Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Season 2. Keabadian Cinta- Guangzhou yang licik


"Apa maksudmu dengan semua ini Tuan Guangzhou?" tanya Luo Kang bingung, ia masih berdiri dengan pisau bedah di depan semua mayat yang berjatuhan.


Guangzhou berjalan mendekat dengan  samurai yang terhunus ke arahnya dengan darah masih menetes di mata pedang seakan meminta korban lagi.


Luo Kang mundur hingga ia sudah merapat ke arah dinding dengan pisau bedah di tangannya, "Si Tua Bangka itu, pantas mati! Dia sudah terlalu lama berada di posisi ketua. Dia tak pernah mau mendengarkan usulku.


"Dan kau pun harus mati! Aku tidak mau membiarkan bukti hidup tentang terbunuhnya Chien Fang," ancam Guangzhou.


Ia terus berjalan mengayunkan samurai ingin menebas Luo Kang, "Aku akan menutup mulutku dan tidak akan pernah membukanya. Percayalah dengan semua yang aku katakan!" ujar Luo Kang.


Namun, Guangzhou tak peduli dengan permintaan Luo Kang. Ia pun menebaskan samurai ke arah Luo Kang yang berkelit dengan menangkis menggunakan pisau bedah. Luo Kang merasakan jika kekuatan Guangzhou begitu dahsyat hingga ia pun tersudut.


Kras! Kras!


Tebasan pedang samurai telah melukai tubuh Luo Kang, darah sudah membasahi baju hijau seragam bedah dan penutup kepalanya. Luo Kang sudah jatuh terduduk di lantai dengan menggelepar seakan nyawanya sudah ingin dicabut.


Akan tetapi, ia merasakan suatu kekuatan bergerak di tangannya ia langsung melemparkan pisau bedah ke arah Guangzhou membuat Guangzhou langsung terjatuh dan luka menganga di dadanya dengan darah merembes memenuhi baju Guangzhou.


Sementara Luo Kang langsung ambruk pingsan tubuhnya terdiam, Guangzhou berdiri dan berlari ke luar di ruang UGD  membuat semua orang berteriak ketakutan, kala mendengar sirine mobil polisi.


Guangzhou berusaha kabur dan melaporkan semua yang dilakukan oleh para dokter rumah sakit, "Apa?" teriak Kakak kedua yang bernama Chien Shi.


Guangzhou memutarbalikkan fakta, "Iya, Kakak Chien Shi. Mereka telah membunuh Ketua Chien dan melukaiku yang ingin menyelamatkannya," kata Guangzhou berbohong.


"Bajingan! Wang Kong, obati Guangzhou. Mari kita menyerang ke rumah sakit sejarang juga!" ajak Chien Shi.


"Jangan Kakak! Polisi sudah mengepung tempat itu," ucap Guangzhou, ia tidak ingin jika kejahatannya terbongkar.


"Sialan! Baiklah, kita tunggu 3 hari lagi," balas Chien Shi.


Guangzhou tersenyum bahagia, "Rencanaku berhasil dengan sempurna. Aku 'kan menghabisi mereka satu demi satu.


"Jika rencanaku berjalan mulus maka aku akan dengan mudah membunuh mereka semuanya," batin Guangzhou.


Guangzhou menatap Wang Kong yang sedang mengobati lukanya dan keduanya tersenyum dengan penuh kemenangan.


"Guangzhou, aku akan melihat semua bisnis kita. Kamu istirahatlah dulu," ujar Chien Shi.


"Baik, Kakak Kedua!" balas Guangzhou.


Beberapa menit kemudian, "Rencana yang kamu berikan sungguh hebat Wang Kong. Aku harap kita bisa menuai kemenangan dengan menghancurkan mereka semua," ucap Guangzhou.


"Jangan khawatir aku sudah menyiapkan kejutan untuk menangkis dan menumpas ketua Naga Merah secepatnya," balas Wang Kong tersenyum.


***


Sementara di rumah sakit ….


Para dokter dan perawat langsung menyelamatkan tubuh Luo Kang dan para dokter yang masih bisa ditolong. Seluruh kota Shenzhen gempar dan berduka akan meninggalnya beberapa dokter hebat dan perawat dari rumah sakit tersebut.


