Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS 2 - Luka Alice


Alice dan Kevin duduk di depan ruang operasi, namun Kevin sengaja duduk m


berjauhan dari Alice dengan alasan memeberi ruang untuk Alice, dari kejauhan itu Kevin menatap Alice , seolah Kevin masuk kedalam relung kesedihan yang tengah Alice rasakan...


kalo boleh jujur dalam hati Kevin menyimpan banyak kekesalan pada ibu Mala, ibu kandung Alice, mengingat betapa piciknya Ibu Mala terhadap keluarga Barry yang sudah Kevin anggap sebagai seorang keluarga...


Kevin menyenderkan tubuhnya ke sisi tembok, rasa lelah di tubuhnya usai melakukan perjalanan bisnis hingga ia sampai ke rumah sakit tentu bukan suatu hal terduga, bahkan ia belum sempat beristirahat..


Kevin membawa dirinya dalam lamunan..


Risa... kenapa sulit sekali melepas rasa yang pernah tertanam untuk Risa... - Batin Kevin


Tak lama berselang, suara menggema di lorong memanggil nama Alice membuat Alice dan Kevin menengok ke arahnya...


Alice berdiri dan memeluk sosok wanita yang ia tau, wanita itu tulus dalam bersikap dan bertindak...


"Ada yang terjadi Alice" kata Ibu Erna dalam pelukan


hiks hiks hiks


Alice kembali terisak..


"Mama memang punya penyakit hipertensi Tante,, satu Minggu lalu aku datang, mama minta aku datang ke papa untuk meminta sebagian hartanya untuk aku.. aku menolak karena aku merasa tidak butuh itu semua sekarang, tapi mama marah Tante, besok hari nya pihak penanggung jawab sel memberi aku kabar kalo mama sakit....hingga saat ini..." Alice menceritakan apa yang terjadi, Kevin yang sudah mendekat pun ikut mendengarkan penjelasan Alice ...


ibu Erna meregangkan pelukan itu, menatap wajah cantik Alice, sekilas ibu Erna membayangkan anak perempuannya kala harus kehilangan Ayahnya, kehancuran, kerapuhan itu sama...


"Alice...inilah pelajaran hidup, kita gak tau kemana aliran ini akan berjalan, kita gak tau kemana semua akan bertuju, jadi kamu harus kuat nak, kamu harus sabar ya sayang, jangan jadikan ini keterpurukan untuk kamu... " kata Ibu Erna yang juga menitihkan air matanya..


"Tante, boleh Alice jujur? " kata nya lirih lalu di angguki oleh ibu Erna


"Papa tidak selingkuh Tante" Kata Alice kemudian kembali menggundang Isak tangaisnya, sementara ibu Erna masih diam tak mengerti..


"Alice menyelidiki semua Tante setelah mama berada di penjara, Alice meminta bantuan teman-teman Alice, bukti kuat mengatakan jika papa hanya menyeting perselingkuhan palsu, hingga akhirnya Alice datang ke papa tiga bulan lalu... dan ternyata benar, papa sendiri yang bilang, kalo papa sengaja melakukan itu karena papa muak dengan sikap mama yang terlalu otoriter, terlalu mengatur papa, Bahakan mama rela jika papa mau bercumbu dengan rekan bisnis perempuan demi mendapatkan tender besar... itu menjijikan Tante" Alice semakin terisak namun ibu Erna semakin tidak percaya akan segala yang terjadi pada saudara suaminya itu...


Kevin pun sangat terkejut di buatnya, separah itukah Tante Mala bersikap demi harta???


"saat tiga bulan yang lalu itu, Sebenarnya papa sudah memberikan seluruh hartanya untuk aku jika papa meninggal, tapi karena papa membohongi kita dalam settingan itu, aku marah aku benci sama papa tanteee... hiks hiks hiks dan aku ga cerita soal ini ke mama" Tambah Alice semakin histeris


"Sayang, sayang... dengarkan Tante.. Kadang kita memang harus berbohong demi terbebas dari suatu ikatan menyakitkan... Alice... Tante mengenal papa dan mama kamu bukan satu hari satu bulan bahkan satu tahun,,, kita pernah tinggal bersama, Tante tau persis bagaimana mama kamu, dan bagaimana papa kamu, mungkin saat itu papa benar-benar sudah tak tahan Alice, dan berharap atas kebohongan papa , mama bisa berubah,... tapi nyatanya? mama memang begitu keras Alice " kata Ibu Erna pada Alice


"Alice juga tau bagaimana mama, bahkan di dalam sel pun mama ga pernah berubah, masih memaksa Alice meminta harta ke papa, bahkan mama menyuruh Alice menikah dengan pria manapun yang kaya raya, agar bisa membebaskan mama,,,, "


"Baru dua puluh menitan kok Tante.."kata Alice. sambil mengusap air matanya...


"Kevin.... makasihhh sudah menemani Alice.. maaf merepotkan" kata Ibu Erna memgang bahu Kevin


"Sama-sama Tante.. ga merepotkan..."


"Itu Barry sama Fardhan" kata Kevin melihat ke ujung lorong...


ibu Erna menoleh..


"Tante harus bicara sama kedua pria itu, kalian diamlah disini...."kata Ibu Erna pada Kevin dan Alice


"Kevin titip Alice sebentar yaa" kata Ibu Erna


samabil berjalan menuju lorong,


Ibu Erna dan kedua putera nya pun bertemu pada satu titik, dan mengajak mereka sedikit menjauh untuk membicarakan soal Alice...


Ibu Erna meminta Kevin dan Barry menyelidiki kebenaran cerita Alice , dan meminta agar kabar sakitnya Ibu Mala terdengar oleh papa Alice....


***


Dua jam Setelahnya..


Mereka semua berkumpul di depan ruang operasi, Alice terlihat nyaman menyenderkan kepalanya di bahu ibu Erna....


Tak lama setelah lampu emergency padam, pintu ruang operasi terbuka lebar..


"Keluarga pasien Mala" kata


seorang dokter dengan tubuh gagah nya


"Saya anaknya" kata Alice berdiri, semua yang menemani Alice juga ikut berdiri


"Maaf... Ibu Mala tidak dapat bertahan, ada beberapa pembulu darah yang pecah sehingga sulit untuk kita mencegah pendarahan berlebihan ... Maaf sekali lagi, ini lah hasil dari empat puluh persen yang saya katakan" kata dokter menghela nafasnya


*****


like komen vote yaa tayangkuuu❤️😍😍😍