Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Kekacauan


Barry melihat Barankas masih aman ...


"aku rasa barangku gada yang hilang, karena semua aku sudah masukkan ke brankas kamu" kata Tiara pada Barry


"Jadi sekarang kita gimana? Gilak kalo dia sampe berani ambil sertifikat rumah ini sama perusahaan gue" Kata Fardhan


"kalo uang sama barang oke itu masih masuk akal, kalo sertifikat???? Gilak kali!" Kata Fardhan tak habis fikir..


"Astagfirullah....Bibi... Tadi Risa bilang Bibi Tidur sore-sore, gue yakin ada hubungannya" Kata Fardhan berlari keluar kamar Barry menuju kamar Bibi...


"pelan-pelan gausah lari, jangan panik, jangan stres" Kata Barry dengan nada cerewetnya


"Iya mas"Kata Tiara memutar bola matanya


bisa-bisa nya Mas Barry se cerewet itu padahal keadaan lagi genting gini...


Fardhan panik berkali-kali ia membangunkan Bibi namun nihil, Bibi tetap dalam lelapnya..


"Tariiiii..... TARIIIIIIIII "


Fardhan berteriak begitu kerasnya bahkan sampai membuat Ibu Erna dan Risa keluar kamar


"Fardhan kenapa teriak-teriak" Kata Ibu Erna dengan wajah kesalnya


"Telfon polisi mah!" Kata Fardhan kesal


"TARI DIMANA LO" Kata Fardhan dengan amarahnya, bukan soal jam atau uang cash tapi salah satu sertifikat yang tari bawa adalah perusahaan peninggalan orang tuanya..


"Barry Tiara, ini ada apa" Tanya Ibu Erna saat Barry dan Tiara Turun


"Sertifikat rumah dan perusahaan hilang mah" kata Barry membuat Risa dan Ibu Erna terkejut..


"Tari pelakunya bahkan dia sampe bikin bibi tertidur" Kata Fardhan


"udah gak waras dia" kata Risa


"Panggil salah satu Satpam Ris" Titah Barry


Risa langsung ke Arah telfon rumah dan memanggil Salah satu satpam..


**


"Apa Tari keluar?, dia gak ada di rumah?"


"Saya pastikan tidak Den, Tapi sebelum Den Fardhan menelfon si Tari memang membuang sampah di depan tapi sudah masuk lagi" Kata Satpam itu


Fardhan langsung mengecek setiap ruangan yang ada di ruamah tersebut, Sambil di ekori oleh seluruh keluarga...


"gue yaki. dia di dalam" Ucap Barry memandang pintu gudang yang hampir tidak pernah di jama oleh pemilik Rumah


Barry menekan handle pintu...


Namun terkunci..


"Keluar Tari, atau kamu akan saya jebloskan ke penjara" Teriak Barry


"Tari keluarrr!!!" Bentak Fardhan


Astagfirullah serem banget Fardhan kalo udah marah... - Batin Tiara


Pintu itu terbuka , Nampak Tari dengan tubuh bergetar dan wajah yang pucat..


Tari hanya menggeleng...


"KEMBALIKAN SAYA BILANG" bentak Fardhan dengan begitu kencang membuat Tari semakin bergetar..


"Kak!" Kata Risa menahan..


Risa maju dan menarik Tangan Tari, membawanya ke Ruang keluarga, kini Tari duduk di lantai ..


"apa kamu sadar akan kekacauan ini?" Tanya Risa sedikit tegas


Tari mengangguk


"Kamu yang mencurinya??" Tanya Risa dengan tenang


Tari kembali menagngguk sambil menangis


"apa motif dari ini semua?" Tanya Risa Namun kali ini Tari terdiam, ia hanya menangis sesenggukan


"apa kamu di tekan seseorang Tari??" Tanya Risa kali ini kembali Risa melembutkan nada suaranya, meski dirinya tersulut emosi..


Tari masih menangis..


Tiba-tiba Kevin dan Roy datang, mereka datang hanya sekedar untuk berbicara soal pekerjaan karena besok Roy harus kembali ke Semarang, namun saat satpam bilang sedang ada kekacauan Kevin segera menghubungi Barry dan Barry mengizinkan mereka masuk lewat balasan pesan singkat..


Kevin dan Roy mematung melihat kejadian di depan matanya, dimana Risa tengah mengintrogasi Tari..


kini Posisi Risa mengimbangi Tari, Risa berjongkok menghadap Tari ...


"Ayo Tari, katakan.. Apa motif dari semua ini? apa alasan kamu Hem? Ucap Risa lembut, membuat Tari bersar kepala, ia menghapus air matanya, dengan gerakan cepat ia mendorong Risa sekuat tenaganya...


Brakk


"Aaaakhhhhhhh" kepala Risa membentur ujung meja yang terbuat dari full kaca


"Risaaaa" Semua berteriak,


dengan kasar Fardhan merarik tangan Tari..


"yaa Allah Risa"


"Sakit mahh" keluh Risa,kemudian darah segar mengalir dari bagian kepala yang terbentur..


Kevin mendekat..


"Bawa adik gue ke rumah sakit Vin, tolong" Titah Barry


Kevin menggendong Risa...


"mama ikut" teriak ibu Erna sambil terisak,


Tiara menatap Barry seolah meminta izin untuk ikut...


"Kamu tetap disini" kata Barry membuat Tiara tak mampu membantah!


"Katakan dimana sertifikat yang sudah kamu curi!!!" Kata Fardhan sambil mencengkram lengan Tari..


*****


Siapa yang mencuriiii??? mari kita tanya doraa hehehe