Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Kesal


Tiars masuk kedalam ruanganya dengan wajah kesal, namun ia harus se profesional mungkin, pekerjaannya tidak bisa di kaitkan dengan masalah Pribadinya...


Syifa dan Anwar belum datang, Tiara memutuskan pergi ke pantry untuk membuat secangkir teh guna menenangkan pikirannya..


Tiara melangkah membawa Mug pribadinya..


Prasetya yang melihat Tiara berjalab menuju pantry bergegas menemui nya..


"Ibu Peri" Kata Prasetya berlari kecil dengan berlengak lengok..


Tiara menoleh, memicingkan matanya melihat gaya berlari Prasetya lalu Tiara menepuk jidatnya sendiri..


"Huh" Tiara membuang nafasnya


"hehehe. kelepasan Ibu Peri" Kata Pras yang mulai menyadari apa yang di maksud Tiara


Tiara melangkahkan kakinya hingga tiba di sebuah pantry bersih..


"Ibu Peri sudah sehat?" Tanya Pras sopan ia sambil berdiri di ambang pintu..


"Udah, kamu lihat kan aku baik-baik aja" Kata Tiara sambil meracik teh di dalam Mug nya


"Syukurlah, aku jadi kepikiran Ibu Peri terus. eh sekarang masuk, seneng aku" Kata Pras dengan gaya centiknya


Tiars menoleh


"Buang gaya itu dikit-dikit Prass, Percaya deh jadi yang sejati kamu pasti lebih menawan" kata Tiara dengan nada sedikit menggoda


"Maaf Peri, Aku akan terus berusaha" kata Pras serius


Tiara hanya diam sambil tersenyum dan fokus mengaduk Teh


"Ibu Peri lagi ada masalah ya sama Pak Bos besar?" Tanya Pras


"Enggak, kenapa emang nya?"


"Pak Bos jutek, serem banget dia.. kalo lagi kaya gitu ga cocok sama Ibu Peri" kata Pras di akhiri menutup mulutnya


Dasar cowok egois! gitu aja ga profesional.


Batin Tiara


"Aku ke Ruangan dulu., kembali lah bekerja.." kata Tiara sambil berjalan melewati Pras yang tengah mematung melihat perubahan sikap Dingin Tiara...


*****


Jam Makan Siang...


"makan bareng Fardhan Syif?" Tanya Tiara pada Syifa


"Ngga dia meeting dari jam 10, kenapa mau lunch bareng?" Tanya Syifa


"Iya mau makan bakso ah" kata Tiara sambil merapihkan berkas di meja nya..


"Yu gue juga mau bakso ah" Kata Syifa


"lo mau makan ape bang" Tanya Syifa pada Anwar


"Mie ayam deh gue"kata Fardhan sambil berdiri membenahi bajunya


"Yaudah Yo" kata Tiara


Mereka bertiga berjalan menuju Lift..


"hay mau lunch juga" Tanya Tiara pada Sarah dan Pras


"Iya nii, Ibu Peri gak makan sama bos?" Tany Pras


"engga"


"Pak Bos kan meeting sama pak Fardhan yaa Ti" kata Sarah pada Tiaraa


Barry ga bilang kalo dia mau meeting..


oh dia mau main diam-diaman, okee Perang kita mulai Barr.. - Batin Tiara sedikit kecewa dengan sikap Barry


"ah iya dia meeting" kata Tiara cengengesan..


******


Kali ini mereka memilih meja panjang untuk makan bersama, menur yang mereka pesan juga hampir sama.. Bakso dan Mie Ayam..


Tiara menematan diri di posisi nya sebagai seorang karyawan bukan sebagai kekasih Barry. itulah sebabnya banyak karyawan yang memang menyukai sikap Tiara..


Mereka berbincang banyak hal, bercanda riang seperti tak ada beban.. Lagi-lagi sikap Pras yang menjadi bahan candaan...


Barry melangkah memasuki Perusahaan, Barry dan Fardhan ternyata lebih cepat menyelesaikan pekerjaannya di luar kantor..


Barry dan Fardhan membawa box makanan untuk mereka makan di kantor, mereka juga sudah yakin kalau kekasih mereka tengah menyantap makan siang tanpa mereka..


****


Jam pulang Kantor..


