
Dalam perjalanan...
"Sayang aku ga enak loh sama Vita, dia kayaknya ga nyaman kalo ada aku dan Syifa" kata Tiara membuka obrolan baru
"biarin ajalah, pusing amat sih mikirin orang" Kata Barry
"lagian kamu kan cemburu sama sikapnya, ngapain mikirin perasaanya?" kata Barry sambil menoleh ke arah Tiara
"Aku ga cemburu" Kata Tiara menggelak
"Yakin? entar ngomel ngomel lagi" kata Barry meledek sambil tertawa
"gak lucu..." kata Tiara kesal, namun ia mebgingat sesuatu hal yang harus ia tanyakan pada Barry...
"Sayang, Kenapa kamu nerima Prasetya jadi sekertaris Fardhan?" Tanya Tiara serius
"kenapa nanya dia?"
"pengen Tau aja..."
"oh itu kamu tanya aja sama Fardhan langsung, dia punya alasan sendiri merekrut Si setengah mateng itu"
plakkkk
"awwww sakit sayang"
kata Barry mengusap lengannya
"Lagian kamu ngatain dia setengah mateng! emang kamu mateng?" Kata Tiara kesal
"Mateng lah, mau bukti??? kita nikah besok" kata Barry dengan ledekannya
"Apaan siii!! selalu deh ngomonginnya Nikah sekarang, Nikah besok, kamu pikir pernikahan itu untuk main main????!!!" kata Tiara kesal
"Lah kan jadi ngambek... gak gitu maksud aku sayang" Kata Barry memelas
"yaudah gausah ngomong gitu lagi, nanti kalo udah ada waktunya juga kita nikah" kata Tiara masih sedikit kesal
"kapan?" Kata Barry
"kalo kamu serius, awal tahun lamar aku.." kata Tiara yang memang sudah memikirkan masak-masak
"Siapppp... jangankan awal tahun, Besok juga Ready" kata Barry dengan rasa semangatnya...
mendengar kata Besok Tiara langsung membulatkan matanya membuat Barry tertawa cengengesan..
*******
kenapa aku jadi mikirin Prasetya?
kenapa aku merasa sangat hiba, padahal cuma denger cerita nya tentang ibu nya sakit..
terus kenapa dia gak mau pulang sedangkan ibunya sakit disana....
Tiara tengah memandang langit kamarnya, entah kenapa ia memikirkan Prasetya yang menangis karena ibu nya jatuh sakit...
"ngapain lo bengong" Kata Syifa yang baru saja keluar dari kamarn mandi.. Yaa Syifa menginap di rumah Tiara malam itu
"gapapa... ke ingetan sama Prasetya deh gue" Kata Tiara Jujur...
"hahhhh lo mah kebiasaan, lagian lu juga percaya aja minjemin dia uang sebanyak itu?" kata Syifa kemudian duduk di kasur Tiara
"gue liat dari matanya, dia bener-bener butuh uang, bahkan ga cuma uang, gue yakin dia juga butuh temen cerita... " kata Tiara
"terus rencana lo apa?" kata Syifa sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk
Tiara menggeleng membuyarkan pikiran jeleknya...
"gue akan tunggu dia cerita ke gue soal masalahnya..." kata Tiara sambil menganggukan kepalanya
***
Pagi datang...
Tiara bangun tidur pukul 8 pagi, setelah sholat subuh Tiara kembali melanjutkan Tidur nya, seperti kebiasaan dikala libur bekerja...
Tiara Turun dari kamarnya setelah ia mandi..
Celana pendek se paha dengan kaos berwarna putih..
Sementara Syifa sudah lebih dulu bangun dan membantu Ibu Sulis memasak..
"Ciyeh yang lagi gemar belajar memasak" ledek Tiara melihat Syifa sedang sibuk dengan spatula di atas wajan
"tuhkan Bu, dia bangun! pasti ngeledek" kata Syifa merasa malu dan sedikit kesal
"sayang biarin dong dia belajar masak" kata Ibu Sulis
"iyaa iyaa, yaudah aku kedepan yaa mau siram teman-temanku" Kata Tiara yang memang menanam Mawar putih di sudut halamannya
Tiara berjalan keluar rumah menuju halaman rumahnya yang tidak terlalu besar namun cukup terawat..
Saat Tiara Asyik menyiram tanamannya seorang menaiki motor lewat sambil melempar sebuah Batu, dan menggenai mobil hingga alaram mobil tersebut berbunyi..
Tiara sangat terkejut dengan kejadiaan yang begitu cepat itu..
Tiara hendak masuk namun Ibu Sulis dan Syifa terlebih dahulu keluar, Ibu Sulis keluar membaaa kunci dan mematikan alaram tersebut...
"kenapa dia bunyi? gak ada gempa kan?" kata Syofa heran
Begitu juga Tiara dan Ibu Sulis..
Namun Tiara mendekat, melihat gumpalan putih di dekat ban mobil milik nya..
Diraih bulatan tersebut yang cukup berat..
Dengan jantung berdebar Tiara menbukanya perlahan...
