Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS 2 - Pelukan


"Bar, gue beli unit di perumahan Lo dong, gue ambil unit di samping Kevin" kata Roy membuka suara


"HAAAHHH???????" kata Barry syok


"Kehidupan gue kayaknya terancam ga tenang" kata Barry sambil menggelengkan kepalanya


"Udeh ga sehat ye Lo, emang gue pencipta huru hara hara?" kata Roy kesal


"Lo mending bar di depannya, gue di samping nya... bisa denger suara yes no yes no gue tiap hari" kata Kevin meledek


"eh enggak yaa, gue pasang peredam suara entar, takut banget si Lo padaan" kata Roy merasa kesal


"Fardhan doang ya ya mental jauh banget" kata kevin membuat Fardhan menoleh serius


"gue bingung, kalo gue jauh dari kalian gue kasian sama bini dan anak gue , jauh dari keluarga , jauh dari temen" kata Fardhan meluapkan kekhawatirannya


"gue mikir kejadian kemaren, takut kalo bini anak gue cuma sama pekerja rumah.."


sambungnya


"yaudah Dhan, CEO mah bebas mau Dateng jam berapa.. Lo pinter-pinter aja bagi waktu sama Sekertaris Lo, ga pake jadwal pagi, gak pake jadwal terlalu sore buat meeting.. namanya kerja pasti ada sibuknya.." kata Kevin memberi saran


"Tapi gila aja gue perjalanan doang satu jam dua puluh menit.. itu kalo lancar" kata Fardhan memikirkan jarak tempuh yang tidak dekat


"gue udah beli dua unit buat Lo, Lo mau pake atau untuk invest itu terserah Lo Sama Syifa" kata Barry membuat Fardhan tercengang


"buat gue?" kata Fardhan bingung


"ko Lo ga bilang?" tanya Fardhan


"itu hadiah dari gue, semoga Lo suka.. unitnya persis di samping gue yang artinya Lo persis berhadapan dengan si kunyuk ini" kata Barry menujuk Roy


"jual aja jual, males gue" kata Fardhan tertawa meledek Roy


"Tuh dia gatau diri, udah di kasih rumah sama Abang, segala mau di jual... malu-maluin Lo" kata Roy menimpali


"ciyeh kesel, penganten kesel" ledek Kevin mencolek dagu Roy


"ih jijay" kata Roy menepak tangan Kevin


"Tapi barr, apa rumah itu ga berlebihan? dua unit kan harganya berarti hemm" kata Fardhan merasa tak enak


"Yaelah kecil itu mah buat Barry.. buat Lo juga kecil, Lo aja kebangetan hemat" ledek Roy membuat Fardhan melempar sendok ke arah Roy


"elo tuh jajanin Sarah cilok Mulu" ledek Fardhan


"cilok pale luuu, setik gue mah" kata Roy terkekeh


"steak? keselo lidah lu woy" ledek Kevin mengundang gelak tawa ke empat sekawan itu...


Fardhan benar-benar harus memikirkan banyak hal tentang kepindahannya untuk memimpin perushaan peninggalan orang tuanya yang sejak lama di handle oleh ibu Erna..


Namun karena jarak cukup jauh membuat Fardhan berat hati harus menghabiskan waktu sedikit lama di jalan... namun jika ia tinggal.dekat dengan kantornya tentu takut membuat Syifa merasa kesepian...


Fardhan memang harus berbicara panjang dan serius dengan isterinya, biar bagaimanapun Syifa harus ikut andil dalam mengambil keputusan...


***


Barry terlihat masih terlelap dalam tidurnya, karena kegiatan plus plus selepas sholat subuh membuat Barry masih terlelap di balik selimutnya..


Tiara pun memiliki cara tersendiri...


Tiara meletakkan Alesha di atas tempat tidurnya..


Alesha yang sudah berusia delapan bulan, sudah mampu merangkak dan merembetpun dengan cepat menghampiri Barry..


"aaaaaaa"


"naa..naaa naaaa"


celotehan Alesha


"hemmmmmmhhhhh" Barry mulai menggeliat merasakan keberadaan anaknya


"morning anak cantik papi" kata Barry melihat anaknya yang tengah mengigit jemarinya kegirangan


"udah siang papi, gak ada morning jam setengah sebelas" celetuk Tiara sambil menyisir rambutnya


"Hehe, kamu juga baru mandi sayang?" tanya barry


"Udah dari tadi mas, tadi nyiapin buah Alesha di bawah" kata Tiara jujur


"kamu mau makan apa, ayo mandi" kata Tiara kemudian duduk di atas kasur


Barry malah asyik berpelukan bersama buah hatinya...


"makan di luar aja yuk.." ajak barry


"Loh ibu sama ayah kan mau kesini mas" kata Tiara


"Astagfirullahaladzim, iya mas lupa.. yaudah mas mau susu aja deh, biar jam makan siang ga terlalu kenyang" kata Barry sambil menduduki Alexa di atas perutnya


"Yaudah, sini Al sama mami, biar papi mandi" kata Tiara membentangkan tangannya


"mami aja yang sini" ledek Barry membuat Tiara mendekat dan Cups! Barry mengecup pipi isterinya


"mami peluk dongg, ciummm" kata Barry manja seolah tak ada puasnya bermanja ria dengan isterinya


"gamau, belum mandi yaa All, papi asem" ledek Tiara seolah Al mengerti pembicaraannya


"yakin papi asem" kata Barry mendekati isterinya, memeluk cepat isterinya yang tengah menggendong Al


"Masssss ihh" kata Tiara


"Bentar aja, mau peluk kalian gini" kata Barry kemudian meletakan kepalanya di bahu belakang Tiara


"I love you sayang" bisik Barry pelan di telinga Tiara..


Tiara tersenyum malu..


"I love you too suamiku" balas Tiara membuat Barry semakin mengencangkan pelukannya...


****