Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Jealous


Detik Berganti menit, Jam berjalan memutar waktu merubah hari demi hari..


Tak Terasa sudab hampir tiga minggu Tiara koma di rumah sakit..


Sampai kapan? entah lah Author mau semua berjalan apa adanya hahaha


becanda deh, bentar lagi kok...


****


Barry tentu masih setia berada di Rumah Sakit.. Hari Ini Kedua orang tua Tiara, Syifa juga Fardhan berada di rumah sakit, mereka berada di dalam ruangan tersebut memberi semangat dan dukungan untuk Tiara, seolah tak memperdulikan peraturan rumah sakit...


Tak lama ketukan pintu terdengar, Barry sudah tak cangung lagi mengengam tanggan Tiara, merebahkan kepalanya di ranjang Tiara meski tubuhnya duduk di sebuah kursi...


Barry masih memegang tangan Tiara, merebahkan kepalanya sedikit disanggah oleh pinggul Tiara...


Rasa cangung hilang meski banyak orang di sekelilingnya... hingga kenyamanan itu membuat Barry terlelap dalam tidurnya...


Hingga ketukan pintu pun tak membuatnya terbangun....


"Yaa Tuhan, Mbak Dona" Ucap Ibu Sulis yang sedang membukakan pintu


"Mas Yusuf" Sambung Ibu Sulis terkejut karena kedatangan orang Tua Adam...


"Yah ini ada mbak Dona dan Mas yusuf" Ucap Ibu Sulis


Pak Rahman menoleh ke arah pintu, melihat isterinya mendekat dengan kedua tamu yang sangat ia kenali...


"hah? yaaa Tuhan" Ucap Syifa sangat pelan namun Fardhan mendengarnya


"Siapa?" Kata Fardhan berbisik


"orang tua kak Adam, mantan suami Tiara" bisik Syifa


Fardhan pun mengangguk menegerti...


"Yaa Tuhan Mbak. kenapa Tiara bisa begini..." Ucap Ibu Dona lirih melihat Tiara di penuhi dengan banyak alat di tubuhnya...


" eh ini??" Sambungnya melihat Barry yang terlelap


"Musibah Mbak, itu Barry yang mengisi hari-hari Tiara" ucap Ibu Sulis jujur


"Ini Syifa dan Fardhan, temannya Tiara" Sambung Pak Rachman memperkenalkan Syifa dan Fardhan, mereka pun menyalaminya satu persatu


Tak lama kemudia ketukan pintu kembali terdengar.... lalu terbukalah pintu...


"Alan.... masuk nak, lama sekali beli buah aja" Ucap Ibu Dona..


"Alan?" tanya Ibu Sulis sambil mengerutkan Keningnya


"Iya mbak, Alan anak kedua aku yang kemarin masih pendidikan kepolisian, baru satu minggu pulang" Kata Ibu Dona,


Alan.. badan gagah nan Proposional, Rambut terlihat cepak namun membuat Aura


Karismatik keluar.


Alan menyalami satu persatu seraya memperkenalkan diri, karena bising Barry terbangun dari lelapnya Tidur...


"eh Maaf" kata Barry kaget karena nampak sudah sangat banyak penghuni ruangan itu...


pak Rachman tersenyum mendekati Barry


"Barry ini orang tua kedua Tiara" ucap Pak Rachman menepuk bahu Barry


Barry mengerutkan keningnya karena merasa bingung..


"ini orang tua Alm. Adam..." kata Pak Rachman..


Barry menyalaminya satu persatu, nampak jelas Wajah gugup Barry kala itu...


Para orang Tua itu asyik mengobrol, Barry bingung menanggapinya, sementara Syifa dan Fardhan hanya sibuk dengan ponselnya...


Intinya mereka menceritakan kejadian yang menimpah Tiara, tentu di warnai dengan isak tangis kala itu..


"Yaa tuhan mba.. padahal rencana kita itu mau main kerumah mba minggu ini, mau memperkenalkan Alan" kata Ibu Dona tanpa memikirkan keberadaan Barry


"Yaa ampun, namanya musibah ya mbak.. doakan yaa mbak supaya Tiara cepat sadar,, tapi Alan bukannya sudah kenal Tiara yaa" ucap Ibu Sulis


"sudah Mbak, Tapi kali ini niat kami berbeda, kami mau menjodohkan Alan dengan Tiara" ucap Santai Ibu Dona


Deng!!!!!!!


"Apaah???" Kata Ibu Sulis dengan kagetnya


"Iyaa, saya rasa mereka akan cocok.. apalagi usia keduanya kan sepantar" Ucap Pak Yusuf


Barry terlihat menahan Amarahnya, Wajahnya memerah, rahangnya seolah mengeras...


