Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS 2 - Melamar


Setelah menerobos kemacetan yang membuat Kevin jengkel, ia tiba di sebuah kota besar, ia melajukan lagi mobilnya menuju sebuah kawasan elite di kota tersebut...


Rumah dengan pagar hitam besar dan tinggi menjadi tempat pemberhentiannya...


"Kev, ayo masuk" kata Seorang gadis yang telah menunggunya dengan raut wajah senang..


"Jalan macet ya?" ucapnya basa-basi


"Iya tol dalam kota cukup macet, dimana papa kamu?" tanya Kevin celingukan


"Ada sebentar aku panggiln yaa, silakan di minum.. jangan minum kopi terlalu sering, aku suka pria yang gemar air putih" ucapnya membuat Kevin tersipu malu, dengan semangat Kevin meneguk air putih di gelas sampai habis lalu ia menuang lagi air putih dari sebuah teko kaca hingga habis...


"Dia pasti makin suka sama gue" kata Kevin meski merasakan tak nyaman pada perutnya


"Abis ini pasti gue beser" katanya menyadari hal yang akan terjadi ...


tak berselang lama...


"Vin... maaf papaku lagi terima tel----"


ucapan itu tertahan melihat satu teko air mineral ukuran 1,5 liter habis tak bersisa


"Vin kamu ngabisin ini semua?" tanya gadis itu heran


"hehe iya, biar kamu makin suka sama aku" kata Kevin menjadi salah tingkah


Gadis itu menepuk keningnya..


"gak gitu juga Vin, kamu bisa beserrr" ucapnya khawatir


"sama kaya rasa aku ke kamu, udah beser banget" kata kevin asal


"besar Vin besar hahaha" katanya sambil tertawa...


"Aliceeeeee" suara seorang pria paruh baya..


"Papah...udah selsai ya telfonnya" kata Alice berdiri dari kursinya di ikuti oleh Kevin


"Papah, ini Kevin yang Alice ceritakan ke papa" kata Alice penuh bahagia


Kevin dan pak Lukman pun slaing bersalaman dengan saling melempar senyum...


"Dasar bohong!!!" celetuk pak Lukman pada Alice


deng!!!


kenapa nii papa Alice, kok bilang Alice bohong...


"Maksud papa apa?" kata Alice dengan sedikit perubahan raut wajah..


"Kamu bilang Kevin itu Kasep"kata pak Lukman membuat Alice salah tingkah dan Kevin sedikit minder merasa dirinya tidak Kasep (ganteng)


"Yaa standar Alice segini masuk lah pah" kata Alice palan dan sedikit ragu


"yaa bagi papa segini mah... hemmm yaaa Kasep lah, Kasep bangetttr malah" kata pak Lukman membuat Kevin dan Alice seolah terlepas dari sebuah ckeikan mematikan


"Ah papa ini" kata Alice jadi meras malu


"Duduk nak Kepin" kata Pak Lukman


yah sama nya juga manggin gue kepan.kepin -batin Kevin sambil duduk


"Alice ini suka cerita katanya kamu ganteng, lah kalo begini si ganteng banget lah, gagah.. mirip kaya papa waktu masih muda" kata Pak Lukman dengan sikap humorisnya


"papa bikin Alice malu aja" kata Alice dengan sikap manjanya


"ngapain malu" kata pak Lukman


"Maksud om giamana ya om?" kata Kevin gugup


"yaa saya justru bicara begini karena kamu pernah membuka suatu pembahasan serius terhadap anak saya... apalagi kamu sampe Bernai datang kesini dari Jakarta...ada niat lain bukan?Sok utarain" kata Pak Lukman membuat Kevin memucat , Kevin juga tengah menahan rasa ingin buang air kecil, di tambah rasa susahnya menelan Saliva nya..


keringat dingin seketika membasahi dahi Kevin...


"hemm omm... jadi hemm jadi gini om.. saya memang jatuh hati sama Alice om, saya berniat mau menjadikan Alice isteri saya om" kata Kevin dengan gugup...


"lalu?" kata Pak Lukman santai


"lalu saya boleh ga om ke toilet dulu, saya udah ga tahan" kata Kevin dengan konyol nya, membuat Alice menahan tawanya di balik telapak tangan yang menutupi bibirnya


"Haduh anak muda baru gini aja udah kebelet... yaudah cepat sana, Tuh di ujung sana toiletnya...." kata Pak Lukman menujuk


"misi ya om" kata Kevin berlari kecil ke arah yang di tunjuk pak Lukman


"Siram yang bersih, saya ga suka yang jorok-jorok" teriak pak Lukman membuat Kevin semakin tersulut rasa malu yang luar biasa...


sial sial kenapa jadi giniii... elu lagi tong, gak bisa apa tampung dulu ni air kencing...


malu banget dah gue., pasti gue dikira lagi boker deh, ah malu banget sih...... Batin Kevin sambil merasakan kelegeaan..


Kevin pun kembali duduk setelah prosesi buang air kecilnya terselesaikan sempurna..


"Udah ? lega? gede apa kecil?" kata Pak Lukman dengan humorannya..


"Saya pipis aja om" kata Kevin malu-malu


"ohh pipis, ya tapi saya tanya kan gede apa kecil , itu bisa mencangkul luas loh" kata pak Lukman


"oh punya saya ya om?" kata akevin polos membuat pak Lukman memukulnya dengan bantal sofa


"pikiran kamu ngeres sekali yaa di depan anak gadis saya" kata pak lukman


"maaf om maaf saya ga faham maksudnya" kata kevin gugup


kan dia yang bahas gede kecil, lagian pake nanya segala, entar juga anaknya tau sendiri- Batin Kevin kesal


"Yaudah gini aja deh nak Kevin, kalo kamu serius sama Alice, kapan mau di nikahin?" tantang pak Lukman


"Pah, kenapa buru-buru sih" kata Alice merengek


"Alice, papa udah tua, papa gatau sampe kapan usia papa... kalo kamu sudah bersama pendamping kamu, papa jadi tenang nak...


papa juga ga terlalu beban membesarkan anak gadis cantik papa penuh kekhawatiran di zaman yang udah edan ini" kata Pak Lukman dengan serius...


"Maaf om, jujur kalo saya sudah siap menikahkan Alice kapan saja om, terlebih usia saya juga sudah cukup om..." kata Kevin dengan yakin


"Bisa Minggu ini?" tantang Lukman membuat Kevin semakin mantap dengan jodoh yang datang penuh dengan misteri


"Siap om...." kata Kevin lantang


"Baik, saya akan atur semua disini, kalo bisa datangkan dulu kedua orang tua kamu kesini hari ini atau besok" kata Lukman


"Baik om, kalo begitu saya telfon mama saya dulu om, sebelum mama saya pergi ke Sidney nyusul papa saya" kata Kevin jujur


"Silakan... saya kedalam dulu" kata Lukman sambil menepuk bahu Kevin...


Tinggallah Alice dan juga Kevin..


"Vin.. aku gamau kita menikah karena ucapan papa tadi yang seolah menjebak" kata Alice lirih


"aku ga ngerasa di jebak Lice..Aku percaya jika jodoh adalah misteri yang akan terungkap segera, siapa yang nyangka kan kita ga pacaran, tapi saling suka dan sampe disini aku udah langsung bisa melamar kamu sendiri... " kata Kevin sedikit bangga pada dirinya


Alice bingung harus berkata apa, hatinya seolah sudah di sesaki rasa bahagia yang mendalam membuat Alice tak mampu berkata-kata banyak lagi...