Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Kepergok


Langkah Tiars terlihat sedikit tergesah-gesah di jam makan siang yang justru baru saja di mulai..


Tiara beralasan untuk mengurus sesuatu hal yang penting kepada rekan kerjanya, sehingga ia tidak dapat makan siang bersama..


Hal yang sama pula terjadi pada Barry, wajah cemas dan gerakan kaki yang cepat melangkah meninggalkan ruangan itu membuat Andin dan Luna mengerutkan alis nya memandangi seorang CEO yang terlihat panik ith...


"habis jam makan siang kan ada meeting sama client di resto, kalo dia pergi matilah aku ini..."kata Andin dengan rasa panik


"kirim pesan singkat aja mba, sekedar mengingatkan" kata Luna


setelah di fikir mungkin tak ada salahnya mencoba saran dari Luna.... usai mengirimkan pesan singkat itu, untung saya Barry menjawab meski hanya "oke" setidaknya Barry sudah mengingatnya...


Barry menuju salah satu Caffe ellite yang berada di sebrang kantor Barry... Tiara Berjalan menaiki JPO agar dapat menyebrang jalan dengan Aman, sementara Barry menggunakan mobil nya dan akan memakan waktu 10 menit..


Tiara memasuki ruang Vip yang sudah Barry booking sejak tadi.. dengan wajah yang di tumpuh oleh telapak tangannya Tiara dengan setia menunggu Barry...


5 menit setelah Tiara Tiba, Barry pun tiba..


"maaf sayang lama" kata Barry sambil mengusap pucuk kepala Tiara lalu mengecupnya


"Sudah pesan?" Tanya Barry menatap Wajah sendu Tiara


"......" Tiada diam tanpa ucapan apapun


"sayang kamu kenapa hemm? ayo bicarakan, kita kan udah sepakat gak maubada drama dalam menghadapi masalah" kata Barry lembut


"pesan makan siang dulu" kata Tiara


Barry terkekeh kecil lalu mengangguk..


Usai memesan makanan dan minuman Tiara mulai membuka pembicaraanya..


"kenapa kamu gak cerita soal Sekertaris baru mu?" kata Tiara sedikit malu


Barry sedikit kaget dengan pertanyaan Tiara, pasalnya soal skeertaris itu Barry memang bahkan juga Lupa kalau dia memiliki Sekertaris baru yang akan menggantikan Andin..


"maaf aku lupa" Ucap Barry dengan sedikit penyesalan


"dia sexy ya" ucap Tiara tanpa menatap Barry


Barry menyungingkan bibirnya, menatap Tiara lalu meraih tangannya..


"kamu cemburu?" Tanya Barry lembut


Tiara tidak mengerti akan perasaanya pun hanya diam...


"Denger aku, dimataku saat ini kamu segalanya, di hati aku udah full padet sesek sama rasa cinta dan sayangku sama kamu... lagian mau dia Se Sexy apapun kalo hati aku udah di penuhi sama rasa cinta kamu, aku bisa apa? gakan bisa sayang aku jatuh cinta sama orang lain" kata Barry dengan Tulus


"aku gapernah Barry ngerasain kaya gini, aku gak pernah soalnya ngeliat hemm ngeliat Kak Adam deket sama perempuan, berhubungan sama perempuan.. aku baru ngerasain sakit kaya gini... ini cemburu ya namanya?" kata Tiara Polos


Barry tertawa terbahak-bahak membuat Tiara menyungingkan bibir nya..


"iya sayang, itu namanya cemburu, aku seneng kok kamu cemburu, tandanya kamu sayang aku" kata Barry sambil memeluk Tiara


Tiara merasa tersiu malu...


Makanan datang dan mereka mebikmati makan siang bersama...


"Habis ini aku meeting sama Klien sayang, kamu balik kantoe sendiri gapapa?" tanya Barry


"gapap kok, kamu meeting sama Pak Fardhan?" Tanya Tiara


"Enggak kok, cuma sama Andin, Fardhan standby di kantor dulu" kata Barry


"oh gitu, Dimana Meetingnya?" Tanya Tiara penasaran


"Disini" Jawab Barry singkat


uhuk uhuk uhukkkk


Tiara tersedak makanannya sendiri..


"hem pelan-pelan maka nya, kalo kurang bisa nambah" ucap Barry sambil menyodorkan minum


"minum dulu" ucap Barry


Usai menengak minumannya Tiara merasa lega...


"hem bukan karena itu! kamu yakin meeting disini? kan aku ada disini Barr" kata Tiara agak sedikit panik


"Aku meeting jam 1.30 sayang, ini masih jam 12.20" ucap Barry tersenyum melihat kepanikan Tiara


"huh Syukurlah, ayo lanjut makan" kata Tiara yang langusng menyantap kembali makananya


Tidak membuang Waktu yang akan terbuang sia-sia Tiara dan Barry menghabiskan Waktu di restoran tersebut dengan obrolan berfaedah..