Ibu Sulis, Pak Rachman , Syifa dan Fardhan mengetahui kemarahan Barry kala itu..


"Maaf Mas, Mbak kita lebih baik fokus pada kesembuhan Tiara yaa" Ucap Pak Rachman dengan penuh hormat mengingat Pak Yusuf lebih Tua darinya, di tambah Pak Yusuf salah satu Jendral yang di segani


******


Satu Jam Berlalu, Ketiga Tamu pamit untuk pulang...


Ibu Sulis dan Pak Rachman mengantarkannya sampai muka ruma sakit tersebut, Tinggal lah Barry, Fardhan dan Syifa, tentunya ada Tiara yang masih belum sadar..


"Sabar, mereka kan gatau lo siapa" Ucap Fardhan


"kenapa Ayah dan Ibu ga ngenalin gue sebagai calon nya Tiara?" Kata Barry kesal


"Tadi ibu si bilang, kamu laki-laki yang mengisi hari-hari Tiara, Harusnya sebagai orang dewasa mereka paham" Ucap Syifa dengan kesal


"Ngeselin... bahkan keliatan banget itu cowok ngeliatin Tiara yang masih terbaring gini, bayangin coba kalo Tiara sehat" Gerutu Barry


Tak lama pun Ibu Sulis dan Pak Rachman masuk..


lalu segera menghampiri Barry..


"Maaf atas ketidak nyamanan yaa Nak Barry, di luar dugaan Kita" ucap Pak Rachman


"gapap yah" Ucap Barry masih kesal, yaa memang Barry seorang yang ekspresif sekali, bahkan ia tak mampu menyembunyikan wajah kecewa, marah dan sedihnya pada siapapun...


"Ayah tau kamu kecewa, Tapi biar bagaimanapun mereka juga gak salah karena sebelumnya Ayah dan Ibu gak menceritakan hubungan kalian..." Ucap Pak Rachaman


"Iya yah Barry mengerti yah, Maaf Barry terlalu cemburu" Ucap Barry Jujur


"Yaa begibi lah resiko punya anak cantik" kata Pak Rachman terkekeh sambil duduk..


"yaa cantik nurun Ibu nya Yah.." celetuk Ibu Sulis


"iya iya.. Oh iya... Besok lusa Ayah harus kembali bertugas, Ayah Titip Ibu dan Tiara pada kalian yaa" Ucap Pak Rachman pada Barry, Fardhan dan Syifa


"Iya yah kita akan jaga wanita-wnita ayah" kata Barry cepat


Pak Rachman mengangguk senang dan merasa lega..


"Om, Tante.. udah malem saya bawa anak gadis orang, saya pamit ya om, tante" Kata Fardhan


"eh iya nak, kalo gitu di halalin aja anak ibu yang satu ini..." celetuk Ibu Sulis sambil membelai lembut bahu syifa


sekilas membuat pipi syifa memerah


"Tau nih, kalo dia ga serius bilang Syifa, ayah masih banyak stok Pilot muda ganteng" Kata Pak Rachman meledek


"Eh jangan yah...." Kata Fardhan dengan spontan


Membuat Barry dan kedua orng tua Tiara Tertawa,, sementara Syifa hanya tertunduk menahan malu sambil merasakan debar jantung yang sangat cepat berdetak itu...


Sudah larut malam...


Ibu Sulis dan Pak Barry pun juga kembali pulang, Barry adalah teman Tidur Tiara selama Tiara mengalami koma...


"Sayang... tau kah kamu, aku habis tersiksa menahan rasa cemburu... huh bagaimana bisa dia mau menjodohkan kamu sama adiknya Adam, aku ga rela sayang..." Kata Barry sambil mengecup jemari Tiara


"Sayang, ayo bangun.. sudah tiga minggu kamu siksa aku menahan rindu senyummu, bahkan hari ini aku tersiksa karena cembur pada lelaku pelontos itu, Kamu jangan tergoda ya sayang, lebih macho aku, aku juga lebih berkarismatik dari pada dia..."


Kata Barry bicaara pada Tiara yang masih belum sadarkan diri....


**********


Thor sampe kapan koma nya?


Bentar lagi, makanya Like, komen, Vote jangan mintanya mau up banyak doank hahahahaha


Sudah 3 yaa, kalo kalian bikin Mood aku naik. aku Up lagi deeehh ehehehe πŸ˜…πŸ˜˜


banyak Typo? EmangπŸ˜₯πŸ˜…πŸ™


Tapi aku berusaha banget meminimalisir terjadinya TYPOπŸ˜