
Tiara meregangkan Tubuhnya yang semula dengan posisi tidurnya membuat tubuhnya terasa tak nyaman..
Matanya mengabsen setiap ruangan, tak nampak sosok suami nya , namun ada secarik kertas yang kemudian ia buka...
Wajahnya tersenyum membaca sebuah surat singkat dari suaminya.. Tiara langsung menuju ke luar ruangan memanggil Pras agar masuk ke dalam ruangannya.. dengan cepat Pras masuk dan duduk di sofa sesuai permintaan Tiara..
"Bagaimana Kabar ibu mu?"
"Dia Baik peri... Oh iyaa adikuu sudah satu Minggu bekerja di cafe, dia sangat senang dengan pekerjaannya itu.. "
" ah syukurlah... aku senang mendengarnya, oh iyaa soal kamu yang hendak aku pindahkan ke cafe dan salon sepertinya harus aku tarik ucapan itu..." kata Tiara
"kenapa peri?"
" Fardhan lebih membutuhkan mu... Nanti juga kamu tau..."
"Sekarang keluarlah, aku ingin sholat" kata Tiara mengingat sudah hampir pukul 4 sore...
Pras pun mengangguk mengerti dan memahami, kemudian ia pergi meninggalkan ruangan tersebut...
Usai Tiara menyelesaikan ibadahnya, pintu ruangan kemudian terbuka, ternyata Barry datang dengan senyum manis ke arah isterinya...
"Sayang kita mampir ke cafe ya?" kata Barry
"dengan senang hati dong, tapi ada apa?"
"tadi karyawan kamu telfon, katanya ada Tari di Caffe"
"Tari? Siapa Tari Mas?" Wajah Tiara seolah menuntut kejelasan pada suaminya itu
"kamu lupa ya sayang? Tari itu anak angkat salah satu panti yang kamu bantu dari uang hasil menyewakan rumah Alm. Adam.."
"Tari??? nenek Isah???"
Ucap Tiara cepat
" Nah itu tau sayang"
"Kamu kan bilangnya Tari bukan Nenek Isah" kata Tiara merajuk
Barry terkekeh lalu mendekati Isterinya..
"kenapa jadi jutek gitu? hemm?" kata Barry yang gemas pada Isterinya
"gapapa, terus dari mama dia tau alamat Caffe??"
"Aku bilang penyumbang dana itu kamu, dan kamu pemilik Cafe itu mungkin dia ingat sayang... yauadah kesana yu biar ga pulang kemalaman, aku gak mau kamu kecapean" Ucap Barry lalu di angguki oleh Tiara
*****
Barry dengan posesifnya menggandeng sang isteri begitu erat, langkah mereka beriringan membuat beberapa pasang mata fokus pada mereka...
"Tarii" Sapa Barry dingin
"Kak Barry....." Ucap Tari lalu berdiri melihat Barry lalu melihat Tiara tengah tersenyum di samping Barry
"Ada apa sampai kesini?" Tanya Barry dengan ucapan dingin n6a
"Sepertinya aku butuh pekerjaan kak, Di panti sekarang sudah ada Resti yang membantu Nenek, aku harus cari tambahan untuk adik-adik" Kata Tari To the Poin
Barry dan Tiara saling menatap..
"Kalo disini aku baru aja menerima adiknya Pras Mas, kalo di salon juga sudah cukup, di kantor saja" ucap Tiara dengan berbisik
Apa si dia bisik-bisik gitu... Malah manggilnya sekarang Mas Lagi! Apa mereka sudah menikah??!
"Tari apa ke ahlian mu? dan apa lulusan sekolah terakhirmu?" Tanya Barry selayaknya seorang atasan pada bawahannya
"Saya bisa bersih-bersih rumah Kak, saya hanya tamat sekolah menengah pertama ka" kata Tari dengan jujur
"hemm kamu sekarang tinggal dimana?" Tanya Tiara penasaran
"Gatau, saya baru tiba disini" jawabnya ketus
Tiara merasa feeling nya kurang baik kala itu..
membuat mood nya juga mendadak anjlok..
"aku keruanganku yaa Mas, Tari silakan pesan makanan yang kamu suka...saya kedalam dulu." Ucap Tiara tidak kalah ketus namun tetap menoreh senyum nya
"iya nanti aku menyusul" jawab Barry ramah
Tiara mengangguk lalu berjalan menuju ruangannya...
"ini ada uang sedikit, untuk nenek.. kamu bisa kembali dulu kerumah nanti asisten saya akan mengabari jika ada pekerjaan yang tepat untuk kamu" ucap Barry
"Oh iyaaa, salam untuk Nenek dan Kakek, saya Dan Tiara sudah menikah, maaaf tidak bisa mengundang waktu itu, karena memang acara yang kami buat sangat sederhana" Ucap Barry sedikit merendah karena sejujurnya ia lupa memberi kabar pada Nenek dan Kakek...
Kala itu Tari sangat kesal, ia pikir kedatangannya ke Restoran tersebut membuatnya bisa bekerja langsung tanpa harus kembali lagi ke Panti..
gapapalah! uang ini aku bisa gunakan untuk membeli baju... hihii
******