"Lo bareng Fardhan Syif?" Tanya Tiara


"Enggak gue bawa motor, kenapa?" Tanya Syifa Pada Tiara


"Nebeng ya sampe halte depan"Kata Tiara tersenyum lebar


"Barry?"!Tanya Syifa


"Ada tamu dia, gue mau balik cepet" Kata Tiara yang mendapat kesempatan pulang tidak bersama Barry


Barry memang mendapat tamu penting sore ini dan pembicaraan mereka sepertinya sudah jauh hingga memakan waktu lama...


Tiars dan Syifa akhirnya pulang bersama, Syifa menurunkan Tiara di Halte persimpangan antara rumahnya dan Rumah Sifa..


Tiara melanjutkan perjalanannya menggunakan ojeg online yang telah ia pesan..


Sementara Barry sedang berdecak kesal karena mengetahui Tiara pulang lebih dulu, padahal mereka harus mengambil cicin pertunangan mereka sore ini..


Barry memutuskan menyusul Tiars ke rumahnya...


Tiba dirumahnya Tiara tengah mengobrol dengan seseorang pria di hadapan mobil, pria tersebut tentu tidak Barry kenali karena memakai kacamata dan topi...


Apa mereka pulang bersama? Batin Barry kesal


Tak lama pria itu masuk namun tak dapat Barry lihat wajahnya karena terhalang oleh mobil yang melintas..


Tiara terlihat membawa satu buah Box terlihat seperti parsel karena kemasannya yang begitu cantik...


Setelah mobil itu pergi Tiara masuk kerumahnya..


lalu ia merebahkan Tubuhnya di atas sofa ruang keluarga..


"Sudah pulang sayang?" Tanya Ibu Sulis


"eh Bu.." Tiara mencium pungung tanggan ibu sulis


"Sudah Bu"


"Bu ini ada bingkisan dari Mama Dona" Kata Tiara memberi Box


"Loh kamu ketemu mama Dona?" Tanya Ibu Sulis ssmbil menerima bingkisan itu


"Engga mah, tadi Alan kesini.. pas banget ketemu aku di depan, katanya mama ga bisa datang di lamaran aku, karena papa ada perjalanan dinas jadi dia kasih ini katanya sebagai tanda maaf" kata Tiara pada Ibu nya.


"Haduh kenapa jadi merepotkan, nanti mama telfon deh.. kamu mau makan apa? Ibu belum masak" kata Ibu Sulis


"pesen aja bu nanti, lagi pula baru jam 5.30 buu" Kata Tiars melihat jam di tanggannya.


"Yaudah mandi gih, ibu ke kamar ya" Kata Ibu Sulis membawa box lalu meninggalkan Tiara


Sementara Tiars berlari kecil ke arah kamarnya...


Saat hendak Ibu Sulis ke kamarnya, pintu terketuk menandakan Ada tamu..


Yaa itu Barry...


Ibu Erna mempersilakannya masuk..


"Yah Tiaranya baru aja mandi Barr..." kata Ibu Erna membawakan jus manggah di gelas serta cemilan di toples


"iya gapapa buu.. Barry tunggu disini.." kata Barry sopan


"yaudah ibu tinggal ke kemar dulu yaa nak.." kata Ibu Erna


Satu jam berlalu Barry masih duduk di kursi ruang keluarga..


Tak lama Tiara Turun membawa ponselnya, Rambutnya di bungkus dengan handuk, Tiara hanya menggunakan Celana hotpens dan kaos putih bergambar mickymouse yang sedikit oversize di tubuhnya..


Tiara belum menyadari keberadaan Barry, sementara Barry sudah sangat sulit menelan airnliurnya melihat penampilan Tiara yang begitu sexy...


Barry berdiri membuat ekor mata Tiara menangkap sekelibatan pergerakan Barry, Tiara pun cepat menoleh


"Kamuuu?? Ngapain??" Kata Tiara bingung dan Heran


Barry mendekat perlahan hingga tepat berada di hadapan kekasihnya..


"Kita sudah janji kan mau ambil cincin kita di mall, terus kenapaa kamu pulang duluan hah?" Kata Barry kesal


"hemm yaa, suka-suka aku lah" Kata Tiara mengingat kejadian pagi tadi


"Jangan buat aku kesal Tiara, jadi kamu jadikan Syifa tameng kamu, tapi nyatanya kamu pulang sama Seorang pria"


Kata Barry ketus


Tiara berfikir sejenak, yaa memang Tiara di antar oleh driver ojol yang laki-laki,.. sangat jarang dapet ojol perempuan...