********


"Sayang udah jam segini aku balik kantor yaa?" kata Tiara yang pastinya merasa tidak enak dengan team work nya


"lima Belas menit lagi ya sayang?" pinta Barry


Barry menghela nafasnya Kasar


"huh baiklah, kamu Hati-hati yaa aku anter sampe depan" Kata Tiara mengangguk


"ehh tunggu" Kata Barry sambil menarim Tiara Hingga kepelukannya, lalu di kecup Kening Tiara dengan Cukup Lama...


ngeekkk


"Astaga...hem Maaf Maaf...!"


Deng!!!!


Masih dalam posisi berpelukan, dan bibir Barry menyentuh kening Tiara...


Tiara dan Barry menoleh ke arah sumber suara.. Jantung Tiara berdebar sangat kencang, aliran darahnya seolah berhenti seketika menatap seseorang yang baru menampilkan kepalanya dari balik daun pintu...


Dengan Rasa Malu dan sedikit Rasa Takut, seseorang itu memundurkan kepalanya dan kembali menutup pintunya...


"Barry ini gimana? kita kepergok!" kata Tiara yang sangat pucat, gemetar karena panic


"ini kenapa kamu jadi takut banget si, tenang lah" kata Barry mengusap bahu Tiara


"diam disini" Perintah Barry lalu ia melangkahbke ambang pintu, menarik pintu kaca rersebut..


"Masuk!" Kata Barry lalu kembali beranjak ke dalam..


Mendengar kata itu Tiara berlari ke balik pintu mencoba menahan pintu..


"Sebentar jangan masuk dulu" kata Tiars sambil menahan pintu agar tidak terbuka oleh tubuhnya...


"kamu apa-apaan si Ti, Biar dia masuk, kita harus jelasin ini" Kata Barry sedikit kesal


"aku belum siap" Kata Tiara sambil menggelengkan kepalanya


"mau sampai kapan?! aku gak bisa begini terus!" kata Barry yang sudah sangat emosi melihat sikap Tiara


Tiara meneteskan Air matanya


"Aku takut ini akan jadi masalah Barry, aku belum siap,, aku takut akan cemooh orang-orang! aku takut kamu malu"


"sudah sering aku katakan, JANGAN BICARA BEGITU!!!!!"


MINGGIR, biarkan dia masuk atau Aku akan beritau seluruh karyawan tentang hubungan kita!!!


Dengg


Tiara semakin gundah, Jantungnya kembali berdebar kencang, pikiranya sudah terbang jauh kemana-mana...


"Baik, Tapi aku Mohon ancam dia agar menjaga Rahasia ini sampai aku siap" Pinta Tiara


"Baiklah, tapi aku mohon secepatnya kamu memantapkan hati, aku mau kita segera menikah!"


Deng


yaa Tuhan Barry, apalagi ini... Kamu benar-benar mau bikin aku jantungan dan cepat mati kayaknya....


Batin Tiara


"Bagaimana?" Kata Barr memastikan


"hemm iyaa akan aku mantapkan hati ini Barry, akan aku coba untuk menbuang rasa Trauma aku soal pernikahan.. Tapi tolong jangan terlalu terburu-buru" Kata Tiara tertunduk karena merasa gugup


Barry tau Tiara sangat Gugup bahkan sedang merasa ketakutan akan masalalunya pun menghampiri Tiara, memeluk Erat Tiara...


"kita akan baik-baik saja sayang...." kata Barry sambil berkali-kali mengecup kening Tiara..


Tiara hanya mengangguk dsn berharap semua akan baik-baik saja sesuai kemauan dirinya juga Barry.......


"buka pintunya, suruh dia masuk, kita disini berdua, ruangan ini gak terlihat dari luar meskipun kaca, jadi jangan sampai membuat dia mikir kita mesum disini" Kata Barry terkekeh


Tiara langsung melepas tubuh Barry..


"memalukan!" kata Tiara sambil merapihkan rambut dan Pakaiannya yang tidak berantakan itu..


Barry hanya terkekeh melihat Aksi kekasihnya ketika Merasa panik...


"Diam!! kita lagi kepergok dan kamu malah cengegesan???? nyebelin!" kata Tiara kesal


"kita kepergok karena kita punya hubungan yang baik sayang, bukan kepergok lagi bercumbu sama istri atau suami orang" Kata Barry


"tau ah..." kata Tiara kemudian memalingkan tubuhnya menghadap pintu yang siap ia buka...


*******


***********


**************