
Dua Hari Kemudian...
Hari ini adalah Weekend dimana hampir sebagian besar karyawan kantoran mendapatkan libur bekerja... Begitu juga Dengan Syifa...
Hari ini ia berencana menyambangi Rumah Tiara...
Yaa... Syifa memang sangat berusaha sekali untuk membantu Tiara mengingat banyak kejadian penting dalam hidup nya..
Dengan Menumpangi Ojeg Online selama 30 menit, Syifa tiba di rumah Tiara....
Syifa lebih dulu menemui Ibu Sulis juga Pak Rachman yang kebetulan akab berangkat Dinas besok...
Dengan rasa percaya diri Syifa mengutarakan rencana nya bersama Barry, kata-kata meyakinkan dan jaminan kondisi Tiara seolah mereka jamin kala itu...
Kedua Orang Tua Tiara juga sudah merasa tersiksa hatinya melihat putri semata wayangnya kini murung, sama seperti saat ia baru di tinggal pergi oleh Adam... Yaa Karena ingatanny baru kembali sampai Adam di makamkan..
Dengan langkan perlahan namun Pasti, Syifs menaiki anak-anak tangga dengan kaki telanjangnya..
di ketuk dan di bukanya pintu kamar itu, Terlihat Tiara sedang berdiri menatap kosong jendela di kamarnya....
"Tii......." Sapa Syifaa
Lalu Tiara menyadarkan lamunannya, menoleh ke belakang tubuhnyaa...
"Kau datang? aku pikir kamu melupakan aku.." Kata Tiara Cuek
"Sorry, aku kan bekerja 8 Jam lohh, dan sepertinya ponsel mu juga masih kamu matikan" Ucap Syifa sambil duduk di tepi kasur
"kamu bekerja? dimana?" tanya Tiara penasaran
"Di Atmaja Group" Kata Syifa
sandiwara di mulai Ti.. maaf..- Batin Syifa
"Ohhh" Kata Tiara cuek
lah lah lah... dia kok cuek yaa..
hemm
"Syif" panggil Tiara
nah pasti nanyai lowongan nii - Batin Syifa
"aku mau ke salon" Kata Tiara membuat Syifa kesal karena Tiars tidak menabyakan lowongan pekerjaa
"Mau nyalon? di salon Ibu?" Tanya Syifa
"Ibu tutup salon, Mall aja yu" Pints Tiara
"boleh sama Ibu dan Ayah? kamu belum sehat banget Ti..." Kata Syifa khawatir
"Aku gapapa kok, lagian aku bete..."
Syifa diam sambil memikirkan jika terjadi hal buruk di Mall nanti...
"Eh Syif" Kata Tiara menganggu lamunan Syifa, Lalu dengan cepat Syifa menoleh
"Yang nabrak aku siapa si? aku bingung Syif, aku merasa ka Adam baru meninggal kemarin, Tapi kenapa aku kecelakaan dan koma 3 bulan???" Kata Tiara seolah menuntut jawaban ke Syifa
"kamu ga tanya Ibu atau ayah?" Tanya Syifa dengan gugup
Tiara lalu menggeleng..
"Aku harap kamu mau jelasin! pleaseee" kata Tiara memohon denga lirih
Syifa menghela nafasnya...
"hemm... kak Adam meninggal hampir satu Tahun lalu Ti... lo kecelakaan Tiga bulan lalu di depan Caffe, mobil ngebut dan nabrak lu saat lu mau nyebrang" Kata Syofa dengan sangat Gugup, maka itu ia ucapkan dengan sangat lantang dan cepat..
"Lalu siapa Barry Syif???" Tanya Tiara penasaran
"Barry pacar lo Ti, Calon suami lo...!! Tiga Bulan kalian pacaran, terus lo kecelakaan!" Ucap Syifa
"Terus kenapa gue ga inget apa-apa?" Kata Tiara sambil meneteskan air matanya perlahan
"Tii.. efek koma lo jadi amnesia sementara,, Apa kemarin dokter ga jelasin waktu lo cek up?"
Kata Syifa membuat Tiara menjawab dengan gelengan
"Apa dulu gue mencintai Barry Syif?" Tanya Tiara lirih
"Sangat laahhh! Lo kerja Ti di Atmaja Grup, kita satu divisi... Saat itu Barry mulai jatuh cinta, begitu juga lo" Ucap Syifa dengan terpaksa
Tiara diam tertunduk...
