Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Jebakan


Qin Jiajia melihat ke arah Tabib Luo dengan marah dan kesal ia tidak menyangka segala tipu daya yang dilakukannya tidak membuahkan hasil, membuatnya semakin bingung untuk kabur. 


"Sial, bagaimana aku bisa kabur dari sini?" batinnya mencari cela untuk melarikan diri.


Ia melihat tabib tua tersebut telah berhasil merawat para permaisuri dan para asistennya telah datang membawa semua permaisuri juga tamu undangan ke ruangan lain untuk dirawat.


Kini, Qin Jiajia melihat seluruh ruangan telah dipenuhi oleh prajurit yang siap sedia dengan pedang dan tombak juga anak panah yang mengarah kepadanya.


"Aku tidak menyangka jika kamu benar-benar berhasil menguasai racun sekte hitam Lu Dang. Untung saja, Permaisuri Li Phin telah mengantisipasi segalanya hingga semua orang hanya terkena racun tapi tidak parah.


"Anda benar-benar hebat, Permaisuri Li Phin. Begitu juga dengan Kaisar Liu Bei, penjagaan Kekaisaran dan tipu muslihat Anda benar-benar luar biasa. Selain itu Jenderal Liang Si saja yang sedikit terkena racun yang sedikit parah, ia rela berkorban demi membongkar penjahat sebenarnya," ujar Tabib Luo.


"Apa?! Jadi kalian telah merencanakan semua ini?" tanya Qin Jiajia tidak mempercayainya, "sial! Kalian benar-benar kurang ajar! Aku akan membunuh Permaisuri Zedong! Jika kalian tidak memperbolehkanku keluar dari sini hidup-hidup!" ucap Qin Jiajia menyeret tubuh Permaisuri Zedong untuk mengikuti keinginannya kabur.


Qin Jiajia tidak menyangka jika dirinya terjebak di dalam permainan yang telah direncanakan olehnya, ayah, dan suami juga persekutuan tiga kerajaan yang ingin menggulingkan Kekaisaran Donglang.


"Hahaha, bagaimana mungkin kalian mengetahui rencanaku?" ucap Qin Jiajia penasaran.


"Jenderal Tan Jia Li dan Gu Shanzheng telah menyusup ke Mongol melalui Xihe, bukanlah ayahmu Qin Chai Xi dan saudara lelakimu Qin Chai Jian yang selalu membuat onar di seluruh Xihe? Dengan mengatasnamakan Jenderal Tan Yuan Ji dan juga diriku?


Selain itu, kedua jenderal hebat Kekaisaran Donglang telah berhasil mengetahui rahasia jika Selir Chien adalah putri dari Lu Dang yang tak lain keluarga dari pihak Ibumu bukan? 


"Kalian Kerajaan Qin, Changsha, dan Mongol adalah saudara. Satu hal, aku juga tidak yakin kamu menikah dengan  Raja Shan Shi'er, itu hanyalah kamuflase kalian agar kau bisa masuk kemari bukan?" ucap Jang Min menatap ke arah Qin Jiajia.


"Sialan! Mengapa bisa, kami kecolongan?" batinnya namun ia tidak ingin memperlihatkan jika ia sudah mulai gelisah.


"Kau tahu, semua ini adalah rencana Permaisuriku Li Phin. Hingga ia rela mengorbankan dirinya dan putra kami, juga Jenderal Liang Si. Aku telah lama mengetahui jika Jenderal Liang Si memang mencintai Permaisuriku.


"Tapi semua itu adalah masa lalu, dan Jenderal Liang Si telah bersumpah demi dirinya dan Kerajaan Wuling miliknya, jika dia tidak akan berkhianat kepada Kekaisaran Donglang.


"Antara istriku dan Jenderal Liang Si tidak seperti apa yang kau pikirkan selama ini, kau picik sekali!" ucap Jang Min.


"Hahaha, kau kira. Ada cinta sejati dan suci di dunia ini? Aku tidak yakin jika Liang Si akan selamanya bertahan demi cintanya kepada Li Phin suatu saat dia akan berkhianat juga!" balas Qin Jiajia mengejek.


"Kau memang tidak akan mempercayainya, Jiajia. Tapi, aku akan membuktikannya di sepanjang hidupku!" ucap Liang Si yang sudah sadar dari pengaruh racun tanpa nama.


