Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Calon Mertua


"Ayah.... ibuu" teriak Tiara sambil berlari kecil menghampiri Ayah dan Ibunya, dengan manjanya ia memeluk Ibu dan Ayahnya secara bergantian..


Anak Manis...


batin Barry yang berjalan sedikit santai...


Pak Racham memicingkan matanya, menutaf memorry otaknya saat menatap wajah Barry..


"Loh, Nak Barry ya?" kata Pak Rachman saat Barry menghampiri lalu mencium tangan kedua Orang tua Tiara


"iya Om...Saya Barry" Kata Barry dengan sopan...


"loh kok jadi ngajak Barry, kita jadi merepotkan Nak Barry deh" kata Ibu Sulis yang merasa tak enak,


"Tadi kita memang meeting dekat sini jadi sekalian aja Yah, Buuu" kata Tiara ber alasan..


Putri nakal!!!! sudah ku duga... Kamu tidak bisa berbohong sama ayah.. Kalo kamu niat jemput kami sendiri pasti kamu bawa mobil ke kantor, ini malah dari rumah gak bawa mobil, pasti kalian sudah janjian... Anak muda... Jika ini awal kebahagiaan maka aku juga akan sangat berbahagia....


"Ayah ibu, ayok.." kata Tiara sambil meraih koper dari tangan Ibu nya


"eh ayoook" kata pak Rachman yang sempat mengaburkan pikirannya ke dalam lamunan nya...


"ini biar aku yang bawa" kata Barry meraih handle koper...


Tiara Hanya tersenyum memberikan koper tersebut...


Pak Rachman dan Ibu Sulis saling menatap bahagia bisa melihat Tiara kembali Terseyum...


****


"Bagaimana kondisi Om sekarang?" Tanya Barry memecah keheningan saat berada di mobil


"Baik banget, sehat... Cuma dua perempuan di belakang selalu ribet membuat peraturan" kata Pak Rachman terkekeh


"itu tandanya Kita Sangat menyayangi Ayah.. Hmm" celetuk Tiara


"Ayahmu sangat keras kepala Ti... Ibu suruh makan bubur, Ayah malah meminta Nasi padang" kata Ibu Sulis sambil menghela Nafas nya


"Astaga Ayah... Ayah benar-benar nakal! harusnya Ayah tau kalo Typus itu gak boleh makan pedas!" Kata Tiara kesal


"haha ayah sungguh merindukan Nasi padang sayang" kata Pak Rachman terkekeh


Barry hanya terkekeh mendengar celotehan keluarga kecil itu..


"ini kita mampir makan malam dulu yaa,, atau om mau take away aja biar bisa istirahat dirumah?" Tanya Barry tanpa rasa cangung


"Di resto aja lah, Ayah juga butuh suasana Baru tau.."kata Pak Rachman kala itu


"Jadi kita makan dimana?" Tanya Barry kemudian


"Warung Seafood" Ucap ketiganya membuat Barry kaget dibuatnya


Mereka tertawa terbahak-bahak...


"Apa Nak Barry suka Seafood?" Tanya Ibu Sulis


"Suka tante, menu Favorite saya Udang bakar madu" ucap Barry sambil membayangkan nyaa


"ahh sama banget yaa dengan Tiara" Ucap Ibu sulis Terkekeh..


"buuu, Ibu juga suka Udang kan" Protes Tiara..


"suka tapi lebih suka di tepung, kamu kan suka di bakar madu" ledek Ibu Sulis..


Barry menatap Tiara dari kaca belakang...


menggemaskan sekali kamu sayang...


********


"Nak Barry sering kesini?" Tanya Pak Rachman saat duduk berhadapan dengan Barry , sementara Kedua wanita sedang menuju Toilet


"hemm... Sama Tiara tiga kali Om, sebelumnya si sering sama adik saya" Ucap Barry Jujur..


Deng!!!


Jantung Barry berdebar begitu cepat, sekejap tubuhnya seolah kaku..


"boleg Om" kata Barry tak ingin berkata w


Banyak karena rasa gugup nya...


"begini... Sebagai orang tua kandung Tiara, saya faham atas kedekatan kalian... lalu apa Nak Barry tau soal-------- "


ucapan Pak Racham terhenti sejenak, lalu ia ngeleha nafasnya melegakan sesak di dadanya mengingat status anaknya..


