
Risa memutuskan untuk melepas gengaman Reza sebelum ada yang melihat, Reza hanya tersenyum melihat sikap malu-malu Risa..
Mereka duduk di sofa yang nyaman..
Risa terlihat memainkan ponsel begitu juga dengan Reza..
kamu cantik
Pesan singkat di kirimkan Reza yang duduk di sofa sebrang Risa..
mendengar ponselnya berdering tands panggilan masuk membuat Risa meraih ponselnya, membaca pesan tersebut dengn senyum simpul mengembang..
gombal aja bapak satu ini π
Tiara masih sibuk berbincang dengan Ibu juga Nenneknya, Tiara kemudian beranjak membuat teh untuk Nenek dan Ibu nya di Table yang sudah tersedia beberapa jenis Teh juga kopi..
Gak gobal.. hehe
jarang liat kamu pake baju santai sporty gitu, rambut di ikat.. fresh πππ
hehee Iya soalnya biar lebih santai aja, kebeneran cuaca juga lumayan dingin...
Kan ada aku.. mau aku pelukk? π¬π¬π¬
Astagfirullah bukan muhrimπ
ciyeh, kalo gitu cus deh aku jadiin muhrim aku π
Reza Stoppp!! Jangan gombal mulu ihh, gak kuat nahan mau ketawa tapi gak enak sama mereka ππππ
Risa masih dengan pipi meronanya, wajahnya di hias senyum mengembang.. Begitu juga Reza, ia menatap ponselnya dengan wajah tersenyum senang, lelah tubuhnya seakan sirnah begitu saja.. Biasanya saat menunggu jadwal keberangkatannya, Reza bisa tidur mengistirahatkan tubuhnya, tapi kali ini berada bersama Risa seolah tubuhnya bangkit dengan power yang luar biasa itu..
"Heh kalian, senyum - senyum gitu natap ponsel!! jangan-jangan kalian chatingan yaaa" Ledek Tiara dengan nada bercanda..
"Apaa sii tii nggak lah" Elak Risa namun Tiara juga tidak menganggap ucapannya serius kala itu..
kenapa ga jujur aja? biar yang support kita banyak...
Risa membaca pesan itu dengan senyum kecil..
suppott macam apa? kedua kakakku pasti ga setuju Zaa... - Batin Risa memilih tak membalas pesan itu.
Risa beranjak ke Table set, ia ingin membuat kopi kemudian Reza menyusul..
"kenapa ga di bales?" tanya Reza mengagetkan
"Mau buat kopi dulu, mau?" Tanya Risa sambil menoleh ke arah kanan
"boleh, gulanya satu saset aja" kata Reza
"gak kepahitan?"
Pipi Risa merah merona, jantungnya berdebar.. Risa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya..
itu Risa sama Reza ngapain ? kayaknya mereka akrab banget yaa.. Apa jangan-jangan Eza modusin Risa ni.. hemm awas kau zaa berani modusin iparku - Batin Tiara menatap keduanya
****
Setelah satujam pesawat Delay, akhirnya mereka dapat terbang juga dan mendarat dengan sempurna dan selamat...
Dari Bandara menuju kediaman Nenek membutuhkan waktu sekitar 25 menit..
Kala itu mereka menggunakan Taxi..
Tiba Di Rumah Nenenk yang sangat asri, dengan pekarangan rumah yang bersih , luas dan sejuk membuat Tamu dari Jakarta yang singgah betah berlama-lama disana..
"Kamu Tidur sama aku ya Ris" Kata Tiars
"Oke kakak ipar"
" Yaudah ayo masuk..." Ajak Tiara kedalam kamar..
Kamar cukup luas, kadem dan juga bersih.. karena nenek memiliki satu pekerja yang harus memebersihkan rumahnya setiap hari..
Merasa lelah mereka berdua Tertidur, hingga sore hari..
Dua jam mereka tertidur namun ponsel Tiara berdering menganggu nyenyaknya tidur siang ini..
Tiara melihat ponselnya ternyata Barry yang menghubunginya.. mendengar percakaan Tiara membuat, Risa terbangun..
Risa menggeliat, memainkan ponselnya sementara Tiara dan Barry masih dalam panggilan telfon mereka
"aku mandi yaa" Ucap Risa pada Tiara kemudian di anggukan oleh Tiara
Tak lama kemudian, Tiara menutup ponselnya.. ia hendak membuka jendela kamar itu merasakan sejuknya angin sore..
Tiba-tiba suara ponsel berbunyi, Tiara berfikir jika ponsel dia yang berdering, nyatanya ponsel Risa yang memakai nada dering yang sama..
Rezaa?? Reza mana nii?? TaNya Tiara dalam hati. dengan cepat Tiara mengambil ponselnya, mencocokan nomer ponsel Reza sepupunya dengan Reza yang tengah menghubungi Risa..
Sama????! Ada apa ini? Apa mereka menjalin sebuag berkomunikasi? Astagfirullah masa si? tapi kenapa bisa? Ah kenapa curiga kalo Mereka saling menyimpan Rasa? ---
******
LIKE
KOMEN
VOTE