Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Isi Hati Tiara


Tiara bersama Syifa berjalan keluar kantor menuju Parkiran...


"Tiara...." Suara seorang perempuan yang cukup nyaring..


"ya?" Ucap Tiara heran dengan Sarah yang berlari, terlihat dari nafasnya yang ter engah-engah


"aku.. aku mau minta maaf" Kata Sarah


"Minta maaf? Soal apa?" Tanya Tiara penasaran


"hemm aku gak tau kamu tunangannya Pak Barry, jadi tadi sikapku kurang baik.." Ucap Sarah dengan menundukan kepalanya


kamu bahkan sudah menyebarkan kita bertunangan bar..


"Oh iya ga masalah kok.. kamu sekertaris baru ya makanya ga kenal aku" ucap Tiara dengan senyum nya


Sarah mengangguk


"Sekali lagi aku minta maaf ya Tiara, kalo begitu aku duluan ya..." Ucap Sarah kemudian pergi...


Tiara pun berjalan menuju mobil Syifa


"Tunggu Tii..." Kata Syifa


"apa lagi Ifaaaaaaa" Kata Tiara yang sepertinya sudah merasa lelah


"Dari mana kamu tau Sarah sekertaris baru????" Tanya Syifa penasaran


Tiara membulatkan natanya, mulai gugup dengan pertanyaan syifa


"Ohh... Barry bilang" Ucap Tiara dengan rasa tak yakin


"ohh ku kira kamu inget sama sekertaris lama Barry" kata Syifa kemudian berjalan ke arah mobil nya..


oh iyaa aku lupa kalo seharian ini mereka sering berduaan, pasti Barry juga sudah cerita soal Sarah dan Prasetya.... - Batin Syifa


*******


Sunyi...


Sepi....


Sendiri....


Malam yang cukup melelahkan untuk Tiara...


Berkali-kali ia menghela nafasnya mengingat kejadian hari ini..


Laki-laki yang ia cintai juga ia rindukan hari ini menciumnya...


Tiara hanya mampu merenung, wajah sendunya mulai menatap langit kamarnya..


Bantu aku yaa Allah...Tenangkan hati ini...


jahat? apa aku sejahat itu?


luka? apa aku akan menoreskan luka?


mati? apa rasa ini akan mati?


Yaa Allah, aku memang mencintai dia..


Maafkan aku, hari ini dan entah sampai kapan aku harus menutupi kondisi ingatanku yang telah kembali...


Maaf.. mungkin dengan ini kamu akan bahagia bar,, aku gak mau mama kecewa dengan statusku.. Tentu sakit saat aku ingat kejadian itu.. dengan jelas mama menolakku...


Sakit pula hatiku Bar, saat melihat semua Video yang kamu buat...


Hancur!! mungkin kata Hancur yang tepat mewakili perasaanku saat ini Bar...


Jujur aku tak sanggup berdekatan dengan mu sementara aku harus menahan rasa cintaku..


Tapi mungkin dengan sikap ku saat ini akan membuat mu menyerah bar, atau mungkin kamu akan membenciku,, saat itu pula aku akan merasa lebih mudah terlepas dari mu...


Kalau aku boleh memilih, tentu aku tak ingin ada di dunia yang menyulitkan ini..


cinta atau patuh pada orang tua..


mungkin saat ini aku harus menyakiti mu bar tapi saat ini aku hanya menjaga perasaan mama...


Tiara menatap langit kamarnya, air matanya telah membasahi rambut hingga bantalnya...


Lagi-lagi tangisan itu yang menghantarkan Tiara terlelap dalam tidurnya..


*****


kediaman Barry


"Kak bagaimana Tiara hari ini, kata Syifa hari ini dia mulai ngantor?" Tanya Risa yang menghampiri Barry di taman belakang rumahnya


"Sabar kak, aku yakin gak lama lagi pasti dia inget kaka kok" Ucap Tiara dengan penuh keyakinan....


"Aamin... kakak juga gak akan nyerah!" kata Barry dengan semangat..


Risapun terkekeh mendengar ucapan Barry yang menurut Risa itu hal yang sangat menjijikan yang pernah bari ucapkan u tuk seorang wanita...


"Kalian disini?"


Barry dan Risa menoleh..


"eh mah, sini mah" Ajak Risa sambil menggeser posisi duduknya


Hubungan Barry dengan Ibu Erna memang belum membaik.. Barry sangat Rindu dengan pelukan hangat sang ibu, hanya saja rasa kesal itu masih menggerogoti hati Barry..


