Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Kecurigaan Bibi


Tiba di kamar nya Risa masih merasa kesal langsung membersihkan diri.. Bibi yang sejak kecil mengenal Risa buru-buru membuatkan makanan kesukaan Risa dan membawakan jus untuk Risa ke kamar..


Usai Mandi Bibi pun masuk membawa makanan tersebut..


"Non laper yaa, makan dulu non" kata Bibi membawakan sepiring mie tumis pedas


"waw makasih bii, bibi emang terbaik" Kata Risa


"itu tadi siapa?" Tanya Risa dengan malasnya


"itu yang gantiin Sari non, dia memang gitu non, kurang sopan.. Saya mau bilang tapi ga enak sama Den Barry, karena dia bawaan Den Barry" Kata Bibi sementara Risa sambil menyantap mie tersebut meskipun rambutnya masih terbungkus oleh handuk


"maksud bibi bawaan Kak Barry??" iyaa itu bawaan den Barry katanya karena dia anak panti yang pantinya sering di kasih donasi dari den Barry... kata Nyonya begitu cerita ke Bibi" Kata Bibi jujur


"ohh.. tapi kalo sikapnya kaya gitu mah ngapain di pekerjakan"


"Terus ini mama sama Tiara kemana?" Tanya Risa


" Kayaknya ke mall Non, piting kebaya katanya"


"feeting??? " kata Risa memperjelas


"iya non itu"


"buat?"


" kayaknya Buat den Fardhan lamaran deh non, Tapi bibi belum tau kapan" kata Bibi


"ohh gitu, ah semoga secepatnya ya bii.. biar rumah rameee" kata Risa


"Iya non bener" kata Bibi..


**


Sementara Itu, Tari tengah membersihkan lantai di lantai dua.. matanya terfokus pada Tiga kamar di atas..


yang tak lain adalah kamar Fardhan, Barry dan ruang kerja Barry..


Ia membukanya, lalu melihatnya takjup.. kamar itu lebih luas dari kamar Fardhan, terlihat di lemari kaca jejeran sepatu Tiara juga tasnya yang tersusun Rapih..


ohh ini kamar Den Barry dan Tiara, tapi kayaknya mereka tidur di bawah juga deh..


Tari semakin mendekat melihat beberapa pakaian Tiara tergantung dengan rapih..


Ia kemudian membuka laci di meja rias tersebut..


Terdapat satu buah jam tangan wanita, dan juga sebuah kotak perhiasan dimana isinya adalah sebuah set perhiasan yang merupakan mas kawin dari Alm. Adam.. Tiara memang membawanya dari rumahnya, mengingat rumahnya kini kosong jadi lebih baik ia boyong perhiasan itu kerumah Barry, dan belum sempat ia pindahkan kedalam berangkas sesuai perintah Barry...


Pikiran licik Tari mulai bermain di otaknya, namun ia tidak mengambil perhiasan tersebut, ia kembali meletakkannya dan keluar dari kamar itu.. entah apa yang ada di pikiran Tari kala itu..


Bibi melihat Tari menuruni tangga dengan sedikit terburu-buru..


"kenapa buru-buru?" tegur Bibi


"pengen pup" kata Tari beralasan


kemudian Tari berlalu, sementara Bibi merasa ada yang tidak beres, bibi menuju ke atas, ia mendapati pintu kamar Barry tidak tertutup sempurna, Wajar jika bibi menaruh curiga..


dengan Cepat Bibi mencabut kunci di bagian dalam l dan segera mengunci ruangan tersebut dari luar...


****


Pukul 06 sore Ibu Erna dan Tira sudah tiba dirumah memebawa cukup banyak belanjaan..


Saat Tiara hendak ke dapur mebuat susu dengan kandungan tinggi asam Folat.. Bibi Tiba-tiba mendekat dan membisikan sesuatu .


"Non maaf, kamar non yang di atas bibi kunci.. ini kuncinya.. karena tadi bibi yakin kalo Tari habis masuk kedalam kamar non dan Den Barry" ucap Bibi dengan sebar jantung yang luar biasa


"Astagfirullah, hemm makasih yaa Bi, nanti saya cek" Kata Tiara semakin merasa was was


Apa yang kamu rencanakan?? dan apa yang kamu mau Tar, harta? uang? Astagfirullah ...