Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Pemilik Hati


Tiga Hari berlalu, Tibalah di hari Minggu...


Hari ini Tiara dan Barry berencana pergi ke rumah orang Tua Alm. Adam guna meminta beberaoa berkas yang diperlukan oleh Tiara juga Barry untuk mendaftarkan pernikahan mereka ke KUA...


Ada Rasa sedikit teriris jika Tiara harus kembali menginjakkan kakinya di rumah itu..


Rumah yang menjadi tempat dimana ia tidur bersama suami satu harinya..


Namun demi kebahagiaan mendatang, Tiars berkali-kali menguatkan dirinya, ia harus berusaha berdamai dengan hati nya.. Ia tidak ingin depresi dan kembali memiliki fikiran yang akan merusak kebahagiaanya..


Denggan menggunakan Dres Navy selutut dengan aksen bergaris di bagian bawah membuat Tiara tamoak Cantik feminim..


Tak lupa sepatu flatshoes warna senada..


"Ibuu... " Sapa Tiara yang sudah sangat cantik


"Eh sudah rapih yaa" Ucap Ibu Sukis sambil mengemas Bolu Gulung buatannya


"ini nanti buat Mama Dona yaa" Kata Ibu sulis


"Nah ini Buat Mama Erna"sambung Ibu sulis memberi satu kotak lagi..


"Makasih Ibu..."


cups!


Tiara mengecup mesra pipi ibu sulis..


"Sama-sama...."


"Nak Barry mampir dulu ga?" Tanya Ibu Sulis sambil memotong bolu gulung lainnya


"Kayaknya engga buu, Soalnya Mama Erna mau ngajak beli bahan untuk seragam keluarganya" kata Tiara jujur


"Oh iya tadi pagi juga beliau telfon ibu, Tapi ibu gak bisa ikut sayang, maaf.. Ibu Harus kerumah tante mu" ucap Ibu Sulis


"Gapapa buu, Tiara yang minta maaf ga bisa nemenin Ibu kerumah Tante Susi.." Ucapnya menyesal


"Ah kamu ini.. tak apa, Ibu juga mendadak karena Tante mu sibuk di toko jadi saat dia ada waktu ibu harus buru-buru kan" Ucap Ibu Sulis sambil memasukan beberapa potong kue ke dalam sebuah wadah..


"Ni bawa buat ngemil di mobil, Spesial buat calon menantu ibu"Kata Ibu sulis memberikan sebuah lunch box mini


"Makasih Ibu, Barry pasti suka" kata Tiara dengan senyum bahagianya...


"Semoga yah,,, salam untuk semuanya ya sayang" kata Ibu sulis mengusap lembut lengan Tiara


"Iya buu, doain aku ya buu semoga lancar urusan di rumah Alm. kak Adam" ucap Tiara sedikit menampakkan kesedihan


"Iya sayang, harus kuat, harus sabar.. pelangi indah ada setelah lebatnya hujan bukan?" Kata Ibu sulis membuat Tiara menghambur memeluk Ibunya


"Terimakasih buu, Tiara beruntung punya Ibu..." Ucapnya dalam pelukan itu...


****


Dikediaman Alm. Adam


"Maaf Tiara, Papa gak bisa kasih dokumen itu" Ucap Pak Yusuf dengan wajah dingin


Deng!!!! Tiara dan Barry tercengang mendengar ucapan yang cukup lantang di ucapkan Pak Yusuf


"Tapi pahh, Tiara mau menikah 3 minggu lagi.." kata Tiara Lirih


"papa Tau nak" ucap Pak Yusuf


"Sayang, mama sebetulnya sedikit kecewa.. mama kira kamu akan menerima Alan menjadi suamimu kelak" ucap Ibu Dona membuat Tiara dan Barry kembali tersentak dengan ucapan yang begitu menusuk itu


"Tapi tenang lah sayang, Mama dan Papa bukan manusia kolot, Alan juga sudah memperkelakan gadis cantik pilihannya, dan Soal surat-surat kematian adam, mama rasa kamu gak perlu melampirkannya nak" ucap Ibu Dona dengan menahan getar bibirnya


"maksud mama? Tapi mana bisa mah aku mengajukan pernikahan dengan Barry tanpa ada surat-surat tersebut..." Kata Tiara dengan sedikit menekan nada bicaranya..


