Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS 2 - END BONUS 3


Pagi itu entah mengapa Alesha tengah uring-uringan.. hingga seisi rumah membantu menghiburnya, namun ia tetap Al merengek..


"mom... mommy ..." Al selalu merengek ingin bersama dengan Tiara .


hamilnya sudah sangat besar membuat Tiara tentu sedikit khawatir jik harus meladeni Al sepenuhnya dengan sikap aktiv anaknya itu..


Karena anaknya sudah merengek hampir setengah hari, Tiara akhirnya turun tangan menenangkan anaknya..


Mas hari ini Al rewel banget.. bisa kamu pulang cepet?


pesan singkat di kirim Tiara kepada suaminya..


iya sayang jam makan siang aku pulang, see you darling!


Tiara merasa kelelahan baru lima menit meladeni Al bermain sebuah sandiwara..


kali itu Al berperan sebagai penjual sementara Tiara di minta menjadi pembeli..


Kamar bermain Al cukup besar dengan segala permainan berada di dalamnya..


"Mom, mom naik posotanya ya?" pinta Al dengan gaya bicara nya yang begitu lucu


"Gak bisa Al, mommy kan ada dedek bayinya, nanti sama Daddy aja ya" kata Tiara melihat ukuran perosotan dengan postur tubuhnya itu


"yaudah mommy cepat bayar" tegur Al karena Tiara berjalan dengan kaki di lipatnya, ia berjalan menggunakan lutut far menyesuaikan besarnya troly belanjaan mininyang Al punya..


"Non Al, kasian mommy capek" tegur pengasuhnya


"sus diem ih, mommy gapapa kan mom?" kata Al seolah tak ingin Tiara menyudahi permainan mereka


"mommy gapapa sayang..." kata Tiara mengalah..


Al kini tengah bermain di Playground mini di ruangan tersebut, Al menaiki perosotan yang berdampingan dengan ayunan mininya itu..


"Al....mom gak suka ya kalo Al naik ini kenceng-kenceng" kata Tiara saya melihat ayunan itu mengayun dengan kencang


"Nanti kamu jatuh" Sambungnya


"don't worry mom, itu kan empuk" kata Al menujuknke ayah playmat dengan bibir monyongnya


namun sepertinya kekhawatiran Tiara menjadi sesuatu yang nyata..


secara tiba-tiba tuas kanan ayunan itu terlepas dari kaitannya.. hingga Tiara melihat jelas jika Al akan terjatuh..


Tiara memajukan badannya dengan sedikit merangkak dari posisi duduknya yang persis berada di sebelah sisinya..


namun siapa sangka, Al lebih dulu terjatuh tersungkur...


"Akkkhhhh" keluh Tiara


Ternyata kepala Al mengenai perut buncit Tiara dengan cukup kencang..


"ibu..." kata pengasuh Al..


"Mommy....mommy im sorry" kata Al melihat raut wajah dan mendengarkan keluhan Tiara yang kesakitan..


"Mba, sakit ... telfon Daddy Al.." titah Tiara


"ibu kita ke rumah sakit dulu aja Buu" pinta pengasuh Al..


"astagfirullah sakit banget" kata Tiara..


Al pun keluar kamar itu, berlari cukup kencang namun tiada yang tau kemana larinya Al..


"Astagfirullahaladzim ibu.. ibu pendarahan" kata pengasuh Al itu..


"Astagfirullahaladzim" kata Tiara mulai melihat daerah kewanitaan nya..


"Toloongggg... Bibii.... biii" teriak pengasuh Al sambil berusaha membantu Tiara agar bangun...


Tiara meulai menangis, kini sandal rumahnya sudah basah oleh darah, wajahnya sudah penuh keringat, bibirnya pucat, air matanya mengalir.. Tiara berusaha tidak bersuara menahan sakitnya..


Saat Tiara hendak keluar di papah oleh bibi dan pengasuh Al.. tiba-tiba Syifa bersama Al berlarian menembus pagar sambung rumah keduanya..


"Astagfirullahaladzim Tiaraaa" kata Syifa panik


"Ke rumah sakit, mana?? mana kunci mobi???" kata Syifa panik sehingga ucapannya tak tertata rapih


Satpam yang melihat kegaduhan di ambang pintu pun menghampiri..


"Astagfirullah ibu" panik satu satpam..


"Joni mana Joni.. " kata Syifa


"Joni libur non" kata satpam itu..


"Biar saya yang bawa" kata Syifa menuju mobil Tiara setelah bibi memberikan kunci mobil


"Buka gerbang" titah Syifa..


"Al, denger Tante.. Al harus stay at home bersama sust.. Tante dan bibi harus cepat bawa mom ke rumah sakit.. Al temenin Aufa juga" kata Syifa berkata pada Al karena Al terus mengekori nya


"Nooo... Al mau ikut.. hiks hiks" Al menangis tersedu-sedu...


"Aku ga kuat syif gelap" kata Tiara benar-benar merasa tak kuat lagi, pandangan nya kabur dan gelap perlahan...


hingga akhirnya


Tiara benar-benar pingsan...


"Yaa Allah...pak bantu" kata Syifa


"Al masuk,mba kamu ikut" pinta Syifa pada pengasuh Al..


Syifa menarik nafasnya panjang, kemudian ia menacapkan gasnya setelah satpam secara sempurna membuka gerbang besar kediaman Putera Atmaja itu ...


Dari kejauhan Syifa melihat mobil barry dengan cepat Syifa menghadangnya dan keluar dari mobil..


"Barrr... Tiara barr..." kata Syifa samb.mengetuk pelan bagian depan mobil.itu, dengan cepat Barry keluar..


"Tiara pendarahan, pingsan"


"Apa?" kata Barry dengan langkah seribunya membuka pintu belakang, ia melihat isterinya tak sadarkan diri berada di pangkuan pengasuh anaknya sementara Al berada di ujung pintu mengusap paha ibundanya, seketika Barry fokus pada celana pink yang Tiara kenakan sudah basah dengan darah..


"gue yang bawa" Kata Barry tak mampu berkata banyak Syifa mengerti pun langsung masuk ke dalam mobil bangku penumpang, ia juga segera menghubungi dokter Salsa diaman dokter itulah yang membantu proses persalinan dan pemulihannya dan Tiara pasca melahirkan..


"Bagaimana semua bisa terjadi?" kata Barry dingin, sambil menyetir mobil yang melaju sangat kencang...


"Daddy maafin Al.. Al nakal .." kata Alesha yang sudah menangisi Tiara sejak tadi


Barry diam seribu bahasa.. ingin marah pun tidak mungkin, Al hanya anak kecil berusia empat tahun, sikap manjanya muncul saat Tiara hamil tua, mungkin karena perhatiannya sedikit terabaikan oleh Tiara yang harus banya bedrest karena hamil kali ini ia mengalami bengkak pada kakinya ...


pikirannya kalut menyelimuti segala kemungkinan yang terjadi di pikiran Barry.... Barry terus memantau isterinya dari kaca yang mengarah ke arah isterinya..


Selamat kan isteri dan anakku yaa Allah...


****


like


komen vote yaa heheh