"yaa memang" Kata Tiara santai


"Siapa dia" Tanya Barry


Tiara langsung membuka ponselnya, ia buka aplikasi ojol dan memperlihatkan riwayat pemesananya..


"Nih kenalan aja gih" kata Tiara menamoakan Layar ponselnya di wajah Barry


"Bukan itu!! jangan buat aku makin kesal!"


Tiara makin bingung dengan ucapab Barry


"Apa Si Barr jangan buat hal yang bukan-bukan deh" Kata Tiara juga sedikit kesal


"bukan-bukan?? Tadi kamu di antar pria bertopi pake mobil putih, siapa?? mau bilang ojol????" Kata Barry kesal


Tiara mengingat, lalu setelah ia ingat Tiara tertawa terbahak-bahak sambil melangkah ke arah sofa


"Tiara Anastasya!!! jawab" Kata Barry semakin kesal


"Apa yang harus aku jawab?" tanya Tiara menantang


Barry menghampiri Tiara.


"kamu serius ga si sama hubungan ini? Dua hari lagi aku mau bawa keluarga aku untuk melamar kamu, kenapa kamu jadi begini hah?" kata Barry kesal


"huh"


"Barry Atmaja, Tadi itu Alan! dia anter Gift buat Ibu dari mama nya, dan dia buru-buru harus jemput Pacarnya jadi ga mampir! Puas?????!! Kata Tiara dengan tegas dan Kesal


Seketika mimik wajah Barry berubah jadi memerah menahan malu, namun hatinya tenang karena wanitanya tak melakukan hak aneh, Meskipun sedikit membuatnya kesal....


ah malu sekali aku! - Batin Barry


*******


Guys! gak kerasa ya udah 100 eps aja hehe


(ini eps 102) Mohon maaf jika banyak hal yang tak berkenan yah.. anggaplah aku sebagai penulis amatir yang bener-bener butuh dukungan dan suport kalian hehehe❀


BTW Allhamdulillah yah karya ini udah di kontrak, mayan buat kita bikin GA (darikalianuntukkalian)...


Jujur meski nominalnya ga banyak tapi insya Allah berkah yaa....


jika kalian Baca ini Cus masuk Grup! Aku akan adain GA di pertengahan atau akhir bulan ini yah... kenapa lama si Thor? Karena aku masih menimbang-nimabang mau kasih gift sebagai kenang2n atau Voucer Gopay / Ovo / pulsa seperti GA di novelku sebelumnya..


***GA* murni yaa sesuai pemenang yang ada, malah GA sblmnya emang dari kocekku sendiri, asal kalian happy aja yakan, karena udh buatbaku happy juga dengan Like, Komen Dan Vote kalian ❀**


Kalian yang belum kenal aku, Kenalin Aku Meysa.. kalian bisa panggil aku Mei yaaa πŸ˜€


aku bekerja di salah satu kampus di Jakarta.


aku sudah menikah dan punya satu anak..


Nah Awal aku nulis kayaknya Empat atau Tiga bulan lalu, yaa saat WFh pokoknya..


aku bener-bener gak ada kerjaan dirumah, bete banget.. akhirnya aku baca bebrapa novel disini, sampe akhirnya mikir buat nulis aja hehhe ehh jadi keterusan deh! meski bisa aku bilang ini hanya iseng, dan bukan menjadi prioritasku, sehingga aku kadang harus memprioritaskan pekerjaan nyataku...


Jadi aku mohon maaf banget, kalo sometime aku ga Up, atau Up dikit.. karena aku memang bener-bener gak memungkinkan yaa tandanya.. πŸ˜πŸ˜‘πŸ˜©


Jadi aku mohon kemakluman kalian kalo hal itu terjadi atau sering terjadi.. Btw aku juga punya Vertigo, kurang tidur dikit, kelamaan di depan PC atau ponsel suka pusing.. jadi faham yaa cayang cayangkuuuwww 😍😘😘😘


Nah Nah


Cuzz kalian boleh deh kasih masukan kalian disini soal Hadiah GA maunya apa hehe


Kasih komentar buat aku juga boleh, Tapi kalo komentar tentang TYPO tanpa kalian komen Author paham kok hahaha tapi gimana yak susah banget di hindarinya πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