua Puluh Menit kemudian..
"makasih Pak, maaf gak bisa ngajak mampir, udah tengah malam, bapak kalo masih kebelet mampir aja ke Pom Bensin 24 jam" kata Syifa sopan dengan sedikit rasa jijik menatap Fardan
"oh gapapa kok udah gak mules lagi, tadi cuma kontraksi aja yang keluar angin" kata Fardhan terkekeh
"Yaudah yaa saya pulang" kataFardhan yang sudah bersiap melajukan Motornya..
"eh pak, maaf tadi saya ga sengaja peluk bapak.. saya mohon maaf" kata Syifa yang merasa malu karena memeluk Fardhan
" gapapa kok, saya tau kamu modus" kata Fardhan dengan gaya bicara menggoda
"what? apa bapak gila?! mana mungkin saya modus sama atasan sendiri, kalo bapak ga nge gas kenceng mana mungkin saya ketakutan dsn meluk bapak, bapak jangan bicara sembarangan, saya bukan Wanita sembarangan yang bisa Bapak katain macem-macem, jangan mentang-mentang bapak atasan saya yaa" ucap Syifa nyerocos PNjang Kali lebar, membuat Nafasnya juga jadi tak beraturan
"udah ngoceh nya??. kamu tuh jadi perempuan cerewet banget yaa, heran saya tuh, makan apa si kamu bisa ngomong panjang gak berujung itu?! ha?" kata Fardhan yang pusing mendengar ucapan Syifa .
seketika Syifa menutup bibirnya menyadari sikapnya barusan agak sedikit berlebihan mengingat Fardhan adalah atasannya..
"maaf pak, kalo gitu silakan pulang.." kata Syifa tertunduk
"ngusir?" kata Fardhan
"eh engga pak, tapi udah malem gini kan saya bilang saya gak bisa ngajak bapak masuk" kata Syifa kesal
"oh baiklah, besok saya mampir kalo gitu" kata Fardhan meedek Syifa
"ehh ngapain?" kata Syifa kaget
"numpang Pup" kata Fardhan menggoda Syifa sontak Syifa membulatkan matanya mendengar ucapan Fardhan yang sedari tadi membahas hal paling menjijikan bagi Syifa..
"pak maaf saya masuk, makasih" kata Syifa berjalan meninggalkan Fardhan masuk kedalam rumahnya
aah sungguh menggemaskan anak itu..
batin Fardhan
Yang modus tuh dia bukan gue, bisa-bisanya dia bilang mau kesini besok sekedar untuk buang hajat! emang dia pikir rumah gue toilet umum? apa di rumahnya gak ada Toilet sampe dia bilang gitu.. Sangking aja dia atasan gue, kalo dia bawahan gue hemm, abis gue maki-maki...
Syifa masuk kerumahnya dengan hati kesal, batinnya tak henti ngendumel kesal atas sikap Fardhan yang tak henti membicarakan hal menjijikan baginya....
********
Hay teman-teman...
Terimaksih sudah meluangkan Waktu untuk membaca novelku yang Ke - Dua ini..
Semoga suka yaa... aku harap kalian juga bisa kasih dukungan Novel ini, komentar, like, vote serta bisa juga kalian rekomendasiin buat yang masih WFH hehheheee....
Mohon maaf masih banyak kekurangan, Masih banyak Typo, masih banyak kalimat Rancu, masih ada tanda baca yang salah... semoga Komen dan semangat kalian bisa membantu 😀🙏🙏🙏
Sehat selalu dan Happy Reading 😍😘