"Aku mau istirahat" Kata Barry bangkit dari duduknya


"Barry tunggu! sampai kapan kamu mau menghindari mama Barry?" Ucap Ibu Erna dengan nada tingginya


"Barry capek, mau istirahat!" kata Barry tegas


"Hargai mama Barr.. Mama mengakui kesalahan, kehilafan Mama... Mama juga sudah menerima keadaan Tiara saat ini... Mama mohon Nak maafkan mama.... mama cukup tersiksa dengan sikap kamu..." Ucap Ibu Erna sambil menitihkan air matanya


"Mama pikir Barry ga tersiksa selama ini? mama tau, tiga bulan Barry tersiksa liat Tiara terbaring lemah, Gak sadar diri, badan penuh alat, dan sekarang Tiara ga inget siapa Barry mah!! kita Sama-sama tersiksa jadi mama gak usah Drama seolah mama paling tersiksa... Tiara mah, Tiara orang paling tersiksa!" Kata Barry


"Cukup kaaa!" Ucap Risa yang sejak tadi sudah menghampiri Ibu Erna dan memeluk nya


"Kalo mau aku tetep tinggal disini, Stop menuntut sikapku kembali seperti semula...dan Stop ikut campur sama urusa. Barry!" Kata Bary dengan Amarahnya lalu pergi berlalu meninggalkan Risa dan Ibu Erna yang tengah menangis dalam pelukkan Risa..


*****


Pagi Hari..


Pagi ini Barry bergegas menuju rumah Tiara, hari ini ia berniat untuk berangkat bersama Tiara, apapun reaksi Tiara nanti itu urusan belakangan, pikir Barry...


Tanpa sarapan Barry meninggalkan kediamannya...


Perjalanan cukup lancar karena hari masih sangat Pagi bagi para pekerja....


Barry sebelumnya sudah mengabari Ibu Sulis, semenjak Tiara koma, hubungan Barry dan Ibu Sulis sangat dekat, bahkan kenyamanan sangat Barry rasakan saat berada di sisih nya...


"Ibu Tiaranya mana" Kata Barry yang sudah duduk di kursi meja makan


"Tuh dia" Kata Ibu Sulis mendengar langkah kaki yang semakin mendekat..


"Barry??????? Ngapain kesini?" ucap Tiara yang sangat terkehut akan kedatangan Barry


"Sarapan sekalian ngantor bareng kamu" Ucsp Barry dengan wajah bahagianya


"sudsh ayo dimakan" Kata Ibu Sulis menyelah Tiara yang hendak menyangkal ucapan Barry


"Sayang ambilin nasi goreng untuk Barry, ibu ambil kerupuk dulu" Ucap Ibu Sulis pada Tiara


dengan raut wajah nya yang jutek Tiara mengambilkan dua kali porsi Barry


"oh mau makan berdua ya" Ucap Barry kemudian berpindah duduk menjadi di samping Tiara, jika sebelumnya mereka saling berhadapan...


"kok pindah" Tanya Ibu Sulis menbawa satu toples kerupuk


"Iya buu, Tiara mau makan sepiring berdua, biar romantis" Ucap Barry, Tiara hanya membulatkan matanya karena terkejut akan ucapan Barry


"duh ibu seneng lihatnya... oh iya ini yang biru untuk kalian yaa, yang merah kasih Syifa dan Fardhan, nah ini buat Anwar" Ucap Ibu Sulis, menujuk lunch box bertingkat untuk couple dan lunch box single untuk Anwar yang tinggal menunggu Sahnya saja....


"makasih yaa Buu" Ucap Barry tersenyum


"Besok gak usah di bekal bu, Tiara mau makan di luar" ucap Tiara


"Sama siapa sayang?" Tanya Ibu sulis penasaran


"Sama Barry bu.. Ibu tenang aja" Ucah Barry dengan pede nya...


"oh syukurlah, ayo lanjut makannya..." Kata Ibu Sulis lalu di anggukan kedua manusia itu...


**********


Dalam perjalanan


"Kok ke arah sini?" Tanya Tiara heran


"Kita gak ke kantor, aku mau kasih tau kamu sesuatu..." Ucap Barry Tersenyum..


"Barry please tolong jangan aneh-aneh" kata Tiara kesal


"Aku ga aneh-aneh kok" ucap Barry


Cih! bahkan terakhir dia ngajak ke pantai dengan alasan meeting. terus sekarang aku harus percaya?! hemm...


*******