
*
*
*
"Sebenarnya apa yang kamu bicarakan sama mama tadi?" Tanya Barry dalam perjalanan mengantar Tiara pulang..
"Urusan perempuan, mau tau aja deh" Kata Tiara terkekeh
"Oh gitu yaa, Oke aku akan cari tau sendiri" kata Barry kesal
Tiara hanya terkekeh melihat ekspresi Barry yang begitu penasaran..
"Besok aku ada tamu dari Semarang, kamu ikut yaa, kita Lunch bareng" ajak Barry dengan harapan Tiara mau ikut bersama nya
"enggak mau, itu kerjaan kamu aku gak mau ikut campur" kata Tiara
"aku ketemu teman lama aku sayang, temen Fardhan juga makanya aku mau kamu ikut" Kata Barry
"Cewek apa cowok?" Tanya Tiara
"Ada cewek ada Cowok.. Kita mau buat Proyek disini... " Ucap Barry sambil menyetir
"aku ga enak ah, Syifa ikut ga?" Tanya Tiara yang masih sangat cangung itu
"yaa mana aku tahu, kalo Fardhan ngajak mungkin ikut" Kata Barry sambil menaik turunkan Bahu nya hehe
"Lihat besok aja deh, kalo aku mau ya aku ikut" Kata Tiara yang masih bimbang...
"yaudah, besok aku jemput pagi" Kata Barry
"No!!!! Aku nyetir sendiri aja besok" kata Tiara yang merasa bosan setiap hari harus di antar dan di jemput
"Enggak!! Kalo ga mau di jemput yaa gak usah kerja, siap-siap aja jadi isteri" Ancam Barry..
"Tukang maksa, tukang ngancem!" Kata Tiara kesal
"Lah dari pada tukang boong, Tukang selingkuh, Tukang kawin.... hayooo" ledek Barry
"Idih amit-amit.." kata Tiara bergidik ngeri dengan ucapan Barry
Barry tertawa lepas
"Makanya nurut yaa sayangnya akuuuu" Kata Barry mengusap kepala Tiara dengan tangan Kiri nya...
*****
Hari Berganti..
"Ibu....." sapa Tiara pada Ibu Sulis yang tengah memasak makanan untuk sarapan
"eh sayang, udah rapih aja.. Ibu baru mau masak untuk bekal kamu" Kata Ibu Sulis
"gak usah bekel bu, Tiara sama Barry mau makan sama temen Barry nanti" Ucap Tiara, Ibu Sulis yang tengah mengiris bawang bombai pun terhenti..
Ibu Sulis menatap Tiara..
"kamu suadah...........???" Ucap Ibu Sulis namun sulit di lanjutkan
Tiara seolah mengerti pun mengangguk
"Aku udah inget buu.. " Kata Tiara memeluk Ibu Sulis erat
"Allhamdulillah ya Allah.... kita cek up yaa" kata Ibu Sulis kegirangan
"Iya nanti sore aku ke Rumah sakit bu, aku udah telfon Rumah sakit juga buat daftar"
"oke, nanti Ibu nyusul yah" Ucap Ibu Sulis
Tiara Mengangguk..
"Ini untuk sarapan kan bu?" Kata Tiara melihat nasi goreng di sebuah wadah
"iyaaa ayo bawa" kata Ibu sulis sambil membawa telur omlet di piring pipih
Mereka duduk di meja makan..
"Kita makan duluan atau nunggu Barry?" Tanya Ibu Sulis
"makan aja Bu, Barry sarapan dirumahnya" Kata Tiara yang sebelumnya menerima telfon dari Barry
Ibu Sulis pun mengangguk mengerti..
*********
Setelah 30 menit menunggu Barry pun datang menjemput...
Tiara sebenarnya sudah sangat kesal karena Barry menjemputnya maka ia akan terlambat datang ke kantor..
"kenapa si sayang, pagi-pagi udsh cemberut" Kata Barry menggoda Tiara
"Kenapa si harus jemput-jemput.. liat udah setengah delapa , kita ga mungkin dalam waktu tiga puluh menit nyampe" Oceh Tiara sambil memperlihatkan jam di tangannya...
Barry hanya tertawa..
"Kan aku bosnya. perusahaan punya aku, kamu punya aku, yang gaji kamu aku" kata Barry
"nah yang begini nii yang aku gak suka!!" Kata Tiara sambil melipat kedua tangannya di dada
Barry hanya tertawa melihat tingkah Tiara..
Perjalanan semala 40 menit membawa mereka tiba di perusahaan bersama...
Tiars berjalan dengan cepat meninggalkan Barry menuju tempat absensi yang menggunKan fingerprint...
"Aku Telat 12 menit!" Kata Toara Pada Barry yang menunggu Tiara di belakangnya
"So What??? aku gak akan potong gaji kamu kok" Kata Barry sambil melangkah bersama dengan Tiara...
