
Setelah merasa Hatinya tenang mendapati seorang laki-laki yang sangat ia Khawatirkan Tiara langsung mengambil benda pipih miliknya dari dalam tas selempang kecil yang ia kenakan...
Tiara teringat akan kekasihnya yang sudah pasti akan sangat Khawatir...
baru jam tiga... pasti Barry masih sibuk.. aku chat ajah...
to Barry..
Maaf sayang aku baru tiba di Surabaya 30 menit lalu... aku baru tenang saat memastikan keadaan ayah.. maaf mengabaikan mu 😘
Pesan itu terkirim.. Tiara kembalu menguncu po selnya dsn memasukkannya kembali kedalam tas kecilnya..
"kenapa kesini, bagaimana pekerjaanmu?" tanya Pak Rachman
"Ayah kenapa memikirkan ku, sehatlah aku akan tenang bekeeja jika ayah sehat" kata Tiara lembut
"hemm kau ini.. ayah hanya kelelahan, di tambah cuaca extream yang membuat tubuh ayah kelelahan karena harus cepat menyesuaikanny" kata Pak Rachman
"Apa tak sebaiknya ayah cuti? kita istirahat dirumah" kata Ibu Sulis yang sangat Khawatir
"hanya satu minggu, karena Ayah akan mengambil cuti panjang di akhir tahun nanti" kata Pak Rachman tersenyum
"hemm selalu saja begitu..." pekik Ibu Sulis yang kesal akan jawaban suaminya itu
Tiara hanya tertawa kecil mendengar percakapan kedua orang yang sangat ia cintai..
Tiara kembali mengambil ponselnya sambil duduk di sofa kamar Rumah sakit...
To TIARA:
menyebalkan! aku gak konsen bekerja, aku merindukanmu.... aku susul kesana ya?😘
Ayah sakit apa?
To Barry:
JANGAN!!! huh kau ini, aku juga Rindu tapi kamu gaperlu kesini... Ayah kelelahan, Typus dan juga kurang mineral dalam tubuhnya..
To Tiara:
Aku hanya ingin menjenguk calon mertuaku. sekaligus melepas rindu pada kekasihku, boleh ya? aku ikut penerbangan malam...
To Barry:
Sabarlah, aku akan marah kalo sampai kamu kesini... Jaga mata,hati, telinga yaa! jangan sampai telat makan! minum air putih mu yang banyak! 😀😍😘
To Tiara:
hemm baiklah aku mengalah.. Tentu sayang..
kamu juga harus jaga kesehatan, aku urus pekerjaan ku dulu, lalu pulang, aku akan telfon usai makan malam 😍😘
Kira-kira itulah percakapan dua sejoli yaang tengah di mabukan rasa saling menyayangi...
******
Malam Hari,
Tiara memsan Hotel di samping Rumah sakit tersebut, Meski Pak Rahman mendapat kelas 1 di kamar itu namun kamar itu tidak beeukuran besar, hanya ada satu sofa. Untuk itu Ibu Sulis meminta Tiara tidur di Hotel..
Jakarta, pukul 20.30...
Barry duduk di tepi Kolam Renang Rumahnya, pikirannya jauh melayang membayangi kekasihnya yang sudah dua hari tak bisa ia temui..
Sesekali Barry membuka ponselnya menatap foto candid yang sengaja ia ambil secara diam diam... wajah Barry dihiasi senyuman menatap foto tambatan hatinya...
Tiara.. mungkin terlalu munafik kalo hati ini pernah merasa kamu sosok yang biasa saja..
bahkan bodohnya aku, aku pernah membandingkan kamu dengan Amel..
bodohnya aku.. Yaa Tuhan, jaga hatinya, jaga pula hatiku.. jadikan kami sebagai sepasang kekasih sampai mau memisahkan.. aku Ikhlas, aku Ikhlas menerima apapun kondisi nya saat ini...
Barry melamun, semula ia memandangi foto di ponselnya, kini matanya menatap tenangnya air kolam renang yang begitu jernih...
Dooooorrrrr!!!
"Risa!! Bikin jantungan aja, mau ya kaka mati muda?!" kata Barry sambil mengusap dadanya..
