Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Season 2 Keabadian Cinta - Lenyapnya Klan Naga


"Terus apakah aku harus bilang, 'Wow!' gitu? Cih, najis tralala!" umpat Dara kesal, ia terus melesat untuk membunuh Raja Iblis Neraka yang terus berkelit dan menggunakan kekuatannya.


Namun, musuhnya bukanlah manusia melainkan seorang iblis yang tidak  sembarangan yaitu : raja iblis neraka, sehingga Dara semakin kacau, berulang kali ia harus berjumpalitan untuk menerjang dan menebaskan pedang ke patung arca tersebut.


Trang! Trang!


Dara kembali menyerang ke arah raja iblis neraka yang terus berusaha untuk menghadangnya agar tidak menyusul ke arah Lu Dang yang berusaha untuk melesat secepatnya.


Dara melirik ke arah Lu Dang yang mencoba untuk mencari si kembar, "Aduh, bagaimana ini? Liu Min … tolong si kembar! Lu Dang ingin menangkapnya untuk dijadikan tumbal kepada raja iblis neraka!" teriak Dara, ia berusaha untuk melesat ke arah Lu Dang.


Namun, selalu saja raja Iblis Neraka tak memberikannya kesempatan untuk itu.


Liu Min menyadari apa yang ingin dikatakan oleh Dara, ia pun melesat di atas punggung Long Mei. Tetapi Tianlong dan naga lain masih terus berusaha untuk menghalangi keduanya. 


"Minggir kalian!" teriak Liu Min, tetapi tak seekor naga pun yang mengindahkan perintah Liu Min.


"Nenek Zhang Mei, lemparkan aku ke atas tubuh Tianlong!" teriak Liu min.


"Apa yang akan kau lakukan Kaisar?" tanya Long Mei bingung, ia masih berusaha berkelit untuk menjatuhkan lawan mereka.


"Sudah lakukan saja!" Teriak Liu Min.


Long Mei langsung berkelit untuk mencari tempat yang sedikit luas di angkasa untuk menurunkan punggungnya membuat Liu Min meluncur ke ujung ekor Long Mei, bergelantungan di sana. 


"Bersiaplah!" teriak Long Mei, ia langsung mengibaskan ekornya ke arah Tianlong.


Liu min meluncur dengan cepat dan melesat dengan ilmu peringan tubuh langsung berusaha untuk mendarat ke punggung Tianlong.


Namun, Tianlong tidak semudah itu untuk dikalahkan ia terus meliuk-liukkan tubuhnya agar Liu Min jatuh dari punggungnya. 


Liu Min melesat dengan cepat berlari di punggung Tianlong walaupun ia berulang kali hampir jatuh di udara.


"Serang dan bunuh Liu Min di punggungku!" teriak Tianlong kepada para naga.


Perintah Tianlong membuat para naga lain langsung melesat menuju ke arah Liu Min berusaha untuk menyabetkan ekor dan menerkam Liu Min, tetapi semua serangan para naga luput karena Liu Min dengan mudah bergulingan dan melesat bersalto ria di antara kibasan ekor dan terkaman para naga. 


Sehingga tebasan dari ekor dan terkaman taring para naga malah mengenai punggung Tianlong membuatnya berteriak kesakitan terus menerus. 


Long Mei berusaha untuk menyelamatkan Liu Min dengan segala kepintarannya berusaha untuk menerkam naga yang ingin menyerang Liu Min.


"Andaikan aku menyemburkan api atau air kristal milikku! Aku tidak ingin mengenai Kaisar Liu Min," batin Long Mei semakin bingung ia hanya mampu menyerang musuh yang berusaha untuk mendekati Liu Min.


Tianlong tidak menyangka jika semua serangan para naga malah melukai tubuhnya. Liu Min kembali berjumpalitan dan mendarat kembali ke punggung Tianlong yang masih mengerang kesakitan.


Liu Min bersyukur Long Mei masih terus melindunginya, "Nenek Long Mei! Berhati-hatilah!" batin Liu Min, ia melihat Long Mei masih terus mengibaskan cakar, ekor, dan taringnya ke arah para naga tanpa mengindahkan keselamatannya.


"Liu Min, bunuh Tianlong!" balas Long Mei, "aku tidak bisa menahannya terlalu lama. Aku takut gerhana matahari akan datang dan para naga semakin kuat!" papar Tianlong.


"Ini kesempatanku untuk menghancurkan dan membunuh Tianlong! Aku rasa, jika benar kata nenek Long Mei, 'Kalau aku membunuh Tianlong maka para naga ini akan sadar,' aku coba saja dulu!" batin Liu Min.


"Matilah, kau pengkhianat! Kau telah membunuh para klan naga!" teriak Liu Min.


Kras! 


Liu Min menancapkan pedang ke punggung Tianlong dengan cepat, ia tak ingin mengulur waktu. Sehingga dengan menggunakan kekuatan penuh ia mengerahkan semua kekuatannya pada pedang hingga pedang tersebut menembus ke bagian perut bawah Tianlong.


"Aaargh! Bajingan kau!" teriak Tianlong kesakitan dan ia menggelepar di udara. 


