
"Gue sama Sarah selesai" kata Roy begitu mengucapkan itu langsung tertunduk melemas...
"Roy,. lu beneran cinta sama dia? Dia bukan Type lu gue rasa" kata Barry to the Poin
"Justru karena dia berbeda bar.. dan gue udah bilang, ini karma gue..." kata Roy begitu lirih
"kenapa bisa selesai kalo dia emang udah bikin Lo nyaman?" tanya Fardhan
Roy terdiam sejenak, wajahnya seperti menahan sesuatu...
"Lo hamilin Sarah ya?" Tanya Kevin ketus membuat Roy menatapnya tajam, lalu Fardhan melayangkan jambakan kecil di jambang kiri fardhan
"Diem lu" kata Fardhan dengan bibir sinis nya
"Udah jelasin cepet Roy!" titah barry
"gue ga sengaja nidurin Sarah "kata Roy membuat ketiga sahabatnya tak heran namun Amarah Barry justru memuncak..
"lu beg* gue udah peringatan berkali-kali, Sarah itu jangan lo samain kaya L*cur lainnya! panjang urusan kalo udah begini..."kata Barry kesal
"kalo.lo menyesal, Lo kenapa bisa selesai? Lo ga kasian sama dia? apa emang dia udah ga--?" kata Kevin dengan menggantungkan kata terakhirnya
"Dia masih gadis"
"gue selesai sama dia, karena dia yang minta, gue udah berusaha meyakinkan dia tapi dia tetep kecewa sama gue.. bahkan sekarang gue ga kontekan sama dia"kata Roy frustasi
"Dia resign dari kantor"kata Barry ketus
"Dan Lintau, hari ini hampir aja gue kehilangan proyek miliaran gue karena dia resign mendadak" kata Barry masih dengan emosi tingginya
"sorry.. gue juga ga mengharapkan ini bar"kata Roy
"Lo harus nikahin dia! gue gamau nama baik gue ikut terbawa"kata Barry kesal
"Bantu gue, bantu gue buat bisa ketemu sama dia.. gue butuh ngobrol ... gue juga gak bisa jauh dari dia, gue gilaaaaaa"kata Roy frustasi
"gila yaa Dhan dia bisa Bucin juga"kata Kevin berbisik
"Soal hati Laen men!" kata Fardhan sambil menepuk dadanya pelan
"Gue bantu lo bro!" kata Kevin menepuk bahu Rey pelan
Barry yang semula diam kini mulai berbicara lagi
"Lo benahin diri Lo yang kaya gembel ini, Lo Dateng kerumah Sarah dan Lo lamar dia... " kata Barry
"gue takut di tolak"kata Roy pesimis
"elo tuh ya! berjuang belom udah takut duluan" kata Kevin kesal
"Laki bukan si Lo?!" Tantang Barry
"emang kaya perempuan mulut Lo pin" kata Fardhan terkekeh kecil di imbangi mimik wajah serius membuat Kevin menutup mulutnya
"gue bakal bertanggung jawab, tapi gue ngerasa buntu pas Sarah mutusin gitu aja hubungan kita"kata Roy lirih
"intinya Lo harus yakin, Lo datengin rumahnya secara jantan dan perkasa" kata Kevin memberi gaya memperlihatkan otot lengannya
"iyaa , tapi kalo gue gagal gimana?"Tanya Roy
"nyemplung lu di laut, biar ga nyusahin kita" kata Barry kesal
"Gara-gara lu juga gue terpaksa boong Sama bini gue, ilang dah pahala gue"kata Fardhan
"tau lu Roy! lu baca nii bini gue bales cuma satu huruf doang, Y - G - 👌- 👍,,, ciri-ciri ngambek banget kan perempuan begitu" kata Barry sedikit frustasi
"komplotan couple, hamba hanya seorang jomblo, tolong hargai hamba disini, hamba pedih mendengar kalian membicarakan isteri kalian...pasangan kalian, hargai hambaa plissss" kata Kevin dengan telapak tangannya saling bersatu menelungkup membuat tiga sahabatnya tertawa lepas
"kalo lu nikah terakhir di antara kita, itu membuktikan bahwa Mobil Sport aja ga cukup pin" kata Roy mulai menunjukan sikap aselinya
"nah mulai keluar nii aselinya, awas jadi sasaran empuk dia" kata Kevin mewarning dua sahabatnya
"gak ..... gue mau jadi anak kalem dulu, gue harus banyak merenung atas kesalahan gue, biasanya gue abis pake buang, sekarang malah gue yang ngerasa di buang sama Sarah...." kata Roy lirih
"udah gausah drama, yang perlu Lo lakuin itu cuma Berjuang dan Yakin.... berjuang itu ga cuma perbuatan, tapi doa juga Roy!" kata Barry sedikit sinis
"iya master, hamba nurut" kata Roy sedikit menundukkan kepalanya...
"Gue laper pesenin makanan" kata Barry pada Roy
"Pesen lah sendiri gue lagi galau" kata Roy memalingkan wajahnya
"Gue disini tamu" kata Barry sinis
"Tamu tak di undang" timpal Roy
"Heee gue cuma takut lu mabok, terus lu ke lautan tanpa sadar, terus lu anyut dehhh" kata Kevin ceplas-ceplos...
"Gue inget Sarah kalo gue mabok, dia ga suka gue mabok" kata Roy lirih
"H mulai lagi drama nya" kata Barry berdiri dari duduknya
"Males, bukan Roy banget" kata Kevin
"sifat lu gak ada pentes-pantesnya buat galau" Timpal fardhan
"Salah aja terus gue.. emang temen gatau diri lu SEMUAAAAA" kata Roy kesal melihat teman-teman nya malah meninggalkannya seorang diri....
*****