Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Informasi Mo Yu'er


Akan tetapi Gu Shanzheng bukan menjauh ia semakin melingkarkan kedua belah tangannya ke tubuh Tan Jia Li, membuat Tan Jia Li semakin merasa kacau.


"Jika kamu tidak menjauh dariku, aku akan membunuhmu suatu saat Tuan Gu!" ancam Tan Jia Li.


"Aku tidak peduli!" balas Gu Shanzheng mendaratkan kecupan sekilas di tengkuk Tan Jia Li.


"Dasar bajingan!" umpat Tan Jia Li.


"Ehm! Ehm!" sela Mo Yu'er.


Pletak!


Tangan Mo Yu'er langsung menimpuk kepala Gu Shanzheng, "Kau benar-benar mirip pria tua bangka itu! Tidak sopan sama sekali!" hardik Mo Yu'er geram menatap Gu Shanzheng.


"Aw, Sakit Nenek! Kau tega sekali!" ujar Gu Shanzheng kala Mo Yu'er malah menarik kupingnya.


"Kamu sudah tahu dia sakit malah mencari kesempatan di dalam kesempitannya. Sungguh terlalu!" balas Mo Yu'er.


"Habis aku kesal padanya, Nek. Dia selalu saja beranggapan aku selalu mengambil kesempatan di dalam kesempitannya, padahal aku sana sekali tidak melakukannya." Gu Shanzheng membelai kupingnya yang teramat sakit akibat jeweran Mo Yu'er.


"Kalau kamu ingin mendapatkan cinta darinya bukan begitu caranya," ujar Mo Yu'er.


Namun, belum lagi mereka melanjutkan pembicaraan mereka mendengar derap langkah kuda mendekat. ketiganya saling pandang, "Diamlah! Aku akan menghadapi mereka," ujar Mo Yu'er melesat dari belakang gua.


Gu Shanzheng mendekat ke arah Tan Jia Li, mengambil pedang miliknya dan milik Tan Jia Li, "Ayo, bersembunyilah dulu. Aku tidak ingin ada yang akan terjadi dengan Mo Yu'er," ujar Gu Shanzheng.


"Ayo, mari!" balas Tan Jia Li.


Keduanya memasuki gua dan bersembunyi di balik batu, mendengarkan pembicaraan Mo Yu'er dengan para prajurit.


"Nona Mo Yu'er, apakah kamu benar-benar tidak melihat pasangan yang luka kemari? Kami tidak mendapatkan petunjuk di lembah ini, selain ke arah tempat tinggalmu," ujar jenderal Mongol tersebut.


"Jika aku tahu aku akan mengatakannya kepadamu, Jenderal jangan khawatir," balas Mo Yu'er.


"Periksa daerah ini, aku merasa mereka pasti bersembunyi di daerah ini," perintah Jenderal Mongol.


"Apakah kalian tidak percaya kepadaku, Jenderal?" tanya Mo Yu'er.


"Bukan aku tak percaya! Tapi, aku sangat yakin jika pasangan itu kabur ke arah sini, bagaimanapun aku sangat yakin akan hal itu! Jika aku tahu kamu menyembunyikan mereka Nona Mo Yu'er.


"Kau tahukan apa yang akan kau hadapi untuk kejahatan yang kau lakukan? Jika kau diketahui menyembunyikan mereka maka kamu pun akan disebut sebagai pengkhianat, bukan?" ancam Jendral Mongol.


"Hah! Kau tidak memandang jika aku adalah pewaris sah dari kerajaan Mongol begitu?" tanya Mo Yu'er, menatap marah ke arah jendral Mongol.


"Aku tidak peduli! Perintah raja sekaranglah yang kami patuhi, Nona Mo Yu'er," balas Jenderal Mongol menatap tajam ke arah Mo Yu'er.


"Terserahlah, kau boleh memeriksa apa yang ingin kamu periksa," ujar Mo Yu'er.


Semua prajurit bergerak dengan cepat memeriksa semua lembah di setiap sudut. Namun, mereka tidak menemukan gua tempat persembunyian Gu Shanzheng dan Tan Jia Li.


"Maaf, Yang Mulia Jenderal, kami tidak menemukan siapa pun," balas salah satu prajurit.


"Baiklah, Permisi Nona Mo Yu'er!" balas jenderal Mongol, "ayo, tinggalkan tempat ini!" ajaknya semua pasukan berkuda langsung meninggalkan lembah Mayu.