Akan tetapi, tiga hari kemudian pasukan naga merah datang ke rumah sakit dengan senjata lengkap, mereka langsung membunuh semua dokter dan perawat yang mereka temui tanpa pandang bulu. Bahkan, pasien pun menjadi korban kebiadaban mereka.


"Ada apa?" tanya Luo Kang di atas brankar.


"Pasukan naga merah telah menyerang dan telah membunuh semua perawat dan dokter, termasuk pasien mereka pun telah membakar rumah sakit!" ucap Achie.


Achie masih mengintip dari balik tirai di bangsal rumah sakit, "Apa? Dasar kurang ajar!" umpat Luo Kang, ia ingin berdiri akan tetapi lukanya terasa sakit hingga ia tak lagi bisa bergerak.


"Archie, apa yang kamu lakukan?" tanya Luo Kang bingung.


Achie langsung memindahkan Luo Kang ke sebuah kursi roda dan mendorongnya ke luar dari rumah sakit melalui pintu belakang dan menyembunyikan di sebuah tumpukan sampah.


"Achie, kamu mau ke mana?" tanya Luo Kang menjilat Achie kembali ke rumah sakit.


"Bertahanlah Dokter Luo, pergilah kalau bisa menjauhlah dari sini. Jika Dewa berkenan kita akan bertemu kembali," ujar Achie berlari kembali ke rumah sakit. 


Luo Kang melihat si jago merah telah melahap semua bangunan, pemadam kebakaran telah darang akan tetapi, dihadang oleh pasukan naga merah begitu juga dengan polisi kematian terjadi dimana-mana, hingga beberapa bulan perang terjadi antara polisi dan  pasukan naga merah hingga para ketuanya ditangkap.


Namun, Guangzhou menghilang hingga ia telah muncul kembali menjadi mafia besar yang sangat ditakuti oleh semua orang termasuk pemerintah yang sudah lama mencarinya tetapi tak pernah berhasil.


***


Masa kini ….


Luo Kang menatap sedih ke dalam  botol minumannya dan kembali meminum cairan itu hingga habis tak tersisa, "Begitulah kisah yang kualami bertemu dengan Guangzhou yang licik, jika aku tahu akan begitu. Aku tidak akan membawa Chien Fang ke rumah sakit. 


"Jadi, tidak perlu banyak nyawa yang melayang hanya karena kebodohanku," ujar Luo Kang menyesali semua yang pernah terjadi.


Semua orang diam dan merasakan getir kepahitan yang telah dialami oleh Luo Kang.


"Dokter Luo, aku rasa niatmu sangat baik menolong semua orang tanpa memandang bulu, sesuai dengan sumpahmu sebagai seorang dokter.


"Hanya saja, bagi manusia licik seperti Guangzhou itu tak ada artinya. Dia akan rela melakukan apa saja agar bisa membunuh semua orang untuk mencapai apa yang mereka inginkan." Dara menatap ke arah Luo Kang dengan perasaan iba.


Dara merasa seakan melihat Tabib Luo leluhur Luo Kang yang sangat baik dan bersahaja, "Aku beruntung dapat bertemu dengan keturunan Tabib Luo di duniaku," batin Dara.


"Lalu apakah sekarang Tuan tahu di mana mereka berada? Maksudku di mana markas mereka?" tanya Liu Min.


Dokter Luo Kang hanya diam, dia menghela napas, "Desa Nelayan adalah desa yang paling miskin di Hunan, aku merasa mereka tidak ingin masuk kemari untuk memperdagangkan narkoba.


"Karena Desa Nelayan adalah desa yang yang memiliki solidaritas yang tinggi. Jika engkau ingin mengetahuinya pergilah ke Hunan di bagian utara," ujar Luo Kang 


"Hunan bagian utara? Apakah kamu maksud itu seperti Kota Xuchang? Atau Xihe?" tanya Dara.


Dara mengingat ada sebuah Desa di antara dua kota di Xuchang yang tak tersentuh yang dekat dengan lautan. Pada zaman kekaisaran sendiri tidak terlalu memperdulikan karena desa itu begitu aman.


"Hunan adalah Xuchang sedangkan Xihe adalah kota Linji dekat di daerah padang pasir dan lembah Mo Yuer berbatasan dengan Mongol. Anda mengetahui Xihe Nona?" tanya Dokter Luo Kang curiga.


"Lembah Mo Yuer?" tanya Dara mengingat kekasih dari Liu Bei kakek dari Liu Min.