"Maaf om .. saya sudah tau, dan Saya menerimanya... Saya Mencintai Tiara Om..." Ucap Barry dengan penuh keberanian, meskipun jantungnya sangat berdebar dengan cepat, keringatnya mulai bercucuran.


Pak Rachman sedikit kaget mendengarnya, meskipun di sisi lain ia merasa bahagia ada laki-laki yang mampu menggeser posisi Adam di hati Anaknya


"Saya tidak pernah menyangka kamu bisa menerima anak saya, apa kamu Tulus?" Tanya Pak Rachaman


Barry tersenyum, melihat mimik wajah Pak Rachman yang senang, Barry terasa mendapatkan suntikan keberanian dan rasa percaya diri yang lebih untuk mengutarakan perasaanya kepada orang tua Tiara...


"Maaf om saya lancang, saya menyukai Tiara saat pertama kali kita berjumpa, Lalu rasa suka itu berkembang menjadi Cinta dalam hati saya seiring berjalannya waktu dan entah itu kapan tepatnya... sampai Akhirnya saya Tau status Tiara dari mulut nya sendiri, meskipun ternyata Adik kandung saya lebih dulu tau tentang ini, mengingat Adik saya adalah Sikolog yang menangani Tiara saat hampir depresi berat... Tiara memang bukan kekasih pertama saya om, (Barry tertunduk) Tapi saya sangat berharap, saya selalu memohon pada Tuhan untuk menjadikan Tiara yang Terakhir...Saya juga mohon restu dari Om dan Tante, saya serius dengan Tiara, saya ingin menikah dengan Tiara" kata Barry dengan sangat jujur dan Tulus..


Anak ini mengingatkan ku pada Adam....


semoga keputusan ku Tidak salah...


Pak Rachman mencerna kata demi kata yang terlontardari muluf Barry.. Pak Rachman kaget jika Anaknya sampai berkonsultasi dengan seorang Psikiater...


Namun hatinya tenang Jika ia datang ke Psikiater karena itu akan membuatnya lebih baik..


" Lalu nak, kenapa Tiara menganggap kamu seolah hanya Teman?" Tanya Pak Rachman penasaran


"hemm itu kemauan Tiara om, dia mau hubungan ini dirahasiakan oleh siapapun, Termaksud Orang Tua Tiara itu sendiri... hanya dua adik saya dan sekertaris saya yang tau om... Tiara bilang, dia belum siap jika orang mengetahuinya" kata Barry apa adanya..


"Baik... saya juga akan bungkam, seolah tidak tau, sampai Tiara sendiri yang terbuka dengan kami..." Kata Pak Rachman sambil mengangguk


"Permintaan mu soal Restu tentu saya merestui, saya percayakan Tiara pada kamu Barry... Jangan kecewakan saya, istri saya apalagi Tiara..." Ucap Pak Rachaman dengan sangat serius


"Apa om?? Om serius?" tanya Barey dengan mata berbinar bahagia


"iya saya serius, bukan karena kamu Bos anak saya! 😠 Tapi karena saya lihat dari matamu yang terlihat sangat menyayangi anak saya" Ucap Pak Rachaman dengan rasa percaya..


"Terimakasih Om, Saya akan jaga semua kepercayaan om, saya akan menyayngi Tiara sepenuh hati saya..." ucap Barry


"Terimakasih Barry... saya juga senang sekali mendengar keseriusan mu" kata Pak Rachman


"saya memang sangat serius Om, meskipun besok saya harua menikahi Tiara, saya siap banget" Kata Barry dengan pedenya


*Pletakkk!!


"awwww*" suara keluh Barry


Sendok restoran dilayangkan ke kepala Barry oleh Pak Rachman


"jangan Buru-buru! dasar lelaki, Ngebet banget!" Ucap Pak Rachaman


"hehe maaf om, sangking Cintanya sama Tiara" Ucap Barry terkekeh sambil mengusap kepalanya yang sakit..


"Kamu juga harus cinta dengan kami orang tuanya Tiara.. biar bagaimana pun sekarang kami adalah Calon Mertua mu" kata Pak Rachman yang sangat bersemangat


"Tentu Om.. dengan senang hati" Ucap Barry dengan penuh kebahagiaan...


******


*****


****


**


*