Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Lebih Sayang Menantu


"bii.. saya malu, bibi aja ya yang bilang makan siangnya sudah siap" kata Tiara..


sebelumnya juga bibi yang mengantar minuman juga Snack yang sudah Tiara pesan.. ada rasa malu pada Tiara, dulu ia hanya karyawan biasa dan sekarang dia adalah isteri bos besar....


"Oh iya baik non..." kata Bibi sambil beranjak menuju ruang keluarga


Tak lama Barry lebih dulu menuju ruang makan...


"kamu ikut makan bareng sayang" kata Barry pada isterinya


"malu ah"


"ini perintah suami, ga bagus di bantah sayang..." kata Barry mencolek hidung isterinya


Kemudian di belakang Barry telah berdatangan para karyawannya


"Mari silakan" Kata Barry mempersilakan


"Silakan, seadanya yaah" Kata Tiara merendah


"Ah ibu peri, ini aroma nya aja udah lebih dari seadanya" kata Pras berpenampilan Maco namun terkadang memang sikap kewanitaannya muncul begitu saja


"Bisa aja" kata Tiara tersipu


Aldo tak henti memperhatikan Tiara, Tiara menyadari itu namun ia berusaha sebisa mungkin untuk mengalihkan pandanganya..


Tiara lebih dulu memulai mengambilkan makanan ke piring suaminya juga Ke piringnya..


"Mari silakan, Pak Rus silakan pak" kata Fardhan karena tidak ada pergerakan dari karyawannya


aku baru tau kalo Presdir sama Pak Fardhan itu adik kakak...


pertunangan wakil Presdir sama Syifa aja bikin gue syok, sekarang nambah lagi kejutan ini...


Yaa Allah Tiara, andai dulu gue beraniin diri buat deketin dia saat terpuruk di tinggal suaminya... hemm


Semakin cantik---


"heh ayo makan, jangan malu-malu" kata Anwar menyenggol siku Aldo


"ah iya bang..."


semoga mas Barry ga curiga sama Aldo yang dari tadi merhatiin aku terus... bisa gak bisa jalan aku besok... Batin Tiara sambil menyuapkan nasi ke mulutnya..


Saat Tiara sudah selesai makan Suara orang membuka pintu sedikit gaduh....


"aku lihat sebentar" kata Tiara beranjak dan menuju pinttlu utama hingga dirinya tak nampak lagi di area meja makan..


"Mamaa... Yaampun mau, banyak banget belanjaannya" kata Tiara melihat banyak sekali paper bag.. ia mencoba membantu mertuanya itu...


"Iyaaaa ini buat kalian juga sekalian"


kata Ibu Erna entah menujuk paperbag yang mana..


"Bantu mama bawa ke kamar yu" Tambah Ibu Erna


"mah ada karyawan kantor lagi lunch mah, mereka abis meeting tadi"


Tak lama Beberapa karyawan telah selsai makan dan kembali menuju ruang keluarga...


mereka pun berpapasan...


"Nyonya Besar" kata Pak Rusdi


"hei Rus... apa kabar?" kata Ibu Erna ramah


"baik Allhamdulillah... "


"Siang Nyonya" sapa Sarah


"selamat siang Nyonya" sahut Anwar..


"iya siang , sudah pada makan ini???" tanya nya


"Udah Nyonya" sahut pak Rusdi


"Baik kalo begitu lanjut aja ya saya masuk dulu" kata Ibu Erna di ikuti oleh Tiara yang membungkukkan tubuhnya sedikit..


"itu nyonya luar biasa banget belanjaannya" bisik Pras pada Sarah


"jaga mulut mu..." timpal Sarah ...


****


"mama ga salah belanja sebanyak ini mah?" Tanya Tiara keheranan


"enggak sayang, tadi mama gak jadi arisan yaudah ke mall aja, dari mall baru buka" Kata Ibu Erna cengengesan


"Nah ini buat kamu"


"ini Risa"


"ini Syifa"


kata Ibu Erna dengan hafalannya


"Barry dan Fardhan???" Tanya Ibu Erna


"ah biarin mereka beli sendiri aja" kata Ibu Erna terkekeh


"mama inih, mereka anak mama loh mah"


"iyaa tapi mama jadi lebih sayang kalian dari pada mereka masa" kata Ibu Erna terkekeh


"hus ga boleh gitu ah mah, mama udah packing untuk berangkat nanti sore?"


"sudah sayang, kamu udah belum? mau mama bantu?


"udah kok mah" kata Tiara tersenyum...


Terimakasih yaa Allah Engkau hadirkan wanita ini, wanita yang melahirkan suami yang menyayangi ku, dan ia juga tak kalah menyayangiku....