Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Wejangan


Syifa terlihat merebahkan tubuhnya di atas kasurnya yang tampak tak terlalu besar...


kamarnya memang cukup luas, rapih dan bersih, kamarnya di dominasi warna kuning dan biru muda..


hah sebentar lagi aku akan menikah...


Syifa masih saja memandangi langit kamarnya, hingga ia tersadar dari lamunannya karena ketukan pintu kamarnya..


Syifa memepersilakan seseorang yang mengetuk pintunya untuk masuk...


"Buunnn" kata Syifa saat melihat bundanya masuk


"loh kak bunda kira kamu udah mandi" kata bunda


"belom Bun, masih gerah" kata Syifa beralasan


"oh iya kak, bunda cuma mau ngasih tau, satu Minggu sebelum menikah kamu harus cuti kak, pamali kalo kata orang dulu.. kamu gak mau kan buat nenek kamu ngomel-ngomel" kata Bunda


"iya bun, Kakak udah bilang kok ke bang Anwar, untung dia ngerti... " kata Syifa


"bagus, lalu untuk akad nikah apa Keluarga Fardhan menyetujui permintaan ayah?"


"setuju kok Bun.. tadi mama ke kantor kita lunch bareng jadi sekalian Ifa omongin semuanya" kata Syifa


"yaudha kalo gitu, mandi gih.. terus makan" kata Bunda


"bunn......" kata Syifa manja sambil meraih tubuh bundanya dalam pelukan


"kenapa hemm?"


"Bun.. ifa takut sebentar lagi menikah, apa ifa bisa membina rumah tangga Bun?"


Bunda tersnyum lalu mengusap rambut Ifa yang masih terkuncir


"kenapa ga bisa? dulu bunda juga sama kok, khawatir kaya gini, wajar kok sayang.. apalagi Ayah itu lawyer, pekerjaannya sering mendadak, sering terima banyak kasus, dulu kakek sempet khawatir sama bunda, wajar lah namanya orang tua kan.. tapi bunda bisa kok hadapi semunya... kuncinya satu, sabar dan ikhlas... sabar dalam banyak hal, ikhlas dalam melayani suami, menerima semua kekurangan suami, Kakak paham kan maksud Bunda?" ucap bunda lembut


"husss... sayang, kalo bisa kejelekan suami itu hanya isteri yang tau, sebagaimana kamu menutupi aib mu... tapi kalo udah terlampau batas seperti kdrt, pelecehan, penghianatan boleh kamu luapkan sama orang tertentu tidak boleh sembarang orang... Bunda senang sekarang Ifa sudah mau berhijab, Ifa udah bisa menutupi aurat dan menjaga aurat Ifa buat suami ifa.. Sama hal nya dengan sikap, sifat suami ifa kalo bisa apapun kejelekannya jangan sampai orang lain tau dari mulut Ifa yaa..."


"iyaa Bun, Ifa faham .. makasih bunda.. Ifa pasti bakal kangen sama bunda, adek dan Ayah" kata Ifa mulai menitihkan air mata


"sayang, rumah Fardhan kesini hanya 20-30 menit, gak jauh.. kamu bisa kesini atau bunda bisa kesana..." kata Bunda lembut


Ifa terus memeluk erat bunda, rasanya baru kemarin ia berada dalam gendongan sang bunda namun sebentar lagi ia akan menjadi isteri seorang pengusaha...


*****


di kediaman Atmaja...


Tiara tengah membersihkan tubuhnya di bawah kucuran air shower, namun tiba-tiba lampu padam begitu saja, Tiara yang hampir menyelesaikan mandinya itu jadi tersentak kaget... dengan cepat ia mematikan air showernya setelah memastikan jika tak ada sabun yang melekat di tubuhnya...


"Massss....Mas Barry" teriak Tiara yang sedikit takut karena keheningan dalam gelap


Tiara meraba langkahnya, ia memakai handuk kimono berwarna putih..


"Mas Barry" panggil Tiara sambil mengenakan kimono nya


"Iya sayang, sebentar... " sahut Barry santai


"Mass jangan keluar kamar, aku takut"kata Tiara cemas


"iya sayang enggak, kamu udah belum?


"udah,, tapi gelap"kata Tiara sambil meraba langkahnya dan tangannya ikut meraba mencari pintu dan handlenya...


Barry mendengar suara perputaran kunci pun bersiap di balik daun pintu untuk menyambut isterinya, wajah sumringah Barry sangat terpancar, berbeda dengan Tiara yang merasa panik dalam ketakutan...


***


Like komen Vote hahaha