Sementara Barry hanya terdiam, ia cukup mendengar lebih dulu penjelasan dari pihak Alm. Adam, menurutnya masalah ini harus di selesaikan secara kepala dingin dan tenang dan ia yakin ada maksud tertentu dari semua ini...


"Dengarkan Papa nak," Ucap Pak Yusuf pada Tiara..


"Satu hari setelah kematian Adam, Papa dan mama ikut hancur, melihat kamu terus menerus murung, menangis dan tak mau berbicara pada siapapun" Ucap Pak Yusuf membuat Tiara menitihkan bulir bening dari matanya, Ia sudah tak mampu menahannya lagi..


"Papa menyuruh orang kepercayaan Papa untuk mengatur sedemikian rupa Agar Status pernikahan kalian di Batalkan oleh Negara.." Ucap Pak Yusuf


mata Tiara membulat, pikirannya dan pendengarannya tentu asing dengan perkataan pembatalan pernikahan tersebut...


"Maksud papa? Aku ga Faham pah" Ucapnya dalam sendu


"Negara membatalkan status pernikahanmu dengan Adam.. jadi Pernikahan itu di anggap tidak pernah terjadi,,.....Maaf terpaksa papa harus melakukan ini demi masa depan kamu kelak... Papa gak mau kamu di kenal sebagai janda, untuk itu Papa batalkan status mu"


Tiara sangat kecewa mendengar penjelasan yang menurutnya tidak masuk akal itu...


"apa papa ga mikir perasaan Kak Adam Disana? Dan satu lagi pah.. semua orang sudsh tau aku janda pah, Barry menikahiku juga setelah dia Tau pernikahanku dengan Kak Adam... hiks hiks hiks"


"Mahh... Aku dan Kaa Adam memang telah berbeda alam.. tapi cinta aku sama Ka Adam ada di posisi tersendiri disini mah... hiks hiks... dengan siapapun aku menikah, aku akan memeberi tahu statusku mah" Ucap Tiars menyentuh dadanya..


Rasanya sangat Sesak, hatinya begitu sakit kali ini...


"maafkan kami sayang, kami hanya memikirkan kehidupanmu kedepannya" kata Ibu Dona


"Tapi percuma mah, mama membatalkan pernikahan ku tanpa memberitahuku kan? yang aku tahu selama ini. aku adalah Isteri Kak Adam yang di tinggalnya pergi untuk selamanya" Ucap Tiara dengan tangisannya..


dengan cepat Barry memeluknya dari sisi samping..


"Nak.. mama sudah lama ingin mengatakan ini, tapi mama takut jiwa mu semakin terguncang, jadi entah mengapa mama merasa belum sempat mengatakan hal ini" ucap Ibu Dona lirih


"Cukup mah, hiks hiks hiks" Tiara makin larut dalam tangisnya, ia kembali mengingat kejadian dimana ia merasa sangat depresi dan merasa kehilangan banyak semangat hidup..


"Kita pulang?" Tanya Barry sedikit berbisik


lalu Tiara mengangguk


"Mah.. Pah Tiara pamit pulang, Terimakasih telah menyayangiku begitu dalam... Maafkan s.segala kesalahan Tiara... Ridhoi Tiara yang sebentar lagi akan menikah... Tiara yakin, dengan Ridhonya mama dan Papa juga menjadi Ridhonya Kak Adam..." Kata Tiara sedikit ketus


"Nak, maafkan mama"


kata Ibu Dona lirih


"aku ga berhak marah pada kalian, Toh kalian menjadikan aku pihak yang beruntung bukan?" Ucap Tiara menahan emosinya


"Nak bukan begitu maksud kami" elak Ibu Dona


Tiara tersenyum, sambil berdiri..