JANDA MURAHAN
Tiara menutup mulutnya, tubuhnya terasa lemas kala itu...
Ibu Sulis dan Syifa menghampiri, Syifa meraih kasar kertas tersebut..Ibu Sulis pun ikut membacanya...
mereka tentu sangat terkejut, Ibu Sulis segera memeluk anaknya erat, memapahnya ke dalam di bantu juga oleh Syifa...
Setelah duduk..Syifa memberikan Tiara segelas air putih, berharap Tiara akan lebih tenang...
"Lo lagi ada masalah sama seseorang?" Tanya Syifa
Tiara menggelengkan kepalanya
"kata-kata itu ternyata masih melekat pada diriku" kata Tiara menitihkan air matanya
"Udah lo tenang aja, jangan di pikirin, ini kerjaan orang iseng"bkata Syifa
"Sayang tenang yaa, ibu berusaha jaga kamu nak" Kata Ibu Sulis memeluk erat Tiara...
Mereka pun berusaha menenangkan Tiara, meski akhirnya Tiara jadi merasa badmood namun setidaknya Tiara masih mau berbicara dan menyantap sarapan pagi..
Pukul 10 mereka bergegas menuju Salon milik Ibu Sulis yang cukup besar dan terkenal di kota jakarta..
Tiara mengendarai mobil milik Keluarga Tiara, meski terparkir pula mobil milik Tiara pemberian dari Adam...
Tiara enggan memakainya karena merasa aroma tubuh Adam serta kenangan mereka sangat melekat pada mobil tersebut..
Mereka Tiba di salon..
Tiara menarik tanggan Syifa, sementara Ibu Sulis lebih dulu masuk ke dalam...
"jangan bilang siapapun soal teror tadi, gue gamaau buat mereka ikut sedih... please" kata Tiara memohon
"okey... tapi lo harus tenang, lo gak boleh pikirin terlalu dalam, entar lo sakit"kata Syifa dengan tulus
Tiara mengangguk sambil tersenyum..
"makasih syif" ucap Tiara
Tin tin...
Suara Klakson mobil berbunyi seiring datangnya mobil ke area parkir itu..
"mama dan Risa datang... Rubah raut wajah lo atau Risa akan mudah menebak kalo lo lagi ada sesuatu yang lo pikirkan..." kata Syifa pada Tiara..
Tiara menghela nafasnya agak kasar, ia mebcoba menetralkan semuanya...
Risa dan Ibu Erna keluar dari mobil yang mereka tumpangi..
"mah" sapa Tiara dan Syifa lalu mencium tanggan Ibu Erna
"Riss.." Sapa Tiara pada Risa
"Ayo masuk" Ajak Tiara
"Ayo panas banget ini" Kata Risa berlari kecil...
Merekapun menikmati beberapa treatment terbaik dari salon tersebut.. Tentu bagi Tiara dan Syifa ini adalah hal yang sangat membahagiakan, bisa memanjakan diri bersama calon mertua dan adik ipar...
Usai melakukan Treatment mereka telah memesan makanan lewat aplikasi, mereka memutuskan makan siang bersama di salon karena keterbatasan Waktu masing-masing..
Setelah semua selesai mereka membubarkan diri satu persatu sesuai dengan rencana masing-masing...
Risa dan Ibu Erna kembali pulang kerumah mereka...
Syifa menunggu Fardhan di salon karena mereka akan pergi untuk menonton bioskop..
sementara Tiara pergi ke Cafe menggunakan Taxi online..
Hanya Butuh waktu 30 menit Tiara Tiba di Caffenya..
Ia mulai di sibukkan dengan laporan pemasukan hingga pengeluaran caffe..
pintu ruangan Tiara terketuk...
"yaa masuk" kata Tiara mempersilakan...
"Kak, ini ada paket" Kata Citra salah satu karyawan keercayaan Tiara
"Dari siapa cit?" tanya Tiara penasaran
"entah kak, tadi kurirnya cuma nyampein ini untuk kaka" kata Citra memberikan sebuah kotak berwarna pink dengan pita di atasnya..
" oh yaudah makasih ya" kata Tiara menerimanya
Setelah Citra keluar, Tiara mulai membuka Kotak tersebut perlahan..
"Astagfirullahhh" Kata Tiara Terkejut membuka kotak yang baru saja ia terima..
********
Guys, ayok kasih aku semangat, supaya aku jadi makin semangat buat up sehari lebih dari 2 eps heheh...
dan yang udah Vote, komen membangun, like.. aku ucapkan terimakasih, semoga kalian sehat selalu yahh 😍😘😘😘😘😘
guys, aku gak akan menghadirkan pelakor atau yang cewek direbut sama laki lain (namanya apa si?)hahaha
Tapi tetep yaa bumbu-bumbu penggoda harus hadir biar gereget.. hehe tapi ga cuma itu nanti kita selipin konflik lain, ingat hanya bumbu pendamping kok ga aku jadiin bumbu utama dalam sajian novel ini hehehe...
❤❤❤❤❤ buat kalian yang terus dukung aku.. makasih yaa 😍😘