
"Tinggalkan saja suamimu! Tidak ada yang bisa melawan kehendakku di sini! Aku adalah pemilik Penginapan Rumah Bunga ini, siapa pun wanita yang masuk kemari tidak akan pernah bisa keluar lagi," ujarnya.
"Oh, mengerikan sekali Tuan. Kalau boleh tahu siapa nama Tuan?" tanya Tan Jia Li penasaran.
"Aku adalah Shan Tek Xie, adik dari Raja Shan Ti'er. Jadi siapa pun yang membangkang akan dijebloskan ke penjara bahkan dihukum gantung," paparnya.
"Walaupun tidak memiliki kesalahan?" tanya Tan Jia Li.
"Ya, karena kamilah hukum itu!" balas Shan Tek Xie, mengagumi kecantikan Tan Jia Li.
"Maaf, Yang Mulia saya akan keluar dari penginapan ini," balasnya.
"Tidak, bisa! Pengawal tangkap wanita ini! Jangan biarkan dia kabur!" perintah Shan Tek Xie.
Sepuluh orang prajurit Mongol langsung mengepung Tan Jia Li, membuat Tan Jia Li berada di tengah ruangan terkepung oleh prajurit dengan senjata lengkap yang terhunus padanya.
"Ada apa ini? Ini istri saya! Saya baru saja memesan kamar, kalian sudah mengepung istri saya. Apa kesalahan istri saya?" tanya Gu Shanzheng menghampiri Tan Jia Li dan memegang bahu istrinya.
"Hahaha jadi kau suaminya! Aku menginginkan istriku untuk menjadi salah satu wanita penghibur di Penginapan Rumah Bunga milikku. Aku akan membayar mahal untuk semua itu," balas Shan Tek Xie.
"Maaf, Tuan. Istri saya sedang hamil muda. Itu sangat tidak lucu sekali. Aku merasa jika dia sudah melahirkan mungkin tidak masalah!" balas Gu Shanzheng menatap ke arah Shan Tek Xie.
"Itu sangat lama sekali! Kami bisa menggugurkan anak tersebut! Jika kau mau aku akan menyiapkan 2 tael perak!" balasnya menghina ke arah Gu Shanzheng.
"Apa? Istriku begitu cantik hanya seharga itu?" Gu Shanzheng dan Tan Jia Li terkejut dengan harga yang ditawarkan seakan mereka sedang membeli sebuah bakpao.
"Kau menghargaiku lebih murah dari seekor kuda? Hah! Kau bilang, 'Kau adalah adik dari Raja Shan Ti'er. Tapi kau sangat miskin sekali! Pangeran macam apa kau!" teriak Tan Jia Li murka.
"Hahaha, posisi kalian bukan mengharuskan kalian harus tawar menawar denganku. Kalian tidak memiliki hak untuk bernegoisasi. Jika kalian tidak mau maka nyawa kalianlah taruhannya," ucap Shan Tek Xie tertawa bahagia.
"Aku tidak peduli!" balas Tan Jia Li.
Shan Tek Xie maju ingin menarik rambut Tan Jia Li, hingga ia merapat ke pelukan Shan Tek Xie, "Hahaha, kau sangat wangi dan cantik, Nona!" ujar Shab Tek Xie membelai pipi Tan Jia Li.
"Jia'er!" teriak Gu Shanzheng akan tetapi seluruh pedang sudah berada di lehernya siap untuk menghilangkan nyawanya.
"Menyerahlah, jika kau ingin selamat! Serahkan saja istrimu!" ujar salah seorang prajurit.
"Tidak, akan!" teriak Gu Shanzheng.
"Jika kau tidak mau menyerahkan istrimu maka lihatlah, apa yang bisa aku lakukan kepadanya?" Teriak Shan Tek Xie. Ia menarik pedang dan menghunuskan kepada Tan Jia Li.
"Suamiku, aku takut! Menyerahlah Suamiku, aku mencintaimu!" ujar Tan Jia Li dengan menatap ke arah Gu Shanzheng seakan mereka benar-benar suami-istri yang saling mencintai.
Semua orang di Penginapan Rumah Bunga sudah bersembunyi di balik dinding dan pilar rumah juga kursi. Mereka ketakutan setengah mati.
"Istriku! Aku tidak bisa hidup tanpamu!" teriak Gu Shanzheng.
Gu Shanzheng berusaha untuk melawan akan tetapi prajurit memukulnya dan ia tersungkur ke lantai, "Hahaha, kau bodoh sekali melawan kami, dasar bedebah! Cuih!" seorang prajurit meludahi Gu Shanzheng.
