
Syifa memikirkan makanan yang ia bawa tidak akan cukup untuk di makan oleh piranhan yang baru saja bangun dari tidurnya..
Tanpa basa-basi dan dengan Pedenya Syifa memulai kegiatan memasaknya...
"Sayur sop Ayam, balado udang, Tempe goreng, ah sepertinya lebih dari cukup" Kata Syifa setelah melihat bahan-bahan di kulkas.. Sementara Ibu Erna usai makan dengan lahap dan dalam porsi cukup banyak membuat ia mengantuk dan tertidur di sofa, mengingat semalaman ia tak dapat tidur nyenyak, lelah juga dengan acara Fardhan dan Syifa di tambah insiden sore kemarin...
Selama Satu jam Syifa menyelesaikan masakannya.. ia menatanya di piring lalu membawanya ke meja makan..
Saat bersamaan Risa keluar dari kamarnya mencium bau masakan yang mampu menembus pintu kamarnya...
"Ris, sudah bangun?" Sapa Syif
"kamu? kak Fardhan mana?" Tanya nya kebingungan
"Masih tidur kayaknya, kamu mau makan? " tanya Syifa lalu Risa menggeleng
"nanti aja, aku mandi dulu deh bentar" kata Risa sambil membalik badan nyamembuat Syifa melihat sebuah perban tertempel
"Ehhh Ris .. kepala kamu kenapa?" Tanya Syifa sambil mendekat
"kejadian semalam, aku jatoh kepentok ujung meja, tapi udah gapapa kok, meskipun harus pitak dikit" kata Risa sedikit kesal
"Yaudah mandilah, terus makan sudah jam sembilan lewat" Kata Syifa kemudian ia melanjutkan menata masakannya..
****
"Astagfirullah jam sembilan.... haaahh untungnya hari Minggu" kata Tiara dengan pelan, dilihatnya suaminya masih begitu terlelap dalam tidurnya, rasa tak tega membangunkan pun membuat Tiara bangkit dan membersihkan diri, Tak perlu melakukan banyak ritual mandi, Tiara teringat dengan ke adaan Bibi.. Tiara sedikit berlarian kecil karena merasa terdesak oleh rasa khawatirnya...
"ifaaa.... kamu disini??"
"Akhirnyaaaaa nambah satu manusia bangun" Kata Ifa terkekeh
Tiara jadi malu-malu...
"sebentar aku ke kamar bibi dulu" kata Tiara
"ehhhhhh jangan Tiiii" kata Ifa membuat langkahnya terkmhenti
"mama bilang bibi sakit, tadi udah sarapan dan minum obat, barusan aku intip bibi tidur lagi" kata Syifa membuat kelegaan di hati Tiara
"Kamu yang masak, pasti enak" kata Tiara melihat menu makanan sudah tersaji di atas meja makan
"mama mana ya?" Tanya Tiara celingukkan
"Mama tidur di sofa, abis sarapan lontong opor dari bunda"
"oh aku sampe ga liat mama tidur di sofa sangking panik mikirin bibi" Kata Tiara
"tenang bibi baik-baik aja, sekarang kamu ceritain apa yang terjadi semalam disini" kata Syifa
"yasudah kita cerita di belakang" kata Tiara lalu kemudian Tiara menceritakan sebatas kejadian dirumah itu, terlepas kepergian Barry dan Fardhan semalam tentu ia belum mendapatkan kejelasan dari suaminya...
***
"Mas Barry...... bangunan yuu" kata Tiara karena suaminya tak kunjung terbangun dari tidurnya...
"hmmm" ucap Barry
"Masss... Ayo bangunnn ih" kata Tiara sudah sedikit menaikan nada bicaranya
"Barry membuka matanya, menoleh ke arah isterinya lalu tersenyum, kemudian ia alihkan pandangannya ke arah jam di dinding..
"Astagfirullah jam sebelas????" kata Barry terbelatak,
"Aku harus ke kantor polisi lagi sayang, Fardhan udah bangun belum?"
"belummm"
"Tolong bangunin sayang, aku mandi dulu" kata Barry berlarian ke kamar mandi
niat mau interogasi malah sekarang aku yang kikuk gak bisa nanya apa2 bahkan hanya nanya ngapain ke kantor polisi lagi?? ah tp udahalah...
Tiara menyiapkan pakaian santai tapi tetap sopan untuk suaminya...
setelah itu ia kebawah membuatkan kopi .
"Syiff tolong banguni. Fardhan yaa? kata Mas Barry mereka mau ke kantor polisi"
"hah? aku???" kata Syifa kaget
"iya sayang kamu aja yaa, mama biar hangatin makanan ini" kata Ibu Erna
"Udah gapapa kok kan cuma bangunin orangnya, bukan bangunin yang lain nya" kata ibu Erna terkekeh
Syifa dengan wajah bingungnya tak mengerti sementara Tiara hanya tertawa geli mendengar ucapan Ibu Mertuanya..
Syifa menaiki tangga dan mengetuk beberapa kali pintu kamar Fardhan namun tak ada jawaban, ia memberanikan diri untuk masuk...
"Yank bangunnn.... yankkkk" kata Syifa sambil membuka hordeng kamar itu, menaikan suhu AC kamar itu
"emmmmm" Fardhan menggeliat
Syifa menarik selimut Fardhan
"Yank ayo bangun" kata Syifa dengan sabarnya sambil menggoyangkan Tubuh Fardhan
Trrruuuuuttttt Trut Trut Tut....
"FARDHANNNNN KAMU KENTUT??" ateriak Syifa penuh rasa kesal
sementara Fardhan mengumpat menyembunyikan tawanya
Plakkk
Syifa memukul lengan Fardhan...
"awwww" kata Fardhan
"Aduhhhhh aku mules sayang.... " Kata Fardhan bangkit
"Astagfirullah... "
" beneran mules yank, mau ikut ha?" kata Fardhan menawarkan sambil mengusap perutnya
"JOOROOOOKKKKK" kata Syifa kesal lalu berlari keluar kamar Fardhan, berbarengan dengan Barry yang juga keluar kamar nya...
"ehh abis di Spain lo!?" kata Barry mengintimidasi
"Di kentutin,, puas loooo!!" Kata Syifa melewati Barry lalu Turun kebawah dengan kesal
Sementara Barry hanya tertawa terbahak-bahak...
Untung Sayang kalo enggak, udah Ilfeel duluan deh gue... - Batin Syifa sambil merapihkan Hijabnya...