
Tiga hari Berlalu....
"Mas kenapa kamu ga kerja?! kasian Fardhan kan dia mau menikah jangan kamu bebanin banyak pekerjaan" kata Tiara menggerutu bagai emak-emak salah masang lampu sen hehehe
"Sayang... Fardhan juga ga kerja, Nanti malam kita mau ke Bandung" kata Barry membuat Tiara terkejut
"ke Bandung? kok ga bilang? kok mendadak? aku di tinggal!???" kata Tiara dengan serentetan pertanyaanya
Barry mendekatin isterinya yang tengah duduk di tepi kasur..
"Kita sekeluarga sayang, kita ke Bandung ke makam Papaku, ke makam orang tua Fardhan juga, Syifa juga ikut kok..." kata Barry
"kenapa mendadak????"
"karena Risa baru ngabarin kalo bisa cuti besok, jadi kita long weekend lah sayang disana,,, sekalian kita honeymoon" ucap Barey di akhiri dengan membuat Tiara bersih merinding
"Cih! maunya! yaudah ayok sarapan dulu" ajak Tiara
"ayo... ehh oh iya sayang nanti tolong orderin kue yaa, hemm cemilan gitu.. nanti ada Staf yang mau datang, ada meeting dadakan jadi aku suruh mereka kesini aja, kalo aku yang ke kantor urusannya bisa lama dan panjang" kata Barry sambil berdiri meraih ponselnya
"iya.. kenapa ga sekalian lunch aja mas?" usul Tiara
"iya boleh, persen aja ga usah masak yaa.. kasian bibi nanti capek" kata Barry , Tiara akhirnya mengangguk meski ingin sekali ia masak..
"berapa orang mas?"
"mungkin sepuluh orang sayang" kata Barry
"yaudha ayo katanya mau sarapan" kata Barry yang sudah di ambang pintu..
****
Pukul 10 pagi, Tiara tengah sibuk di dapur, meski suaminya memintanya untuk tidak memasak tapi nyatanya ia tetap memasak...
di tengah ia memasak, bel pintu berbunyi..
"biar aku aja bii, takutnya kurir nganter kue" kata Tiara melangkah kedepan sambil membuka apron yang melekat..
Tiara membuka pintu
"Selamat pagi nyonya"Sapa pak Rusdi..
"ehh pak... Pagi., mari silakan masuk" kata Tiara mempersilakan masuk
"hai peri" sapa Pras
"pagi Buuu" sapa Sarah
"pagi nyonyahhh" sapa Anwar dengan nyelenehnya
"tiaraaa....."
"Aldo???" kata Tiara heran, jantungnya berdebar melihat laki-laki yang dulu sering mengejar-ngejar nya saat masih berkuliah..
"loh kamu??"
"Aldo, Ibu Tiara ini isteri Presiden direktur kita" kata Sarah menegaskan
"ohhh.. maaf saya ga tau, Tiara hemm maksud saya Ibu Tiara dulu satu kampus dengan saya" Kata Aldo masih dalam suasana terkejutnya
"ah iya, iya... hemm mari masuk silakan, saya panggil suami saya sebentar" kata Tiara membimbing tamunya masuk ke dalam ruang keluarga, karena selain ruangan keluarga lebih nyaman dan besar dari pada ruang tamu, ruang keluarga itu juga di Sertai proyektor yang tertempel di atas, seperti mini theater
Tiara melangkahkan kakinya ke atas , Aldo tak henti memandangi Tiara, wanita yang dulu pernah membuatnya jatuh cinta...
semakin cantik, tapi sayang sudah milik orang lain lagi dan lagi... hemmm
Tak lama Fardhan turun terlebih dahulu...
loh suaminya Tiara pak Barry atau pak Fardhan si... bukannya Syifa yang jadi pacarnya pak Fardhan??? Apa mereka???
di tengah batin nya berkata itu, Barry dan Tiara turun beriringan, Barry terlihat menggenggam tangan isterinya sementara Tiara hanya menatap langkahnya....
"aku lanjut di dapur" kata Tiara sedikit berbisik
"iya, inget jangan capek-capek" kata Barry kemudian ia ikut dengan para karyawannya duduk di atas karpet...
Tiara menoleh ke arah ruang keluarga itu, iya tidak menyangka suaminya kini terlihat semakin dekat dengan para karyawannya..
Ah tunggu Tiara kembali memikirkan Aldo..
Bagaimana bisa Aldo berkerja di perushaan Mas Barry? kenapa Syifa gak cerita yaa soal Aldo yang bekerja di perusahaan .. hemm
Tiara tidak mau mengambil pusing, jam makan siang dua jam lagi, ia segera menuntaskan masaknya bersama Bibi, sementara Ibu Erna tengah pergi arisan bersama teman-temannya...
Sop Iga sapi, sambal, udang goreng tepung, puding buah dan es buah...
"Selesai.... " kata Tiara
"Non ini cekatan sekali, pantes den Barry tergila-gila ya non" kata bibi
"Bini bisa aja, yuk siapin ke meja makan Biii" kata Tiara
****
Guys mampir ya ke novel baru aku...
Pelangi setelah hujan ...
🙂🙂🙂🙂🙂🙂