
Tujuh hari berlalu..
Hari ini di kediaman Atmaja nampak sedang menyiapkan sebuah acara..
yaa Acara syukuran atas kelahiran Puteri pertama Barry juga Tiara..
Baby Al sapaannya..
wajah cantiknya benar-benar menurun dari Tiara, namun postur tubuh tinggi dan hidung macunh tentu Barry lah pemenangnya..
Tiara mengenakan baju berwarna soft pink senada dengan tema yang di gelar hari ini..
Baby Al menggunakan dress pink ala baby dengan balutan bandana soft dengan bungga merekah di tepi kiri bando.. Barry menggunakan baju Koko berwarna soft pink, tidak ada kesan feminim jika Barry yang mengenakannya, tubuh putih kekarnya memang pantas saja di padu padankan dengan warna apapun...
Acara tidak berlangsung lama, hanya sekitar dua jam saja meninggat Tiara masih harus beristirahat pasca melahirkan, usai acara Tiara kembali ke kamarnya, mengganti pakaiannya di temani oleh sang ibu juga mertuanya karena merasa rindu dengan cucunya...
Tiara memang terlahir sebagai anak satu-satunya, namun tidak membuatnya menjadi seorang yang manja apalagi pemalas..
"Sini biar ibu bantu" kata Ibu Erna melihat Tiara tengah mengancingkan pengait korset
"Ini udah kok Buu" kata Tiara akhirnya menyelesaikannya
"Tiara ... itu temen-temen mama pada nanya loh resep pasca melahirkan kamu itu apa, badan makin singset, wajah terawat.. mama sampe pusing mau jawab apa" kata Ibu Erna
"kuncinya bahagia sama bersyukur mah... " kata Tiara kemudian memakai pakaian rumahan, drees berbahan spandek berwarna Dongker
"Ah kamu bisa aja"
"Kalo aku ga pandai merawat diri, nanti Mas Barry cari perempuan lain mah" kata Tiara jujur
"Mama kebiri dia" ketus Bu Erna
Tiara dan ibu Sulis hanya tertawa mendengar ucapan ibu Erna yang cukup menohok itu..
Tiara memang rajin merawat dirinya, mungkin karena edukasi dari sang ibu sejak usia diri tentang merawat tubuh itu penting, hingga itu terbawa hingga saat ini..
Saat hamil Tiara rajin mengolesi perutnya dengan cream anti strecmark atau dengan minyak zaitun.. bahkan setelah mandi pun ia tetap mengolesi bagian perut hingga pinggul..
usai melahirkan ia juga tetap melakukan hal itu, di tambah menggunakan korset agar cepat menggembalikan perut ratanya..
bahkan ia juga sudah mengatur jadwal untuk berolah raga ringan dirumah setelah empat puluh hari agar tubuhnya kembali kencang..
****
Hari berganti..
Kegiatan baru Tiara ialah menjemur baby Al di halaman belakang, sebenarnya tidak di anjurkan bagi wanita pasca melahirkan naik turun tangga.. namun Tiara akan turun kebawah pada pagi hari dan akan menggunakan kamar tamu sampai malam nanti... segala keperluan baby akan di bantu oleh pengasuh Al...
"Sayang ini sarapannya" kata Ibu Erna membawakan nampan berisi satu mangkuk salad sayuran dan telur rebus serta susu almond + kurma...
"Waw... makasih Mama, kayaknya aku bisa kekenyangan nih" kata Tiara melihat satu mangkuk full salad sayur
"gapapa dong, biar cucu mama cepet besar" ledek ibu Erna sambil menatap sang baby di atas sebuah matras bayi
"Mas Barry sudah selsai sarapan ya mah?" Tanya Tiara
"Tadi sudah, itu lagi ngobrol sama Fardhan"
"Kangen yaa cariin aku" kata Barry tiba-tiba muncul
pukulan keras untuk Bary dari ibu erna
"Ngagetin aja!" kata ibu Erna
"Sorry mah.." kata Barry lalu mendekatin anaknya
"Hay gril... Daddy berangkat kerja yaa, baik-baik dirumah sama mami... " kata Barry pada anak semata wayang nya yang baru berusia delapan hari itu..
Barry lalu menghampiri isterinya yang juga tengah menjemur dirinya meski tak langsung tersorot sinar matahari
"Aku ngantor ya sayang"kata Barry di angguki oleh Tiara
Cups! kecupan di kening Tiara
Tiara mencium pundak tangan sang suami
"Hati-hati mas, jangan telat makan yaa" kata Tiara
"iya sayang.. i love you" kata Barry
"Love you too.. " jawab Tiara yang kini terlihat sudah tidak terlalu malu meski ada orang lain...
Tak lama Risa datang.. dan menghampiri baby Al
"Tayangnya onty... aku kerja dulu yaa, meski ada kamu disini bikin aku males kerja" kata Risa jujur
"emang males aja kali" celetuk Barry
"Iya males Ama kak Barry" kata Risa kesal
lalu Risa meraih tangan ibu Erna, mencium pungung tangannya agar bergegas menuju kantor
"Aku pergi, Assalamualaikum" kata Risa
"Aku juga yaa, kalian baik-baik dirumah, Assalamualaikum
Salam itu terjawab sudah dan pergilah penghuni rumah dengan aktivitas nya masing-masing...
Syifa kini bergabung bersama Tiara dan ibu Erna, setelah suaminya juga bergegas pergi ke kantor...
***
Risa menuju rumah sakit, dengan menyembunyikan rasa kecewa di hatinya..
sudah hampir enam bulan Risa tidak bertemu dengan Reza...
Reza memang membuat Risa kecewa karena tidak bisa menempati janjinya untuk berkunjung dua bulan sekali...
Namun terabaikannya janji itu tentu sangat beralasan..
Meski begitu, Risa begitu puas jika keseharian nya Reza selalu menyempatkan diri menyambungkan panggilan video, setidaknya itu mampu mengurangi rasa rindu teramatnya...
Namun sejak malam hari Reza tidak seperti biasanya, menghilang tanpa jejak..
Risa tidak dapat menghubungi ponselnya, namun Risa selalu berfikiran positif agar aura dalam dirinya tidak berdampak buruk bagi orang lain...
****