
"Aku benci kalian semuaaa, aku benciiiii" Teriak Tari tiba-tiba membuat semuanya terkejut
"Tarii, tolong tenang.. apa yang ka----"
"DIAM KAMU!!" Sambar Tari membuat Tiara tersentak kaget..
" Jaga bicaramu!!" Timpal Barry
"Kenapa kak? Kaka ga suka perempuan ini tersakiti hah??" kata Tari dengan menohok
Barry menjaga Isterinya dalam dekapannya...
"Aku kesal dengan dunia ini, seolah menolakku... Orang Tuaku membuangku di panti, Nenek dan Kakek tidak pernah mengerti semua kemauan ku.. dan Kamu kak Barry, kamu datang ke panti, kamu bersikap ramah denganku tapi ternyata kamu kembali membawa perempuan ini dan menikah, sekarang aku berada satu atap dengan mu, semua orang memusuhiku menganggap aku saja tidak!!!"
Tiara sangat Syok mendengar perkataan Tari..
"Istighfar tari.. Kamu terlalu termakan oleh obsesi mu sendiri..... Saya datang ke panti Karena ke inginan Tiara yang tengah koma, dan saya jelaskan pada kalian semua tentang hal itu... Saya ramah karena saya tamu, saya tau etitud... dan soal orang rumah ini, kamu yang memulai, kamu tidak sama sekali menghargai isteri saya, kamu membantah perkataan Bibi, kamu menantang adik saya... kamu hanya Baik dengan saya dan Fardhan!!! Apa pantas??? Saya mempertahankan kamu karena isteri saya, dia yang meminta agar kamu dapat memenuhi kebutuhan kamu... dan lagi, saya tidak suka kamu menganggap isteri saya sebagai benalu, asal kamu tau, Caffe yang sempat kamu datangi adalah milik isteri saya, sumbangan yang kami beri ke panti itu uang Isteri saya, lalu ke apa kamu sibuk menata semua itu ha?? Apa pantas???"
Barry mulai tersulut emosi, Tiara tak henti mengusap bahu dan dada suaminya mencoba menenangkan suaminya..
"Skarang siapa dalang dari semua ini" tanya Fardhan dengan ketusnya
"Nyonya Mala... Dia yang memintaku melakukan semua ini, karena dia kesal dengan sikap Nyonya Erna yang menolaknya mentah-mentah untuk tinggal disini"
"Astagfirullah... dia bohong Mas, aku sebagai saksi, mama ga seperti itu.. mama justru memberikan uang dengan nominal yang cukup, mama gak bisa Nerima mereka tinggal disini karena kemarin kita masih pakai kamar tamu" Kata Tiara bersuara
"Aku ga bohong Tiara, Neli sendiri yang bilang semua padaku, aku hanya disuruh dan aku akan mendapat bagian dari hasil jual rumah ini" kata Tari
"Buset dah, udah jelek matre lagi lu" celetuk Roy
"berapa si yang lu dapet? hah?" hardik Roy kesal
"hanya seratus juta, Ibu Mala bilang rumah ini laki Lima ratus juta dan aku berhak mendapat seratus juta" kata Tari polos
Roy tertawa jahat..
sementara Tiara, Barry dan Fardhan terbelatak mendengar ucapan Tari...
"mana ada rumah begini Lima ratus juta!!! harga rumah ini Dua Miliar!!! dasar otak Siput!!! bisa-bisa nya lu di boongin Kadal tua!" kata Roy kesal!
Satu jam Berlalu, Tari telah di amankan pihak berwajib, Barry menerima telfon dari nomer tidak di kenal..
"tidak!! tentu itu ga bener, tolong tahan ya..."
.......
"Baik.. saya kesana, tolong buat semua senatural mungkin Pak.. tunggu kami datang" Ucapan Barry dalam akhir sambungan Telfon tersebut..
"Ada apa?" Tanya Fardhan
"Tante Mala menjual rumah ini ke SANA Property, agency mereka nelfon buat mastiin ke gue, sekarang kita ke kantor SANA PROPERTY yaa..." Kata Barry
"Aku ikut" rengek Tiara
"Aku ga mungkin kan dirumah sendirian" kata Tiara memelas
"gimana Lo ikut gue Tii, kita Ke Rumah Sakit" celetuk Roy
Tiara mengangguk cepat, sementara Barry memicingkan matanya..
"yaa Allahhh gue tobat Ama bini sahabat gue barr, tenang gue jagain bini lu, kaga gue sentuh, paling gue pandang in doang" Kata Roy
"Sialan Lo" Barry menepak kakinya ke arah kaki Roy
"Kamu ke RS sama Supir ini yaa sayang, inget majikan duduk di belakang dan jangan bicara hal yang gak penting sama supir macem dia" Kata Barry menujuk Dia ke arah Roy..
Tiara hanya terkekeh, Sementara Roy hanya senyum sinis pada Barry...
***
gimana-gimana? tekanan darah masih aman lah yaa? hihii
btw udah tiga nii yah, habis ini ada satu lagi total hd 4 today hehehe
jangan lupa like komen dan Vote yah hihiiii
Btw selamat berpuasa bagi kalian yang menjalankan.... sehat selalu untuk kita semua.... 😘😘😘😘😘🙏