Liu Min kembali menarik pedang hingga darah Tianlong merembes dari lukanya.


Liu Min kembali menghujamkan pedangnya. Liu Min bergelantungan dengan memegang gagang pedang, membuat tubuh Liu Min berayun ke sana kemari, mengikuti Tianlong yang berteriak kesakitan di angkasa.


Liu Min, melompat ke punggung Tianlong mencabut kembali pedangnya dan ia pun kembali memotong tubuh Tianlong.


Bruk!


Tubuh Tianlong jatuh terjerembab di tanah dan mengerang tewas seketika. Segalanya menjadi hening, semua naga sekutu Tianlong masih mengepak di angkasa.


"Tugas kalian sudah usai, tinggal tugasku dan Qinglong. Untuk membersihkan nama para klan naga!" ucap Long Mei tegas, "tapi, jika kalian pun masih mau mengikuti Tianlong … silakan!" ucap Long Mei.


"Maafkan kami, Qinglong dan Long Mei! Maafkan kesalahan kami di masa lalu," ujar semua naga serempak, mereka menundukkan kepala di angkasa di depan Long Mei dan Qinglong yang sudah berada di sisi istrinya.


"Sudahlah! Kami sudah memaafkan kalian. Istirahatlah dengan damai," jawab Long Mei dan Qinglong di angkasa.


"Terima kasih, Qinglong dan Long Mei! Terima kasih Kaisar Liu Min! Akhirnya kami bebas!" ujar semua naga, mereka semua menunduk ke arah Liu Min memberikan penghormatan.


"Pergilah dengan damai! Kerjakanlah tugas yang diberikan oleh Dewa Agung sebaik-baiknya. Semoga Dewa Agung memberi pengampunan kepada kalian dan membersihkan nama klan para naga," ucap Liu Min, ia berusaha untuk bijaksana.


Walaupun ia tahu pemilik segala-Nya hanyalah Tuhan dan Dewa Agung yang akan memberikan maaf pada para naga, ia hanyalah manusia biasa yang tak luput dari dosa.


Terima kasih, Kaisar! Selamat tinggal! Qinglong dan Long Mei, kami pergi dulu!" balas semua naga yang langsung lenyap di udara termasuk Fucalong yang terluka di bumi.


"Kurang ajar! Kalian telah berani membunuh Tianlong!" teriak raja iblis neraka murka, ia langsung menyerang Liu Min dengan mata merah yang mengeluarkan sinar bak sinar laser yang mampu memotong semua hal.


"Bajingan! Jangan pernah menyerang suamimu!" teriak Dara, ia melesat secepatnya menggunakan tenaga dalam miliknya menyalurkan semua kekuatan pada pedang naga hijau.


Kras! Kras!


Tubuh arca patung Raja Iblis Neraka langsung hancur seketika.


Brrrstt! 


Qinglong langsung menyemburkan api ke patung arca raja iblis neraka yang langsung membakar patung yang sudah berserakan ditanah hingga tak tersisa.


"Aaaa!" teriak Raja Iblis Neraka, jiwanya melesat ke arah Lu Dang yang sedang mencari si kembar.


Si kembar dan Ningrum berusaha untuk tetap bersembunyi, Ningrum berkomat-kamit berusaha untuk membaca semua doa yang ia tahu.


Tubuh Guangzhou yang sudah bersekutu dengan reinkarnasi leluhurnya Lu Dang, kini sudah dirasuki raja iblis neraka yang ingin mencari inang untuk jiwanya.


"Aaargh!" teriak Lu Dang, ia sudah bersatu kembali dengan tuannya.


Lu Dang melesat dengan kecepatan yang sangat luar biasa mencoba menarik si kembar dari pelukan Ningrum.


"Lepaskan anak-anak itu, Perempuan! Jika kau ingin selamat!" ucap Lu Dang yang sudah dirasuki iblis.


"Tidak akan pernah! Kau boleh membunuhku," ucap Ningrum, ia berdiri di depan si kembar dengan keberanian.


"Hahaha! Anak dan ibu sama saja! Aku akan membunuhmu!" teriak Lu Dang, ia melesat ingin membunuh Ningrum.


Trang!


Liu Amei langsung menangkis pedang Lu Dang, "Bu Ningrum, menjauhlah! Bawa si kembar!" teriak Liu Amei.


"Bibi!" teriak si kembar, yang masih menoleh ke arah Liu Amei sambil berlari.


"Menjauhlah kalian!" ucap Liu Amei, ia langsung menyerang Lu Dang, 


Ningrum dan si kembar berlari secepatnya ke arah persembunyian lain. Akan tetapi, mereka malah dihadang oleh Mitzuki dan para ninja.


"Serahkan kedua anak itu padaku, hei kau Wanita tua!" teriak Mitzuki.


"Tidak akan pernah!" balas Ningrum.


"Rasakan ini!" teriak Mitzuki langsung menyerang ke arah Ningrum dengan samurainya, sementara di belakang Ningrum si kembar masih memeluknya.


Trang!


"Jangan membunuh wanita dan anak-anak, Bedebah!" teriak Tan Juan dengan pakaian seorang jenderal Donglang yaitu : Li Sun.