
Tiara terbangun setelah mendengar adzan subuh berkumandang.. ia lebih dulu masuk ke toilet membawa tespack di dalam sebuah kantung pelastik..
Tiara menatap cermin di toilet keringnya..
"Apa aku hamil?
"apa kamu sudah tumbuh di perut mama?"
Tiara seolah berucap pada dirinya sendiri..
Tiara mengambil satu dari tiga jenis tespack...
Tiara membaca cara penggunaanya, ia membacanya satu persatu, semua hampir sama cara melakukannya, menggunakan air pipis wanita itu...
Tiara mengambil sebuah mangkuk kecil yang biasa ia gunakan untuk melarutkan lulur mandinya..
Dengan berdebar ia menampung air seninya lalu kembaali ke toilet keringnya..
Bismillahirrahmanirrahim...
Tiara mengambil pipet tersedia untuk meneteskan lima tetes air seninya nya ke salah satu alat tespacak... kemudian ia teteskan lagi ke alat kedua... lalu terakhir ia menyelupkan satu tespeck kedalam wadah berisi air seni..
Jantungnya berdebar, wajahnya panik menunggu hasil yang akan ia dapati...
seolah menghilangkan kepanikannya ia membuang sisa air seni ke washtafel, mencuci tangannya...
Kemudian... mata Tiara terbelatak, tespack ketiganya sudah memberikan hasil..
Air matanya berlinang....
BARRY ATMAJAAAAA
entah apa yang Tiara lakukan, ia berteriak kencang memangil suaminya dengan nama lengkap nya...
Barry yang sudah samar-samar sadar dari tidurnya harus memaksa diri untuk bangkit dan membuka pintu kamar mandi dengan cepat...
"Sayang kenaaaaa----"
Tiara memeluk suaminya erat, sangat erat sambil menangis bahagia...
Barry melihat bebrapa jejeran tespack di atas table set toilet itu, dari kaca besar dan lebar di lihatnya sang isteri tersenyum dalam tangisnya...
Barry mendorong isterinya agar berada di sisi table marmer itu...
"Sayang ini maksudnya apa???" tanya barry yang jantungnya sudah berdebar cepat..
"Insya Allah, aku hamil mas" ucap Tiara kemudian mengundang senyum merekah, Barry memeluk Tiara erat..
Allhamdulillah...
Barry tak henti menghujani wajah isterinya dengan kecupan bahagia.. ia keluar kamar mandi untuk meraih ponselnya...
"Mas kenapa di foto"
"gapap buat keannag-kenangan" kata Barry bahagia
kemudian ia memiliki ide ..
ia meletakkan ponselnya agar mampu menangkap gambar dirinya dan sang isteri, Barry juga menyeting timer penangkapan foto...
Barry mendekati tubuh isterinya lalu mencium bibirnya... Barry menjulurkan tangannya yang memegang tespack ke arah kamera...
Yess sempurna!!!
Foto mereka berciuman mesra dengan tespack yang mereka tunjukan ke arah camera..
"Kita Sholat dulu mas" kata Tiara setelah mendapatkan beberapa foto yang cukup bagus...
Barry mengangguk lalu mereka pun bergegas untuk sholat..
Terimakasih yaa Allah, ini sungguh anugrah yang benar-benar luar biasa... Jaga mereka yaa Allah.. Lindungilah, sebarkanlah...
****
"kita make sure ke dokter nanti" kata Barry mengengam tangan isterinya
"Hari ini?" Tanya Tiara membuat Barry mengangguk
"kalo ternyata ada kekecewaan atas harapan kita bagaimana?" Tanya Tiara yang merasa takut
"Sssttttt.... ga baik bicara begitu.. aku yakin dia ada disini" kata Barry memegang perut isterinya
Tiara tersenyum lalu merapatkan diri bersandar di dada bidang suaminya...
"kamu mau makan sesuatu Hem?" tanya Barry
"hemm mau onde-onde mas" kata Tiara yang masih dalam dekapan suaminya
"beli dimana?"
"toko kue basah depan komplek ada mas" kata Tiara
"boleh aku suruh bibi yang beli? Tanya Barry hati-hati
Tiara mengangguk lalu Barry melempar senyum leganya..
****
Sarapan Pagi...
"tumben pagi-pagi ada kue basah disini" Kata Risa melihat onde-onde, lemper, kue soes, risolles, dan bebrapa kue lainnya
Ibu Erna datang
"Kamu jajan beginian Ris?" Tanya Ibu Erna heran
Risa menggelengkan kepalanya sambil memakan risoles itu..
"maaf ,nyonya... itu pesenan Tuan Muda" kata Bibi yang baru saja datang membawa buah-buahan
"Barry?!?" Tanya ibu Erna heran, karena anaknya itu tidak suka makanan manis, bersantan, gorengan, juga makanan seperti itu...
"Mah jangan-jangan....." kata Risa mengingatkan sesuatu hal
"jangan-jangan apa???" Tanya Barry datang dengan pakaian santainya, di belakang mengekor Tiara dengan dress hitam bermotif bunga-bunga kecil
"Sayang gimana????" kata Ibu Erna tak memperdulikan Barry
Tiara mendekat, memberikan sebuah kantong plastik berisi tespcak yang semalam ibu Erna dan Risa berikan..
Ibu Erna meraih dan membukanya, Risa dengan cepat mendekat ibunya...
"Yaa Allah Allhamdulillah....." ucap Ibu Erna menahan haru nya
Tiara tersenyum lebar dengan cepat Ibu Erna mendekat dan memeluk menantunya..
"Selamat sayang, kita ke dokter sekarang yaa" kata Ibu Erna penuh antusias
Risa dan Bibi pun mematung sambil tersenyum bahagia...
"Selamat Kaka iparkuu" kata Risa memeluk Tiara
"Non Tiara selamat yaaa, bibi siap kalo non ngidam sesuatu" kata Bibii yang takut memanggil Tiara Nyonya karena Tiara tidak nyaman di panggil nyonya..
"makasih bii..."
"yaudah makan dulu sayang, tuh onde-onde nya" kata Barry tersenyum bahagia
"Barry kamu harus sabar ngadepin isteri hamil, jangan cuma doyan bikin nya doang" kata Ibu Erna membuat Barry merasa malu..
Tiara dan Risa hanya terkekh pelan saat itu..
di balik dapur bibi pun merasakan kebahagiaan di pagi hari itu...
***