Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS 2 - Restu


Hari berganti...


Di Perushaan Atmaja dalam jam kantor yang masih cukup pagi..


Fardhan tengah memikirkan ucapan ibu Erna soal niat hati Reza terhadap adiknya..


dia memang bukan adik kandungku, tapi kita hidup dalam satu asuhan, kita tinggal bersama,, Ahh rasanya berat melepas Risa tapi gue harus sadar semua memang berjalan sesuai dengan takdir Tuhan...


Fardhan mengambil ponselnya..


dek hari ini libur praktek kan?? temui Kaka di kantor yaa.. see you adiiku 😍


pesan singkat Fardhan layangkan ke pada Risa, Fardhan memang harus berbicara serius dengan Risa adiknya..


sementara Risa tentu merasa sedikit aneh dan rasa cemas mendapatkan pesan singkat itu dari kakaknya...


***


Dua jam kemudian, Risa turun dari mobilnya yang terparkir sempurna di area parkir perusahaan yang di bangun oleh sang ayah, meski kini harus di urus oleh kedua kakaknya..


beberapa karyawan lama pasti mengenal Risa berbeda dengan karyawan baru yang merasa asing dengan wajah Risa..


Risa datang dengan celana jeans pensil di padukan dengan kaos branded putih miliknya..


Risa hanya jalan terus menelusuri dalam kantor tanpa terlebih dahulu menemui resepsionis...


"eh eh , tunggu... " kata seorang resepsionis itu, Risa pun terhenti begitu saja


"Ada apa?"


"Maaf anda siapa ya? Ada perlu dengan siapa ? kalo tamu disini harus lapor dulu mba jangan asal masuk, malah pake kaos lagi, mau cari donasi ya??"kata Seorang resepsionis itu dengan ketus


Risa memutar bola matanya, ingin sekali ia marah namun apalah arti amarahnya untuk hal sepele macam ini..


Risa meraih ponselnya ia melakukan panggilan dengan Fardhan lewat video call..


"bentar ya mbak" kata Risa dengan sopannya


resepsionis itu memasang wajah juteknya...


kaaaaakkkkk


yaa dekk, udah di lobby ya****????


mmm , kak kayaknya besok kita harus foto keluarga deh, terus di taro di loby... ini resepsionis ga ngenalin Risa....


Hahaha, yaudah Pras Kaka suruh kebawah...


Gak usah kak, setelah dia denger ini harusnya Risa bisa masuk dengan leluasa...


bye....


Risa memutus sambungan telfonnya...


"Gimana?!udah boleh masuk?" kata Risa


"Maaf ya non, saya gatau non Adik pak Fardhan... "


"lain kali, kalo ada tamu yang ga kamu kenal negurnya yang sopan... secara baik-baik, jangan ah Ehhh ah eh, terus jangan liat orang dari penampilannya.... mana tau barang yang dipakai terlihat biasa ternyata bernilai luar biasa...." Kata Risa mendikte


"Iya non maaf....saya minta maaf" kata resepsionis itu dengan wajah pucatnya


***


Diruangan Fardhan...


"makanya dek, gaul disini jadi di kenalin" kata Fardhan terkekeh


"ogah, kalo disini karyawan butuh konseling karena pegawainya stres punya bos kaya kak Barry baru Risa bakal gaul disini" kata Risa membuat Fardhan tertawa lepas


"udah Kaka jangan ketawa Mulu, cepet Kaka mau bicara apa sama Risa?" kata Risa to teh poin


"Buru-buru banget deh" kata Fardhan


"Risa mau jemput mama jam dua ka" kata Risa jujur


"kamu deh yang bicara, kayaknya ada yang mau kamu bicarakan ke kakak tapi tertahan, bukan begitu??" kata Fardhan membuat Risa terkejut, jantungnya kembali berpacu cepat..


"mama udah ngomong kek kakak, katanya kamu takut nyampein ke kakak... Kaka jadi sedih ada adik segitu takut nya sama kakak" kata Fardhan dengan mimik berlaga sedih


"lebay deh" kata Risa terkekeh kecil..


"yaudah cepet ngomong lah..."kata Fardhan


"hemm... itu kak, Reza katanya serius sama Risa, dia mau kita bertunangan kak, yaa biat hatinya si mau ada ikatan yang lebih kuat.." kata Risa jujur


"menikahnya?" tanya Fardhan menggantung


"Reza mau secepatnya kak, tapi Risa belum mau buru-buru... Risa mau minimal syifa melahirkan, dan anak kalian usia tiga empat bulan lah..."kata Risa dengan keinginan hatinya


"waw, lama ya... berarti hemm kehamilan Syifa sekarang masuk lima bulan tandanya sekitar tujuh bulan lagi kalian renacan menikah?? " Tanya Fardhan memperjelas, membuat Risa menganggukan kepalanya


"Risa mau acara pertunangan Risa di gabung sama ulang tahun mama..." kata Risa kembali meluapkan idenya


"dua Minggu lagi?" Fardhan mempertegas lalu di anggukan oleh Risa


"yaudah kakak setuju.. Kaka yakin Reza terbaik, yang bisa buat adek Kaka ini sedikit ngurangin manjanya, sama bawelnya" ledek Fardhan sambil mencubit pipi adiknya


"Kaka beneran setuju?" kata Risa seolah tak percaya sambil mengusap pipinya


Fardhan mengangguk dengan penuh senyum tulus menghiasi wajahnya...


Risa yang sangat merasakan kebahagiaan itu langsung menghambur ke pelukan kakak lelakinya itu...


"makasih ya kak, hiks... kakak terbaik" kata Risa merasakan haru


"Kaka harap kebahagiaan selalu menyelimuti kamu dek... kamu, mama dan Syifa adalah wanita terbaik, terpenting yang sudah menjadi satu nafas dalam hidup Kaka.. " kata Fardhan semakin membuat Risa terisak...


Fardhan semakin memeluk adiknya dengan erat,...


Setelah dia menikah, mungkin pelukan ini akan sulit aku dapatkan, akan sulit aku memeluknya bebas,, mengacak-acak rambutnya, menjahilinya, memarahinya, mencubit pipinya.. semua akan berkurang...


Batin Fardhan


****


Like


komen


Vote yaa sebagai rasa cinta kalian padaku.. eaaaaaq hahahah