Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Sikap Asli Fardhan


"Jadi apa yang terjadi semalam?"


"Yaa intinya si Tante Mala hanya terlalu terobsesi sama harta mah, dia ga siap untuk hidup susah, Tapi percaya deh mah Alice ga ada di balik ini semua, Alice justru yang menentang Tante Mala.. " Kata Barry


"Nah untungnya Mah, itu orang Properti kenal sama kita... Jadi dia konrim dulu ke kita, jadi Tante Mala tuh di tahan sama mereka,,,, Nah sekarang pihak kepolisian butuh saksi, Niatnya aku mau bawa Bibi dan Tiara, karena Tiara yang mendengar percakapan Tari dan Tante Mala..." Sambung Fardhan


"Sekarang Alice dimana?"


"mama tuh kasian sama dia, dari kecil selalu jadi boneka Ibunya, mungkin sekarang Tante Mala di tinggal suaminya karena sikap otoriter nya jadi suami jengah, malas dan akhirnya??? berontak kan?" kata Ibu Erna dengan tegasnya


"Alice semalam di antar Roy sama Kevin mah, kita udah ga kuat kalo harus nganter dia, ngantuk kita juga" kata Fardhan


Lalu Risa tersedak..


"Kak Kevin nemenin kalian?" Tanya Risa penasaran


Fardhan dan Barry mengangguk..


"ohh... Kakak gantiin tuh uang Kevin, dia bayarin aku di RS kemarin" kata Risa entah pada kakak yang mana


"Gampang, itu juga receh Ris bagi dia" kata Fardhan terkekeh kecil...


****


Usai makan, dan bersiap mereka semua bergegas menuju Kantor polisi..


kali itu mereka memilih menggunakan mobil masing-masing karena setelahnya mereka hendak melakukan hal tersendiri..


Di dalam mobil Ibu Erna ada Risa juga Bibi...


Apa kak Kevin mulai menjauhiku setelah aku cuek?! tapi apa dia akan tertarik pada


Alice???Ahh biarkan saja lah...


Terlalu bodoh jika aku mengharapkan Reza memang, tapi apa aku harus memaksakan hati untuk bersama Kevin sementara hati ini ga berpihak padanya? bukankah itu malah menyakiti kita????


"aaakhhh!!!" Kata Risa seolah penat dengan apa yang ia pikirkan


"Risa kamu kenapa??? sakit ya? kita ke dokter yaa! kata Ibu Erna panik


"Ah engga mah cuma mumet aja, Risa gapapa mah," Ucap Risa


"lanjut aja pak ikutin mobil kak Barry" kata Risa pada supir Ibu Erna...


*****


"Yankk ohh, kenapa cemberut gitu si"


Kata Fardhan yang tengah menyetir pada Syifa


"Kesel"


"Sama Aku keselnya?"


"bukan"


Fardhan mengerut kan dahinya


"Terus sama siapa dong??"


hahahahahaha


Fardhan benar-benar konyol, disaat Syifa tengah kesal ia malah menertawakan ekspresi wajah Syifa yang tengah kesal itu. .


"ketawa terus sampe kering tuh gigi" kata Syifa sambil berpaling ke jendela


"eh maaf dong sayangkuuu" Kata Fardhan mulai merayu


"ihh ilfeel aku sama kamu"kata Syifa


"bener ilfeel? aku kalo bangun tidur pasti mules sayang, nah di tandai sama Kentut gitu" kata Fardhan meledek


"aku mikir lagi deh nikah sama kamu" Timpal Syifa tak kalah asal


"apa si kamu ih ngomongnya sembarangan"


"yaa masa tiap pagi aku kena pencemaran udara, ogah.." kata Syifa kesal.


Hhahahah


"aku bercanda sayang, to tadi aku beneran mules" kata Fardhan mengulang


"Diem diemmmmm, kalo ngomongin itu lagi aku pindah nih ke mobil mama" Ancam Syifa


"iya iyaaaaa" kata Fardhan sambil terkekeh


***


"Tante... Alice mohon maafkan Mama, Alice ga tega Tante biarin mama mendekam di penjara" kata Alice yang sudah bercucuran air mata


"bicaralah pada kedua kakamu Alice, Tante sudah katakan, Tante itu akan hidup dengan pemberian anak-anak Tante , tapi kenapa Mama kamu malah melakukan hal konyol ini yang berujung menjatuhkan dirinya kedalam lubang kehancuran?"


"Alice sudah peringatkan Tante, Alice mohon dengan amat sangat kasihani mama Tante, hanya Tante yang mampu meluluhkan Fardhan dan Barry" Kata Alice dengan berderai air mata


"Alice! hukum akan berjalan, mungkin ini pelajaran untuk Tante Mala, kamu juga bisa membenahi diri atas cobaan yang hadir ini, koreksi diri agar jadi lebih baik, maaf aku pribadi tidak akan mencabut laporan ini" Kata Fardhan dengan tegasnya


"Kak Fardhan... Alice mohonn " Alice kini bersimpuh di kaki Fardhan


"Bangun!!" kata Fardhan sambil menegang lengan Alice


"jadilah lebih baik, percayalah ini gak akan lama... ini juga pelajaran untuk Tante Mala Lice" kata Fardhan


"kami akan membantu mu Alice, darah kakek nenek kita tetap mengalir menjadikan kita saudara, tapi aku mohon, berubah lah menjadi jati dirimu sendiri" kata Fardhan lalu menuntun Syifa untuk masuk kedalam Ruang introgasi menemui bibi..


Alice di peluk erat oleh ibu Erna, berharap agar beban dan kesedihannya berkurang...


Di Balik sikap homoris, romantis, dan sabar yang selalu ia tampakkan ternyata terselip sikap tegas pada Fardhan...


dan Aku semakin yakin akan dirinya....


****


sorry today cukup 3 yaa karena aku juga bantu mama mertuaku masak menu lebaran hihii kalo ga bantu ga di bagi aku entar wkwkw


jangan lupa like komen vote yah beb ...