
Banyak persahabatan di dunia ini yang akan meregang ketika satu dari mereka memiliki kesibukan, kehidupan baru yang dapat dikatakan sebagai pernikahan..
Namum, berbeda dengan empat sekawan sejiwa.. saat ini Barry dan Fardhan memang sudah memasuki jenjang pernikahan, namun persahabatan ke empat pria tampan ini tetap terjalin seperti mana biasanya, hanya saja mereka lebih memahami sebagaimana seorang pria yang telah memiliki tangung jawab atas keluarganya...
Malam Minggu ini Ke empat sekawan itu hendak berkumpul di kediaman Atmaja seperti biasanya mereka hendak berkumpul..
karena mungkin hanya Barry dan Fardhan yang enggan berkumpul di luar rumah mereka meninggalkan isteri juga anak...
"abis ada acara bar?" tanya Roy yang melihat banyak tamble set di rumah Atmaja tersebut
Barry mengangguk sambil mengaduk kopi di cangkir...
"mama abis arisan, hemm oh iya.. besok Risa mau lamaran, tapi ga di rumah" kata Barry santai
"Apah?? PRANK apa hoax ni?" kata Roy tercengang
Barry yang kesal menciptakan sisahan kopi di sendok ke arah Roy..
" Prank sama Hoax apa bedanya ha???" kata Barry kesal membuat Roy cengengesan
"Gue serius, mereka mau tunangan dulu intinya.. nikahnya mungkin dalam setahun kedepan" kata Barry santai
"dia beneran sama pilot itu?"Tanya Roy
"udah bukan pilot, dia CEO nya younif ..."
"Hah? YouNif? indo or malay?" tanya Roy
"Indo, Malay di pegang bokapnya..." kata Barry duduk sambil emmbuka cemilan tersedia
"Kevin gimana ya bar?" Tanya Roy membayangkan perasaan Kevin
"yaa mungkin belum jodoh Roy , bisa apa gue?" kata Barry sambil mengangkat bahunya..
Tak lama kemudian...
"Den Barry, ada Non Alice..." kata bibi membuat Barry beranjak dari duduknya...
"Bentar Roy, Fardhan bentar lagi juga balik, dia cuma kontrol kandungan aja" kata Barry sambil melangkah menjauh...
Diruang tamu...
"Alice...." sapa Barry
"Kak Barry... " sapa Alice
"Barry aja, cuma Risa yang manggil aku kakak... " kata Barry membuat Alice mengangguk
"hmm Sama siapa kesini? kenapa jam segini baru sampe Jakarta?"
"Alice sendiri, bawa mobil... iya tadi bada Zuhur baru berangkat... Tante mana ya?" kata Alice celingukan
"Mama istirahat di kamar, abis arisan tadi disini" kata Barry menjelaskan
"Ada perlu ya sama mama?" Tanya Barry
"hemm Alice mau ucapin makasih ke Tante, Alice juga mau unduruin diri kak, eh bar... aku di suruh bantu papa di PT" kata Alice jujur
"Bagus, kalo bukan kamu siapa lice yang mau bantu om buat kembangin usaha om.." kata Barry
"iya Barr.. hemm aku balik ya ke Bandung, ga enak jadi ganggu..." kata Alice
"nginep aja lice, besok lusa mau lamaran... hemm Tiara juga pasti seneng kamu disini.. ke kamar gih Tiara pasti seneng"
"Boleh? aku juga mau liat baby kalian sih" kata Alice jujur
"Hahah boleh lah, naik aja ke atas lice..." kata Barry sambil berdiri
Alicepun ikut berdiri..
"Assalamualaikum..."Suara seseorang yang tak asing
waalaikumsalam..
"Alice.. Apa kabar?"Tegur Kevin sedikit kaget melihat keberadaan Alice
"aku baik... kamu gimana?"
"Baik juga..
Barry kala itu hanya jadi penonton percakapan kedua insan itu
"sama-sama lice..."
"Yaudah permisi ke kamar baby dulu yaa, Vin... Bar..." kata Alice sopan...
di taman belakang...
"Bar, Alice ko beda ya?" Tanya Kevin
"beda gimana?" Tanya Barry mengerutkan dahinya
"beda aja dari segi penampilan" kata Kevin
"Yaa menyesuaikan sama keadaan lah Vin, dia udah balik sama om gue, tandanya yaa dia udah hidup enak beda waktu disini... lagian gue udah biasa si liat dia kaya gitu.." kata Barry
"jangan-jangan naksir ya Lo?" celetuk Roy
"gue kapok naksir-naksiran entar gue patah hati lagi" kata Kevin jujur
"Nah, kali ini ada kabar baik tapi lu pasti makin patah deh, makin remuk , maki berkeping-keping, makin ah pokoknya makin stres dah kata Roy dengan hebohnya, Barry hanya menginginkan senyumnya
"Kabar baik macem apaan tuh kaya gitu" kata Kevin penasaran
"Besok hari apa?" Tanya Roy
"besok? Minggu" kata Kevin dengan benar
"Nah lu catet dah Minggu , tanggal, bulan , tahun... nah itu tuhhh hari ter-robeknya hati kevin" kata Roy membuat Kevin makin bingung
"Apaan si?" kata Kevin kesal
"Itu lohh... Risa pin Risa... mau tunangan besok" kata Roy membuat Kevin terbelatak matanya, jantungnya berdebar sangat kencang..
"serius Bar?" kata Kevin dengan suara lirihnya
"iya pin... sorry ya pin" kata Barry merasa tak enak namun ada rasa lucu melihat ekspresi Kevin
"Kok gue lemes ya dengernya? kayanya lunak mendadak tulang gue bar..." kata Kevin mendekati kursi lalu duduk perlahan bagai pria paruh baya
"Sabar pin, emang cinta tak harus memiliki"ledek Roy
"Perih Roy Perihhhh banget... " kata Kevin memegang dadanya
"Udah entar gue cariin cewek ya... mau yang kaya gimana? bilang aja bilang" kata Roy menepuk bahu Kevin
"Huwaaaa hiks hiks hiks gue beneran sedih Roy, barr... malu masa dia mau tunangan duluan dari pada gue yang tuaan.. Risaaa, Abang kurang apa dekkkkk" kata Kevin dengan sangat lebay berkata-kata membuat Barry dan Roy tak henti menertawakan sikap Kevin kala itu..
Aku hancuuurr ... ku terlukaaaaa...
Namun engkaulah Nafaskuuu...
Kau cintaku, meski aku bukan di benakmu lagi..
dan ku beruntung sempat memilikimuuuu......
Barry dan Roy bernyanyi seolah meledek Roy membuat Roy semakin teriris hatinya...
"Gue milikinnya sebentar doang Roy, bar.... sedihh itu juga bertepuk sebelah tangan" kata Roy lirih membuat Barry dan Roy semakin tertawa terbahak-bahak...
"Temen gatau diri, gue sedih lu pada ketawa kegirangan, keselek biji kedongdong baru rasa lu" kata Kevin kesal
*****
*****
Haha
kasian babang Kevin ya guys..
like dulu
baru komen
abis itu baru deh Vote aku hehehe
jangan lupa rate 5 bintang yaaaa 😍😘😘❤️