
Putar Balik!" Perintah Barry sambil menahan kesalnya..
Tiara menoleh ke arah Barry dengan memicingkan Matanya..
"Lanjut" ucap Tiara ketus
"Ngapain lanjut"
"Yaudah ris kamu temenin aku aja liburan disana" Ucap Tiara pada Risa membuat Barry semakin kesal
Risa dan Reza hanya diam..
"Lagian beli pembalut cuma jaga-jaga doang kali" kata Tiara pelan namun ketus sambil memainkan ponselnya
Barry menoleh...
"Kamu haid ga si?" Kata Barry ketus
"Tau deh, kepo!" Kata Tiara kesal
"Aku serius nanya, jangan sampe bulan madu kita sia-sia" kata Barry dengan egoisnya tanpa mereka sadari ada dua jomblo di antara mereka
tutup kupinggg.. - Batin Reza
"Siapa si yang bilang aku haid? aku beli pembalut cuma buat jaga-jaga karena tiga hari mendatang itu jadwalnya aku haid... kamu yakin di tengah pulau bisa nemuin dengan mudah penjual pembalut? kalo kamu siap aku repotin di sana gak masalah" kata Tiara ketus
"Lanjut Zaa, gausah mampir.. biarin dia kerepotan disana" Ucap Tiara ketus
"Mampir zaaa" sahut Barry kemudian setelah berfikir sejenak betapa malunya membeli pembalut wanita
Tiara hanya memalingkan wajahnya ke jendela, Risa terkekeh di balik telapak tangannya yang menutupi muka, begitu juga Reza hanya memalingkan wajah ke jendela untuk sekedar melepas senyum lebarnya..
"Tuan, Nyonya... udah di minimarket disini tersedia pembalut" kata Reza meledek
dengan cepat Tiara turun, melihat wajah kesal isterinya Barry menyusulnya turun...
hahahahahhaahaha
Tawa lepas kedua Jomblo itu
"Aku nahan ketawa dari tadi" Kata Risa sambil menepuk lengan Reza
"Sama hahahaha"
"Lagian Kak Barry tuh kocak yaa" celetuk Risa
"Hahaha iyaa, tapi liat ga ekspresi Tiara tadi. aku liat dari spion tengah hahahah kesel bgt dia"
Mereka berdua tertawa terbahak-bahak hingga "Awwwww" pekik keduanya
mereka saling beradu kepala sangking hebohnya tertawa
"Sakit yaa?" Kata Reza mengusap kening Risa
"Dikit... " Kata Risa tersipu malu
cantik!
alamak, kenapa jadi dekdekan gini.. Batin Risa
***
Di Bandara..
Risa ikut turun menemani kakak iparnya yang masih nampak kesal..
"mau jalan-jalan jangan kesal-kesal gitu" kata Risa, Tiara hanya memasang senyum malunya..
"Kalian hati-hati yaa" ucap Risa seorang.. sementara Reza sudah menuju ruangan yang entah berada di mana, karena sejak datang Reza seperti terburu-buru
"Iya makasih sudah mengantar" ucap Tiara
"jangan ngebut" Kata Barry pada risa..
Risa pun berjalan ke arah parkir dna teringat sesuatu ketika mencari sesuatu benda yang tidak ia temukan di tasnya
"Ah bodoh! kunci nya sama Reza kebawa" kata Risa panik..
"Ah telfon kak Barry nanya nomernya Reza"
Risa menghubungi Barry, beruntung Barry belum naik ke pesawat sehingga masih bisa di hubungi oleh Risa.. Tak lama menjelaskan Tiara mengirim kontak Reza lewat chat pribadinya, karena Barry tidak memiliki kontak Reza..
--Dalam sambungan Telfon---
Reezaaaaaaa - Rengek manja Risa
Maaf ini siapa?
Aku Risa, kunci mobiku kau bawa ya? Bagaimana aku pulang- Kata Risa memelas
Astaga aku lupa, ada di saku celanaku... Tunggu aku di Star**** yaa, aku belum terbang kok
Ah Syukurlah... oke aku tunggu..
----------
Risa Menunggu kedatangan Reza sekitar 15 menit lamanya...
"Lama yaa?" suara yang membuat Risa menoleh
"mayan deh, untung kamu belum Terbang ke atas" kata Risa
"Terbang emang ke atas neng" ucap Reza sambil menarik kursi lalu duduk
"aku jadwal nya sore jam 4. tadi cuma buru-buru aja cek kesehatan karena kalo ceknya sore buru-buru" kAta Reza
Risa mengangguk-angguk..
"Kamu ga kerja?" Tanya Reza penasaran
"Hari ini gak ada jadwal, gak ada yang buat janji juga" Kata Risa jujur
Reza sudah mengetahui Risa bekerja sebagai seorang Psikolog sejak Tiara banyak bercerita soal kisah pertemuannya dengan Barry..
"Terus mau pulang ni?" Tanya Reza sambil memberikan kunci mobilnya
"Iyalah, mau kemana lagi" Kata Risa tersenyum
"yaa kali mau kemana gitu.. hemm yaudah hati-hati yaaa jangan ngebut" ucap Reza spontan membuat Risa merasa tersanjung mendapat perhatian dari Eza..
"Ah iyaa, kamu juga hati-hati yaa.. Mau terbang kemana?" Tanya Risa sambil memasukan benda pipihnya ke dalam Tas
"Ke hati kamu" Ucap Reza dengan tawanya membuat Risa tersipu malu
"gomballll" Kata Risa berdiri
" banyak ya yang gombalin kamu?" Tanya Reza juga ikut berdiri
"Mayan deh" Kata Risa singkat
"Wah banyak saingan dong yah" kata Reza membuat Risa semakin tak kuat menahan rasa debar jantungnya..
Reza mengantar Risa hingga pintu keluar lalu melihat dan membiarkan Risa pergi hingga mobilnya tak nampak lagi, Barulah Reza kembali masuk kedalam ruang tunggu khusus Pilot di maskapainya..
*******
Risa Reza?
cieh dobel errr nii hahaha
eh eh aku boleh curcol ga si?? bukan curcol si tapi lebih tepatnya kaya kesenengan sendiri gitu tiap baca komen kalian haha kaya dapet powerr tambahan hahahaha
Maaf yaa kadang aku ga balas komen kalian, tapi aku baca kok saat waktu senganggg 😍😘😘😘😘 MAKASIH YAAAAAA KALIANN TANPA KALIAN AKU MAH APA ATUHHHHH HEHE