Walaupun Liang Si masih terlihat sedikit lelah dan pucat ia ingin bangkit, "Jenderal Liang, Istirahatlah, serahkan saja wanita iblis ini kepada kami!" balas Jang Min.


"Baiklah, kau boleh menyerahkan Permaisuri Zedong kepadaku, aku akan melakukan apa yang kau mau, Jiajia. Lepaskanlah, Permaisuri Zedong!" balas Dara masih menggenggam pedangnya.


"Hahaha, kau kira aku begitu bodoh dengan mempercayai kalian. Heh! Aku sangat tidak yakin kau akan membiarkanku bebas berkeliaran dari istana ini," ketusnya, "aku harus mencoba untuk keluar dari istana ini mencoba untuk kabur, jika tidak, aku bisa mati konyol di sini," batin Qin Jiajia.


Ia mengamati sekelilingnya dengan  tetap menyandera Permaisuri Zedong, "Jika kau membunuh Permaisuri Zedong! Aku akan membunuh seluruh keluargamu di Gunung Kunlun, Jiajia! Aku tidak peduli jika aku harus berperang dengan kerajaan Mongol, Changsha, maupun Qin." 


Jang Min menatap ke arah Qin Jiajia dengan tegas, ia maju perlahan ke erah Qin Jiajia di mana ia berada dan mulai tersudut. Qin Jiajia sedikit mundur dan terus mencengkram leher Permaisuri Zedong.


"Yang Mulia Kaisar, bunuh saja wanita iblis ini, aku tidak peduli jika aku harus mati. Tapi, sebagai gantinya bunuh juga wanita iblis ini," ucap Permaisuri Zedong, ia benar-benar membenci ulah Qin Jiajia.


"Mundur kalian! Jika kalian maju selangkah lagi, maka aku akan membunuh Permaisuri Zedong," ujar Qin Jiajia semakin menancapkan kukunya di leher Permaisuri Zedong, "diam kau Permaisuri Zedong! Jika kau masih bersuara maka aku akan membunuhmu!" teriak Qin Jiajia kesal.


Ia tidak menyangka di balik sikap lembut dan rapuhnya Permaisuri Zedong tersimpan tekad dan tak gentar menghadapi ambang kematiannya, "Sial, aku benar-benar salah menyandera Permaisuri Zedong!" umpat batinnya mulai galau.


"Aku akan membunuhmu Qin Jiajia jika kau tidak melepaskan Permaisuri Zedong," balas Qin Jiajia.


'Hahaha, kau tidak akan bisa membunuhku! Jika kau membunuhku maka kau juga akan membunuh Permaisuri Zedong," ulang Qin Jiajia.


"Aku tidak peduli jika aku harus membunuh Permaisuri Zedong, aku rasa harus ada dikorbankan untuk membunuhmu," ucap Qin Jiajia.


Dara melesat secepat kilat ke arah kiri untuk mengalihkan pandangan Qin Jiajia hingga ia berhasil melemparkan pisau kecil tepat di tangan kanan Qin Jiajia, yang mencengkram leher Permaisuri Zedong.


 "Kau!" lirih Qin Jiajia tak menyangka serangan tersebut hingga ia jatuh terkapar tewas di lantai.


"Aaa!" pekikan Permaisuri Zedong kala darah Qin Jiajia mengucur mengenai wajahnya semua orang yang hadir berteriak ketakutan.


"Bertahanlah permaisuri Zedong!" ucap Dara melesat menangkap tubuh permaisuri Zedong agar tak jatuh ke lantai. Tabib Luo langsing mengambil tubuh Permaisuri Zedong mengobati lukanya.


Sementara Dara dan Jang Min sudah berdiri tepat di depan tubuh Qin Jiajia yang terduduk dengan darah mengucur dan tangan yang telah berubah menjadi sehitam arang.


"Apa yang kalian lakukan dengan tanganku? Bunuh aku! Aku tidak mau hidup seperti ini," umpat Qin Jiajia.


"Bukankah kau selalu saja meracuni orang-orang! Sekarang racun milikmu sendirilah yang akan mengantarkanmu kepada kematian yang selama ini kau lakukan," ujar Dara.


"Pengawal! Tangkap dan jebloskan Qin Jiajia ke penjara bawah tanah! Beritahukan kepada Kerajaan Mongol jika permaisurinya telah gagal membunuh Permaisuri Li Phin dan Zedong juga semua orang!" perintah Jang Min.