"gak usah di pikirin Ti... Dia gak mau nemuin lu dulu sekarang karena dia mau jaga kenyamanan hati Lu Tii...."
Syifa rasanya sudah tak bisa menahan ucapannya lagi..
"Syif.. aku masih bisa kerja di sana?" Tanya Tiara Lirih
kata Syifa dengan begitu histerisnya
susah emang kalo jodoh, sama-sama punya niat yang sama! hemmm
"Tentu dong! Hari senin gue bakal jemput lu, sekarang kita ke mall yuk, kita happy-happy" Ajak Syifa dengan antusias
Tiara pun mengangguk dengan cepat....
bakal gue make over! yuhuuuuu~
Hari pun berganti...
Pagi ini Tiara bangun sedikit siang, entah kenapa rasanya ingin bermalasan seharian karena besok dirinya akan memulai hal baru...
Saat ia bangun, Tiara mengingat benda pipih miliknya yang sudah lama tak ia jama..
Apalah daya ternyata ponsel itu habis daya, Tiara mengisi daya ponsel lalu ia bergegas mandi membersihkan diri....
Hari ini Pak Rachman juga akan kembali untuk berdinas, ia akan menunggu jemputannya dari pihak maskapai, karena tak ingin di antar oleh kedua wanitanya...
Sore Hari
Rumah Kediaman Tiara nampak Sepi...
Ibu Sulis terpaksa harus berbelanja ke super market mengingat bahan masakannya kosong dan besok Tiara mulai bekerja, tentu Ibu Sulis akan membawakannya bekal makanan untuknya juga Barry...
Namun Tak lama semenjak kepergian Ibu Sulis pintu utama kediaman Tiara terketuk tanda seorang tamu datang, Membuat Tiara yang sedang astik menonton TV membukakan pintu...
Tiara terkejut saat melihat tamu yang datang saat itu, pikirannya mulai melayang-layang mencoba mengingat wajah yang berada di depannya itu...
"Ini mama Barry Sayang... boleh mama masuk?"
Dengan sopan Tiara mempersilakan Ibu Erna masuk dan duduk di ruang Tamu...
"Bagaimana kabarmu Sayang?" Ucap Ibu Erna
"Baik Tante .." Ucap Tiara
"Kenapa tante? kamu bisa mencobanya lagi sayang dengan memanggil mama" ucap Ibu Erna lirih
"hmm, Ma.... Maaf Tante Tiara belum bisa ingat semua nya, Tiara takut ngecewain nantinya kalo Tiara gak bisa ingat semuanya" Ucap Tiara lirih...
"Tante Faham... kamu begini juga karena saya" kata Ibu Erna tertunduk merasa sangat bersalah
"Maksud tante apa?"
"kamu kaya gini karena menyelamatkan saya Tiara... hiks hiks hiks" Ucap Ibu Erna sambil menangis mengingat semuanya
pikiran Tiara melanglang jauh, ia sangat berusaha mengingat semuanya...
hingga kepalanya terasa sakit..
keringat dingin mulai membasahi tubuh Tiara... Ibu Erna mulai menyadari perubahan wajah Tiara yang seketika menjadi pucat..
"Sayang...." Ucap Bu Erna mendekati Tiara
"Tante kepala aku sakit...." kata Tiara Lirih
"yaa Tuhan, maafkan mama sayang, maaf.. Ayo Mama anter ke kamar sayang" Ucap Ibu Erna mencoba memapah Tiara
Namun Tiara menolak...
"Tiara ga papa Tante.. Maaf bisa tante pergi Tiara mau istirahat" Ucap Tiara karena kepalanya semakin terasa pusing
Dengan rasa kecewa yang ia pendam, ibu Erna pun mengikuti kemauan Tiara..
Tiara berjalan perlahan menuju kamarnya...
ia merebahkan tubuhnya yang sudah bermandi keringat.. Ia kembali mencerna perkataan Ibu Erna soal kecelakaan itu, seketika ia kembali mengingat ponsel miliknya...
Tiara mulai memnyalahkan dan membuka isi ponsel tersebut...
Tiara menemukan banyak hal yang membuat kepala nya semakin pusing... wajahnya semakin pucat terlihat..
Karena tak kuat menahan sakit nya Tiara pingsan tak sadarkan diri...
******
Mohon maaf banget aku ga Up...
aku bener-bener drop..
maaf ya suka sakit, aku emg type yang rentan sakit hehehe
sekarang si udah sedikit membaik...
aku cicil ya utang-utangku heheheee