
Di meja makan, Tiara sudah nampak membaik namun kakinya masih terasa dingin me gingat rumah itu menggunakan Full Ac...
Tiara menuju ruang makan terlebih dahulu , sementara Barry memilih mandi membersihkan diri..
"Kok sendirian, Barry mana sayang?" Tanya Ibu Erna
"Mandi mah, Mamaaaaaaaa" Tiarw menghampiri Ibu mertuanya dsn memeluknya
"Haduh kenapa jadi manja gini menantu mama" kata Ibu Erna
"Kangen Ibu, kangen mama" Kata tiara jujur
"Mama juga kangen, kenapa kalian sulit di hubungi sih?! apa kalian kerjar target sampai ga ada waktu angkat telfon mama? hemm?" Ucap Ibu Erna membuat Tiara tersipu malu
"ah engga bgitu mah, setiap mama telfon kita lagi jalan-jalan, sempet snorkling juga mam kita" kata Tiara bercerita dengan antusias
"Benarkah? kayaknya menyenangkan yaa.." kata Ibu Erna membuat Tiara mengangguk dalam pelukannya
"Terus gimana rasanya? masih sakit ga? sehari berapa kali?" kata Ibu Erna dengan santainya
"Mahhhh" kata Tiara Lirih menahan malunya sampai wajahnya merah merona
hahaha
"Sama mama jangan malu sayang, mama juga dulu begitu kok" Kata Ibu Erna kemudian Tiara melepas oelukan itu karena semakin merasa malu
"Barry kuat berapa lama sayang?" sambung ibu Erna
"Astagfirullah mahh, jangan gitu.. aku malu mah"
"ah kamu mah gitu, nanti ceritain mama yaa" Ledek Ibu Erna bangkit dari duduknya
"Kamu harus semangat biar cepet dapet cucu mama ini" Kata Ibu Erna menatap menantunya
"Ayoo makan dulu biar kuat nanti malam" kata Ibu Erna menarik tangan menantunya pelan..
"Risaaaa, Fardhann.. ayo makan" Ucap Ibu Ernah memecah keheningan...
***
Usai makan malam..
Barry dan Tiara berada di kamar mereka..
"Sayang, kamu masih marah?"!Tanya Barry hati-hati
"Aku ga marah, cuma kecewa ajah.. aku harap aku ga liat hal-hal kaya gitu lagi" kata Tiara jujur
"Aku juga janji berusaha semaksimal mungkin buat menjaga perasaan kamu sayang" Kata Barry menatap isterinya
Tiara tersenyum kemudian merebahkan tubuhnya menaruh kepalanya di paha yang tengah duduk meluruskan kakinya sementara tubuhnya tersender di difan tempat tidur..
"Besok kerja ya?" Tanya Tiara
"enggak deh, aku mau ke rumah ibu, Boleh ga?" Kata Tiara meminta izin suaminya
"Boleh, sama Risa aja ya dia kan lagi cuti" kaga barry
"iya deh kalo Risa mau, sekalian mampir ke caffe yaa sayang" kata Tiara lagi
"nambah terus tujuannya" kata Barry terkekeh
" Yaa habis biar aku ada kegiatan sayang" ucapnya..
"iya-iya boleh, sama Risa yaa.. nanti aku ngomong sama Risa" kata Barry mengusap Rabut lembut isterinya
"Makasih yaa... aku sholat dl ya" Kata Tiara menuju kamar mandi..
Tak lama berselang,
Tiara baru saja keluar dari kamar mandi..
Wajahnya sedikit berubah mimik, antara senang dan sedih juga rasa menahan tawa..
"loh katanya mau sholat sayang, kok malah rebahan" kata Barry melihat isterinya yang merebahkan tubuhnya di kasur
"Hemm aku haid sayang" Kata Tiara menahan tawanya, karena Barry nampaknya sudah sangat bernafsu sejak sore tadi..
"Apah??? kamu yang bener aja sayang" kata Barry
"Yaa bener lah" Kata Tiara terkekeh
"berapa lama?"
"bisa 5-10 hari, tergantung hormon sih" kata Tiara jujur
"Apaah???? itu gak salah sayang?? haid apaan 10 hari?" Kata Barry kesal
"yaa Haid datang bulan lah, kamu ini" kata Tiara dengan menepak lengan suaminya..
Barry terdiam, ia nampaknya sangat kesal..
Padshal.sejak tadi ia sudah menahan hasratnya itu..
Sabar tong sabar ,, solo Karier aja deh kita!
Batin Barry kemudian beranjak ke kamar mandi...
****
tuh kan Lima nii, limaaaa!!!! haha
mana Vote Like Komen yaaaa!!!!