"Tiara pamit mah" Tiara mencium tangan Ibu dona


"Papah, Tiara pamit.." kemudian mencium Tangan Pak Yusuf


hal Itu di ikuti oleh Barry..


"Titip anakku, Jaga dia" Ucap Pak Yusuf pada Barry sambil menepuk Bahu Barry


"Pasti om.. Terimakasih atas waktunya.. kami pamit" Ucap Barry kemudian berjalan mengejar Tiara yang tengah merasakan kekecewaan yang amat mendalam...


Tiara berhenti tepat di pintu mobil penumpang, Tangisannya pecah..


Dengan Cepat Barry memeluknya erat..


"Menangislah sayang.. aku paham" Kata Barry tak ingin menambah beban Tiara, meski Barry juga ikut merasakan sakit mengingat Tiara masih sangat mencintai Adam..


"Pah, kita membuatnya kecewa" ucap Ibu Dona pada suaminya dari balik jendela besar kediamannya sambil menatap Tangisan Tiara


"Tenang mah, menurut papa yang kita lakukan sudah benar.. terlebih Barry seorang pengusaha, status Tiara yang sudah kita rubah akan sangat membantunya dalam isue dunia pekerjaanya..." Ucap Pak Yusuf..


"Semoga yah pah, kelak mereka paham dengan apa yang kita lakukan.." ucap ibu Dona sambil menghapus air matanya...


Didalam perjalanan...


"sayang? mau ke makam Adam?" kata Barry yang sangat memahami isi hati Tiara


"Engga, Aku mau ketemu mama" Ucapnya dengan sangat yakin


"Sure? mama bisa nunggu kok" Ucap Barry kembali menawarkan


"Engga sayang... tanpa aku kemakampun Kak adam ada disini" Kata Tiara seolah tak memikirkan perasaan Barry.. seketika raut wajah Barry berubah dan Tiara menyadarinya


Tiara sedikit merubah posisi duduknya, ia melingkarkan tangan dan tubuhnya di lengan kiri Barry...


"Sayang, Apa kamu cemburu?" Tanya Tiara dengan nada yang lembut..


"Sayang... Rasa Aku untuk Adam telah memiliki tempat tersendiri di hatiku, Aku tidak mungkin bisa melupakannya secepat aku jatuh cinta padamu.. Sayang,, saat ini kamu adalah pemilik hati ini, dengan tempat yang jauh lebih nyata... Kamu tau doaku setiap malam? Aku takut akan kehilangan meski itu pasti, Maka aku selalu berdoa, memohon dengan sangat amat, agar Tuhan menjagamu agar tetap disisiku, menjadi imamku, menajdi penerang jalan menuju syurgaku... msnjadi ayah dari anak-anak kitaa...Jadi tolong mengerti aku, aku tidak akan membagi cintaku pada siapapun di muka bumi ini, percayalah..." Ucap Tiara dengan sangat lembut..


Barry menjatuhkan ciumannya di pucuk Kepala Tiara berkali-kali.. Ia menyadari bahwa Adamlah pemilik hati Tiara sebelumnya.. Ia juga menyadari mana mungkin ia bisa bersaing atau cemburu buta dengan sosok adam yang sangat melekat di hati Tiara, Namun Tak nampak dirinya di bumi ini...


"Maafkan aku sayang, aku juga akan menjadikan Adam sebagai sebagian dari hidupku... kelak kita akan kenalkan Adam pada anak-anak kita bahwa ia punya seseorang yang juga harus mereka bawa setiap doanya" Ucap Barry dengan hati yang begitu tenang..


"Terimakasih sayang.. " Kata Tiara semakin erat memeluk lengan Barry


******


bosen ingetinnya..


Tapi takut kalian lupa hehe


Like Komen Vote yah


😅😘😘😘