"Suamiku!" ujar Tan Jia Li. Shan Tek Xie menghubungkan sedang ingin menyobek baju atas Tan Jia Li.
Akan tetapi, kedua jari telunjuk dan manis Tan Jia Li menangkap ujung pedang dan mematahkan ujung pedang. Ia langsung menangkap patahan pedang menancapkan langsung ke leher Shan Tek Xie.
Trang!
Gu Shanzeng menebas semua prajurit dengan pedang yang dirampas dari prajurit tersebut, "Mana sifat angkuhmu tadi yang meludahiku?" teriak Gu Shanzheng marah menebas tangan prajurit tersebut hingga tangan tergeletak di lantai.
"Aaa, ampun, Tuan! Maafkanlah aku!" teriak si prajurit berlutut di antara semua temannya yang menggelepar meregang nyawa.
"Katakan, siapa yang telah menjual para wanita dan untuk apa anak-anak tersebut?" teriak Tan Jia Li menghunuskan pedang ke tubuh Shan Tek Xie.
"Aku tidak akan mengatakannya!" teriak Shan Tek Xie.
Kras!
Tebasan pedang melukai tangan Shan Tek Xie, "Tangan inilah, yang telah kau gunakan untuk menyentuh dan menjual para wanita. Kau biadab sekali!" ujar Tan Jia Li.
"Aaa! Kau akan mendapatkan hukuman! Siapa kau?" teriak Shan Tek Xie.
"Kami adalah pasangan pendekar gila! Yang akan membawa kedamaian kepada begundal-begundal tak berguna seperti kalian!" teriak Tan Jia Li murka.
Tan Jia Li dan Gu Shanzheng tidak menyadari, jika seorang wanita di dalam kamar di lantai atas telah melepaskan sebuah petasan ke langit untuk memanggil bala bantuan.
Wanita mucikari tersebut bersembunyi di balik pintu kamar, menyaksikan segala penyiksaan dan kehebatan pasangan pendekar gila tersebut, "Siapa mereka?" batinnya. Ia masih bersembunyi, mengamati segalanya.
***
Sementara Gu Shanzheng masih menyiksa Shan Tek Xie bersama dengan Tan Jia Li, "Katakan, siapa saja dalang kerusuhan di perbatasan Mongol dan Wuling? Dan kejahatan di Xihe?" ujar Gu Shanzheng.
"Apakah kalian suruhan dari Kaisar Liu Min?" tanya Shan Tek Xie.
"Bukan! Kami mencari adik kami yang kalian tangkap di perbatasan desa Xihe!" ujar Gu Shanzheng marah.
"Aku tak akan mengatakan walaupun aku mati!" teriak Shan Tek Xie.
"Baiklah, jika kau menginginkannya!" ujar Tan Jia Li langsung menikamkan pedang ke jantung Shan Tek Xie.
"Istriku! Seharusnya siksa dia pelan-pelan saja hingga dia mengatakan yang sebenarnya! Bukan langsung dimatikan!" teriak Gu Shanzheng.
"Dia tidak akan mengatakannya, yang jelas Raja Shan Ti'er adalah dalang kejahatan yang sudah terjadi di perbatasan Wuling dan Xihe. Dia mengatasnamakan semua kerusuhan adalah perbuatan Kekaisaran Donglang untuk membuat pemberontakan di mana-mana!
"Hei, kalian! Pergilah kalian pulang dan jangan kembali lagi! Jika tidak, kami akan membunuh kalian! Katakan yang sebenarnya," ujar Tan Jia Li.
Semua wanita dan pria langsung kabur ke luar dari Penginapan Rumah Bunga untuk menyelamatkan diri mereka masing-masing. Tan Jia Li mengambil api dari sebuah dupa di altar dan langsung membakar Penginapan Rumah Bunga.
Api Langsung meluluhlantakkan bangunan, membakarnya dengan cepat. Semua orang berteriak berlarian ke luar termasuk Tan Jia Li dan Gu Shanzheng yang melesat daei kobaran api.
Akan tetapi, sesampainya di luar kobaran api, mereka dihadang oleh pasukan Mongol yang menghunuskan senjata ke arah mereka.
"Panah, mereka! Jangan biarkan mereka lolos!" teriak jenderal Mongol.
Hujan panah langsung menyerbu ke arah Tan Jia Li dan Gu Shanzheng keduanya menarik pedang dan menangkis semua serangan melesat berlompatan di antara api dan kepungan prajurit.