Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - I Love You


Satu Jam kemudian...


Tiara sudah memakai pakaian rumah sakit, pakaian piyama berwarna biru muda selutut dengan kancing full depan..


tangannya juga sudah terpasang sebuah gelang tanda pasien dalam.masa perawatan di rumah sakit...


Tiara berbaring miring di ranjang menghadap persis ke Barry yang duduk di sebuah kursi...


Tak lepas genggaman tangan sepasang suami isteri itu...


Barry terus memberi semangat pada isterinya, sesekali ia bercerita saat mereka berpacaran dulu, sampai bagaimana perjuangan mereka ketika ingin memiliki seorang anak yang terlahir atas cinta mereka berdua...


Satu tangan Barry terus mengusap pinggang sang isteri yang terus ia keluhkan kala itu..


wajah cantik Tiara seolah membuat hati siapa saja luluh, rambut yang sebelum nya terurai cantik kini telah ia gulung habis namun semakin mempertegas aura kecantikannya...


Tak lama kamar terketuk, ternyata Ibu Erna datang setelah menjemput ibu Sulis di lobby rumah sakit...


Pelukan hangat sang ibu membuat energi Tiara semakin bertambah...


Tiara pun meraih tangan ibundanya...


"ibu.. maafin aku, hiks... mohon keikhlasan ibu selama ini, maaf atas kesalahan aku Buu.." kata Tiara sambil menangis membawa suasana haru..


"ssttt ibu beruntung punya kamu sayang, sesuai dengan nama yang ayah dan Ibu berikan... Tiara, yang berarti mahkota, kamulah mahkota ibu, mahkota yang selalu menjujung tinggi kami sebagai orang tua, sebagai orang tuamu... sekarang kamu haru semangat, setelah proses ini ada kenikmatan yang paaaaling berharga dalam hidupmu..." kata Ini Sulis lirih...


"Ayah akan cuti besok, dan ayah mau lihat cucu nya besok... makanya kamu harus semangat yaa... mama juga sudah ga sabar" kata Ibu Sulis kembali memuncak energi dalam tubuh Tiara....


Tiara hanya mengangguk sambil menitihkan air mata...


Saat itu juga perawat masuk...


"Ibu Tiara .. ayo kita keruang bersalin, sudah ada dokter Salsa... nanti kita cek pembukaan juga yaa" kata Suster penjaga


"sust tapi aku ga mules lagi, pinggang aku panassss banget" kata Tiara yang memang sejak tiba di rumah sakit belum merasakan kontraksi lagi..


"iya nanti kita cek yaa Bu, dokter Salsa yang mau cek langsung"kata suster sambil membuka konci roda bed...


"saya boleh ikut kan sust?"tanya Barry


"yaa boleh pak, justru pallbapak harus ikut supaya bisa semangatin isterinya, dokter juga perlu berdiskusi jika ada sesuatu..."kata Suster menjelaskan..


***


Di ruang bersalin...


Suster meminta Tiara merebahkan diri di atas ranjang khusus bersalin...


ruangan yang cukup besar dengan berbagai alat kesehatan lengkap..


Seseorang datang menghampiri dan ternyata itu dokter salsa...


"bagaimana? masih semangat kan?" tanya Dokter cantik itu


"masih dok, tapi aku ga ngerasain mules sudah dari satu setengah jam yang lalu kayak ya, tapi pinggang aku sakiiit banget" kata Tiara berkeluh kesah..


"Yaudah, aku cek yaa kata Dokter salsa sambil mengarahkan kaki Tiara agar naik di atas sanggahan kaki


"Tarik nafas....... buangg pelan,, baik, Tarik lagi pelan, buang perlahan... tarik pelan lalu buang dengan Mulut" kata Dokter salsa sambil mendorong jemarinya agarar tembus ke arah jalur lahir .


"Allhamdulillah sudah delapan ya... aku kasih sedikit perangsang biar mules ya Bu" kata Dokter salsa sebelumnya memberi kode pada suster ya ya g langsung di mengerti..


"masih lama ya dok?" Tanya Barry yang d


sudah tidak sabar..


"kalo respon obat yang saya beri lewat infusan bekerja dengan baik paling limabelas sampai tiga puluh menit sudah lengkap bukaan.. " kata dokter salsa apa adanya...


merekapun mengangguk mengerti...lalu dokter Cantik itu mempersiapkan sesuatu bersama para tenaga medis yang membantu nya...


"Sayang,,," panggil Barry


"apaaaaa" katanya


"I Love You" kata Barry sambil mengecup tangan putih isterinya, membuat Tiara tersipu malu...


"Love you too" balas Tiara sambil mengusap pipi suaminya..


Baru saja Barry tersenyum dan hendak mengatakan sesuatu, Tiara merasakan sesuatu yang luar biasa...


"Astagfirullah Masss...." kata Tiara ketakutan namun nada itu sangat lirih terdengar....


*****


Author nya banyak diprotes nii...


athor masa sempet si mau melahirkan bisa mandi, dandan dan catok rambut...


hahaha


Ini author ngalamin sendiri sii bebs,, meski akhirnya aku harus Caesar karena akan berbahaya kalo di lanjutin normal...


Jadi serius deh, aku ga ngerasain mules berarti...


Tapi pinggang aku tuh behhh emang mau chopotttttssss hahaha panas dan nyeri...


Terus aku emang akhirnya mandi karena belum mandi sore, terus keringin rambut, aku blow dan aku buat currly menggantung di bagian bawah rambut... sempet make alis, make cream muka juga, karena pas kejadian aku itu ada tanda-tanda sakit pinggang dari jam 2 sore...


Malahan adik aku mau lahiran itu sempet retouch bulu mata wkwk


karena anak pertama jadi prosesnya panjang bahkan adiku Ampe 28 jam lohh...


Bukaan dua kok masih dirumah?


lah aku sampe bukaan 4-5 ada dirumah, jarak dr rumahku ke RS 20 menitan..


kebeneran ada sepupu suami yang bidan jadi dia yang cek cek bukaan, di sisi lain aku sudah telfon dokter kandungan aku kalo aku udh mules, dan dia blg kalo udh bukaan 5 ke RS...pas bukaan 5 ke RS , itu Ampe 5 jam kedepan boro2 nambah bukaaan ya, setelah di cek lebih lanjut di kasih infus isi obat buat mules gitu tapi responnya kurang memuaskan, mules sesekali doang tp ga nambah pembukaan ... ahahah jadi yaudah Caesar aku kala itu.... Nikmat loh ngerasain proses mau normal sampe akhirnya Caesar 🤣


Ada yang senasib????


hehehe


Ayo bantu aku Like Komen dan Vote yah hehe