Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Aku kenapa?


Hari terus berganti..


Kini kehamilan Tiara tengah memasuki usia 9 bulan, satu atau dua pekan perkiraan dokter ia bayi sudah cukup matang dan siap di lahirkan...


Apapun jalan dan prosesnya Tiara pasrah sesuai dengan kemauan anaknya...


Hari-Harinya ia sibukkan dengan berolahraga ringan, senam hamil serta mempersiapkan perlengkapan melahirkannya..


"Mas liat deh" kata Tiara memperlihatkan kakinya yang bengkak


"Sabar ya sayang, nanti aku orderi sendal yang besar yaa" kata Barry sambil mengusap bahu isterinya yang tengah duduk di tepi ranjang


"Gak usah mas, ini baru beli bulan lalu, nanti kalo kakinya kecil lagi malah gak kepake sendalnya" kata Tiara


"Yaudah sabar ya sayang,, kita sarapan yu" kata Barry meraih tangan isterinya


dengan pelan dan hati-hati Tiara melangkahkan kakinya menuju lantai dasar.. Tiara memang terlihat sudah sangat engap dengan kandungannya yang besar itu..


namun aura kecantikannya seolah tak lepas dari wajahnya, ia tetap terlihat modis dan cantik natural selama kehamilannya ini...


"Sayang kapan kamu kontrol lagi?" Tanya ibu Erna usai menyantap sarapan pagi


"tiga hari lagi mah, udah mulai seminggu sekali kan checkup nya" kata Tiara


"yaudah nanti mama temenin yaa, mama baru dua kali nemenin kamu" kata Ibu Erna


"Mama gemes liat bayi di perut Syifa kemarin jadi mama ketagihan mau liat terus-menerus" kata Ibu Erna mengakui


"Sabar mah, bentar lagi lahir, doain ya mah" kata Tiara dengan memasang rona bahagianya..


"Iya dong sayang mama selalu mendoakan kalian semua" kata Ibu Erna


Usai sarapan Barry dan Fardhan pergi ke kantor meninggalkan isteri mereka, Tiara memilih duduk di halaman belakang, selama hamil tempat itulah yang menjadi tempat favorit nya.


"kenapa pinggangku pegel banget yaa, panas pula" keluh Tiara saat duduk di kursi taman tersebut


Tiara pun berdiri, mungkin posisi duduknya yang membuat efek pada pinggangnya..


Tiara berjalan menuju dapur mengambil segelas air putih dan meminumnya..


karena membaik, ia menuju ruang Tv bergabung bersama Syifa yang selalu senang dengan film action..


merekapun berbincang layaknya persahabatan mereka yang sudah terjalin sangat lama...


"Ti, kenapa? jangan bikin panik deh" kata Syifa melihat Tiara begitu pucat dan sedikit meringis memegangi pingangnya


"Ko sakit ya Faa pinggang aku, kaya mau haid gitu, tapi lebih sakit" kata Tiara Lirih


"Mamaaaa.... Bibiii... Maahhh" teriak Syifa dengan kencangnya membuat bibi berlari menuju sumber suara


"Ada apa non.?"


"Bi ini Tiara kenapa Biii??"


kata Syifa bingung dan Panik


"Aduh Gusti, ini kayaknya mules ya non?" kata Bibi


"enggak, enggak mules kok tapi sakit pingangnya" kata Tiara mengusap bagian samping pingangnya


"bibi panggil mama yaa cepet" kata Syifa


dengan cepat bibi melangkahkan kakinya..


"Ifaaa aku kenapa yaa, aku takut... kok sakitnya di pinggang bukan di perut... " kata Tiara berkeluh


"Aku juga ga faham, aduh kamu coba tarik nafas buang tarik lagi buang lagi" kata Syifa yang tak mengerti harus melakukan apa..


"Tapi sakit Ifaa, kaya mau haid tapi ini sepuluh kali lipatnya" kata Tiara


Tak lama ibu Erna datang dengan tak kalah paniknya...


"Apa yang kamu rasa sayang?" tanya ibu Erna


"Sakit di pinggang mah, panas rasanya pegel nyeri" kata Tiara yang sulit mendeskripsikan


"kita ke dokter yaa" kata Ibu Erna


"gak usah mah , dokter bilang kalo belum mules, ada cairan keluar itu prosesnya masih lama" kata Tiara


"Yaudah rebahan dulu yaa, mama Telfon Barry" kata ibu Erna


Yaa Allah, lancarkan lah, permudah lah... Ampuni segala dosaku yaa Allah, ampuni lah...


*******