Mo Yu'er hanya diam saja melihat ke arah mereka, "Syukurlah tak ada yang tahu jika mereka berada di dalam gua," batin Mo Yu'er.


Ia duduk di salah satu batu di pinggir sungai meniup seruling pemberiannya kepada Liu Bei. Sayup-sayup terdengar suara perih terdengar dari tiupan seruling yang dilantunkan oleh Mo Yu'er. Air mata berlinang di pipi Mo Yu'er, "Liu Bei, kamu benar-benar keterlaluan. Kamu tidak merasakan apa yang aku rasakan selama ini," lirih Mo Yu'er.


Ia menyeka air mata dan melesat masuk ke dalam gua, "Hei, anak-anak! Ke luarlah!" ucap Mo Yu'er.


Tan Jia Li, langsung ke luar dari persembunyian bersama Gu Shanzheng, "Terima kasih, Nek! Nenek telah melindungi kami dari prajurit Mongol," balas  Gu Shanzheng.


"Hah! Aku hanya tidak suka dengan cara kerja Shan Ti'er yang sangat kejam dan semena-mena kepada rakyatnya, aku ingin ada orang yang akan menghancurkan mereka," balas Mo Yu'er.


"Nenek, kami hanya ingin bertanya mengenai silsilah selir Chien, apa benar selir Chien memang putri dari raja Chien Kwang dan Putri Go Zhu?" tanya Gu Shanzheng kepada Mo Yu'er.


"Tidak, Mereka tidak memiliki keturunan karena putri Go Zhu meninggal muda, akan tetapi Selir Chien yang menikah dengan Liu Fei adalah putri dari Lu Dang ketua sekte racun hitam yang sebenarnya.


"Aku tidak tahu mengapa mereka berniat untuk memalsukan hal itu? Akan tetapi sekarang aku rasa itu adalah karena mereka ingin mengadakan kudeta jika Selir Chien yang tak lain adalah sepupu dari sepupu dari Chien Fu.


"Jika Adik Chien Fu, Chien Ti'er menikah dengan perdana menteri Qin Chai Xi yang tak lain adalah putra mahkota dari kerajaan Qin yang melarikan diri dan putri Lu Cia atau yang kalian sebut Selir Chien menikah dengan Liu Fei maka mereka secara tidak langsung berada di lingkungan kaisar menjadi orang nomor dua dan sangat berpengaruh.


"Sehingga mereka akan mudah melakukan kudeta dan menghancurkan kekaisaran Donglang," balas Mo Yu'er menatap keduanya.


"Oh  pantas saja! Mereka selalu saja diam-diam melakukan pertemuan," balas Tan Jia Li.


"Ya, begitulah! Sebaiknya kalian beristirahatlah, besok segera tinggalkan lembah ini, antara Changsha, Mongol, dan Qin mereka memang memiliki hubungan darah juga tujuan yang sama. 


"Jika kalian ingin menghancurkan pemberontakan cara satu-satunya adalah berperang dengan mereka," usul dari Mo Yu'er.


"Baiklah, Nenek! Terima kasih atas semua informasi dan kebaikan yang Nenek berikan," balas Gu Shanzheng.


"Besok pergilah ke barat ke arah Changsha kalian akan banyak menemukan pelatihan-pelatihan prajurit yang mereka lakukan sehingga kalian akan  dengan mudah mengetahui sepak terjang mereka di dalam melakukan pemberontakan dan tipu muslihat," Mo Yu'er menatap keduanya dengan penuh harapan.


"Baiklah, Nenek, kami akan mengingat semua apa yang engkau usulkan kepada kami, Nek." Gu Shanzheng melakukan penghormatan kepada Mo Yu'er.


"Baiklah, aku akan pergi. Di dalam keranjang itu ada makanan dan obat-obatan, telusurilah gua ini semakin dalam kalian akan menemukan sebuah desa di lembah Mayu paling ujung sehingga kalian bisa meneruskan ke daerah barat yaitu Changsha," ucap Mo Yu'er.


"Baiklah, Nek! Terima kasih," balas keduanya menatap kepergian Mo Yu'er  keduanya melepas kepergiaan Mo Yu'er dengan saling pandang.


"Baiklah, mari! Sebaiknya kita berjalan perlahan dulu ke bagian dalan gua, setelahnya kita akan beristirahat sejenak, besok sebelum matahari terbit kita akan meninggalkan Desa Mayu. Bagaimana Jia'er?" tanya Gu Shanzheng menatap Tan Jia Li.