Tingg
bunyi terbukanya Pintu Lift
"Naik ini, jangan cari jalan yang lama nanti telat" Kata Barry sambil menarik Tiara masuk ke dalam lift khusus..
Tiara hanya diam karena kesal
"Nanti jadi kan ikut aku?" Kata barry
"iya"
"oke"
"jam 2 aku izin, aku mau ketemu dokter Martin Jam 3 sore, mau chek up" Kata Tiara sedikit ketus
"kenapa mendadak"
"enggak mendadak, emang udah jadwalnya kok" ucap Tiara
"Yaudah aku antar" Kata Barry
"Aku sama ibu, janjian disana"
"Bawel jangan ngebantah terus sih" Kata Barry terkekeh lalu menuntun Tiara keluar Lift yang baru saja terbuka...
Tiara hanya menghela nafasnya kasar..
merekapun berpisah, Tiara masuk kedalam ruangannya, Barry pun berjalan menuju ruangannya yang bertembok kaca tersebut.
*******
Tiara memulai pekerjaanya yang menumpuk, Anwar dan Syifa juga melakukan hal yang sama kala itu..
Jam menunjukan pukul 11.40 dimana jam istirahat akan di mulai 5 menit lagi.
"bang, Syif... aku minta maaf ya, nanti aku ga balik kerja, aku mau chek up" kata Tiara kepada Anwar dan Syifa
"lo kenapa? ada yang di rasa?" Tanya Syifa panik
Tiara menggeleng..
"Hemm aku,, Aku udh inget semua Syif makanya aku mau chek up"
"Apaa???? yaaa Tuhan Allahamdulillah" Kata Syifa meraih tubuh Tiara dan memeluknya
"Syukurlah, gue ikut seneng... lo gak usah pikirin pekerjaan lah, kita berdua bisa di andalkan" Kata Anwar laLu Syifa mengangguk...
"makasih semua... aku beruntung ada di sisi kalian" Ucap Tiara
*****
Tiara berjalan menuju lobby perusahaan dengan sedikit mempercepat langkah kakinya.
dasar manusia tak sabaran-
gerutu Tiara karena sedari tadi Barry sudah mengirim belasan pesan singkat..
Mereka akan pergi makan siang bersama sesuai rencana kemarin, Syifa dan Fardhan menyusul karena Fardhan masih mempersiapkan berkas untuk meeting menggantikan Barry nanti..
Tiara mendapati mobil Barry tengah terparkir di depan Lobby, terlihat satpam berada di samping mobil itu dan bersiap membukakan pintu untuk Tiara..
Tiara pun tersenyum dan mengucapkan terimakasih pada satpam tersebut..
"Kenapa lama sekali?" Tanya Barry
"kenapa cerewet sekali ha?" ucap Tiara kesal
Barry terkekeh lalu melajukan mobilnya..
"Maaf... temen aku sudah sampai satu jam lalu jadi aku sedikit terburu-buru, ga enak kan tamu masa nunggu lama"
Tiara hanya diam, rasanya sudah malas mendengar pembelaan Barry yang terkadang membuat Tiara dongkol menghadapinya..
Setelah perjalanan 25 menit mereka Tiba di sebuag restoran seafood..
"Aku ke toilet dulu ya" Kata Tiara menahan ingin buang air kecil
"Aku temenin?" kata Barry
"no!!!! Kamu duluan aja, Tunjukin aja dimana meja kalian" kata Tiara sambil masuk ke restoran tersebut
"Di VIP dua, sebelah sana" Kata Barry menujuk ruangan berkaca
"oh oke.." kata Tiara melaju lurus nenuju toilet sementara Barry berbelok menuju teman-temannya yang telah menunggu
Tiara berjalan menuju Toilet, sedikit terburu-buru memang hingga akhirnya..
Bughhh
"aawww"
"Ah Maaf mba, maaf aku ga sengaja" ucap Tiara karen menabrak seseorang yang baru saja keluar dari toilet..
"oh gapapa" Kata Wanita yang berpakaian cukup sexy itu..
"kenapa?" Tanya seorang pria yang menunggu wanita tersebut di bibir pintu kamar mandi..
"gapapa... ayo" Kata wanita sexy tersebut...
Ssmentara Tiara merasa sedikit nyeri pada kepalanya karena saat bertabrakan tadi kepalanya jadi sedikit terbentur pintu... Tidak terlalu keras namun Tiara menjadi tidak nyaman saat ini...
"kenapa jadi senut-senut gini yaa?" Kata Tiara berdiri di depan cermin toilet
"Ah nanti akan aku tanyakan pada dokter Martin" Kata Tiara sambil berlalu pergi dari toilet berniat menghampiri Barry..
**********