"lagian bengong aja.. bengongin siapa si ka?" tanya Risa yang kini sudah duduk di samping Barry
"seseorang... " kata Barry singkat
"Apa dia spesial buat Kakak?" Tanya Risa
"Tentu!" jawab Barry tersenyum menatap adiknya
"Apa dia Tiara kaa?" tanya Risa dan membuat Barry terkejut dibuatnya
"apa Fardhan yang memberi tau?" tanya Barry penasaran
"huh! iyaa memang dia wanitaku saat ini" Jawab Barry pasrah
"oh my God, bahkan kakak menyebutnya Wanitaku..." ledek Risa dan Barry tertawa kecil dan merasa tersipu malu
mereka hening sejenak, rupanya mereka sama-sama memikirkan status Tiara..
Apa abang tau status Tiara? hmm
Batin Risa
Apa Risa tau status Tiara? apa perlu aku beri tau dia yaa...
Batin Barry
"Kaak"
"Riss"
Mereka saling pandang, lalu tertawa dengan perlakuan mereka kala itu..
"kaka duluan" kata Risa tertawa kecil
"hmm.. kamu tau tentang Tiara?" kata Barry sedikit pelan dan hati-hati
Risa sangat kaget mendengar pertanyaan Barry
"maksud kaka tentang apa ya ka?" Jawab Risa pura-pura tak faham karena memang ucapan Barry sungguh menjebak
"Status Tiara, apa selama dia konsul dia cerita?" kata Barry dengan rasa penasarannya
Risa menghela nafasnya. lalu menganggukan kepalanya...
"lalu bagaimana menurut mu?"tanya Barry
"dia wanita baik ka, dia wanita beruntung, dan kaka sangat beruntung jika terus bersama nya...hapus rasa sedihnya kak, lumpuhkan statusnya!" kata Risa sedikit membuat Jantung Barry berdebar,
Barry tidak menyangka adiknya akan mendukung hubungannya dengan Tiara..
"bagaimana dengan Mama?" tanya Barry yang sangat Khawatir dengan perasaan ibunya..
"Perlahan kak, pasti bisa.. kaka percayalah" kata Risa tanpa rasa putus asa..
Barry tersenyum lalu mengacak2 rambut adiknya..
"kak ihhh, kebiasaan deh" kata Risa Kesal
Barry hanya tertawa kecil lalu menatap ke atas, Barry menatap langit begitu mendalam..
"kaka kenapa si? galau banget kayaknya" kata Risa melihat Barry seperti ada sesuatu
"hubungan kaka dengan Tiara sudah Satu bulan.. Tapi dia masih mau menyembunyikan ini semua" kata Barry tertunduk..
"gapapa si kaa, mungkin ada alasan tersendiri, aku juga yakin dia lakuin ini deni kebaikan kalian, apalagi kalian sekantor, kan kaka bosnya" kata Risa
"hemm entahlah, kaka juga udah dua hari ga ketemu dia, hampa!" kata Barry sambil menatap langit
"kemana Tiara?" Tanya Risa penasaran
"ke surabaya, ayahnya sakit disana" kata Barry menjelaskan singkat..
"pantes! kau benar-benar terlihat sedang mengalami fase GeGaNa" kata Risa terkekeh pelan
Barry memicingkan matanya menoleh ke arah Risa
"maksudnya?" kata Barry yang tak Faham dengan ucapan Risa
"GeGaNa, Gelisah Galau Merana hahahaha" kata Risa terkekeh sambil bangkit lalu berlari menjauh dari posisi nya yang berdampingan dengan Barry
"adik kurang ajar!!!!!" kata Barry sambil menimpuk sandal miliknya ke arah Risa
"Jaga mulut mu Risa" kata Barry memperingati Risa tentang hubungannya dengan Tiara..
Risa seolah Faham hanya menaikkan tangganya membentuk lingkaran dari jari telunjuk juga jempolnya...
haahhhh.. sedikit lega..
dan mungkin benar, sekarang aku sedang Gegana... ah!! Lucu sekali..
Batin Barry dengan mimik wajah tersimpan senyuman yang menandakan rasa geli akan ucapan adiknya...
Usai melihat jam menujukan hampir pukul 9.30 malam.. Barry beranjak masuk ke kamarnya, ia berjanji akan menghubungi Tiara pukul 9.30 Saat Tiara kembali ke Hotel...
*****
********
***********