
"Istana Harem? Apakah itu tugas seorang permaisuri? Apa yang akan saya lakukan di sana?" tanya Li Phin dengan polosnya.
"Permaisuri harus memberikan wewenang dan mengatur dengan siapa saja Kaisar Jang Min tidur jika kelak dia memiliki selir," ujar Chien Cia.
"Oh, begitu! Tapi jika Permaisuri memiliki hak untuk itu sebaiknya aku mengklaim suamiku untuk tidur bersamaku selamanya!" jawab Li Phin.
"Tidak bisa begitu yang Mulia Permaisuri, karena setiap raja atau kaisar berhak memiliki selir sebagai penyemangat jika permaisuri datang bulan atau sakit," ujar Selir Chien Cia.
"Apakah seorang pria kerjanya hanya itu saja selama 30 malam? Apakah dia kuda perahan? Apakah dia tidak butuh istirahat? Egois sekali! Mengapa tidak sekali-sekali kondisi hal ini dibalik jika wanita yang melakukan hal itu? Hah, menyedihkan sekali kaum wanita! Selalu berada ditempat yang salah, selalu ditekan, dan dimanfaatkan," balas Li Phin.
"Ya, begitulah tugas Yang Mulia Permaisuri. Aku sangat yakin Kaisar Jang Min akan mengambil Selir dan seorang selir pun bisa diangkat menjadi permaisuri jika dianggap cakap di dalam mendampingi kaisar," ujar Selir Chien.
"Jika demikian mengapa harus susah-susah? Jika kaisar ingin tidur dengan siapa pun selirnya, silakan … aku tidak perlu mengaturnya. Bukankah Ibunda Permaisuri Ji'er( permaisuri muda kaisar Liu Fei pangkatnya dibawah Ibunda Ratu Li Hun yang merupakan istri yang paling tua mantan permaisuri) mengatur semuanya?
"Tapi menurut rumor, Kaisar terdahulu lebih banyak menghabiskan waktu bersama Selir Chien? Apakah kamu memiliki resep untuk itu? Bagaimana melayani sang suami di tempat tidur tanpa harus berpaling pada wanita lain Selir Chien?" tanya Dara mengambil alih ia malas berlama-lama dengan Selir Chien apalagi ia merasa sedikit pusing.
"Sepertinya Selir ini membawa racun," batin Li Phin
"Ya, kamu benar. Dia ingin meracuni kita!" balas Dara berusaha mengatur pernapasannya sesuai instruksi gulungan tabib Luo.
"Sialan! Mengapa Permaisuri ini terlihat biasa saja? Padahal aku ingin mencuri stempel giok dan memalsukan perintah seorang permaisuri, agar dia dihukum pancung!" batin Selir Chien Cia.
"Selir Chien Cia, maukah engkau menemaniku berjalan-jalan di taman?" tanya Dara, ia ingin ke ruangan terbuka, ia tak ingin para dayang miliknya menjadi pusing dan pingsan, "Dayang Ling'er buka semua jendela!" perintah Dara.
Ling'er langsung membuka semua Jendela dan pintu lebar-lebar, "Ada apa Permaisuri?" tanya Selir Chien.
"Aku hanya ingin udara segar dan tidak suka ruangan tertutup kadang wangi parfum benar-benar mematikan dari sebuah aroma bangkai," sindir Dara mengikuti zaman yang penuh dengan majas sindiran jika mengungkap sesuatu.
"Kamu lancang sekali, Permaisuri Li Phin, aku akan mengingat penghinaan ini!" ujar Selir Chien.
"Yang Mulia Ibunda Selir Chien. Aku tidak tahu apa yang kamu maksud, selain itu untuk saat ini Istana Harem masih dipegang oleh Permaisuri Ji'er karena Kaisar Jang Min belum memiliki seorang selir pun untuk apa saya harus pusing memikirkannya?" tanya Dara.
Ia menatap ke arah selir Chien Cia dengan tatapan curiga, "Saya hanya ingin memberitahukan hal ini karena itu adalah tugas seorang permaisuri," ujar Selir Chien.
"Baiklah terima kasih, tapi … untuk saat ini yang berhak mengurusi hal itu adalah permaisuri Ji'er karena itu adalah rumah tangga kalian, aku tidak memiliki wewenang untuk itu," balas Dara, "kamu pikir kamu bisa menjebakku?" batin Dara.
"Baiklah, saya akan mengundurkan diri terlebih dulu!" ujar Selir Chien, perlahan meninggalkan kediaman Li Phin.
"Dayang Ling'er, mari kita berjalan menyusuri semua kediaman permaisuri aku ingin melihat apa saja yang ada di Istana Permaisuri ini," ucap Dara.
"Baik, Yang Mulia!" balas Dayang Ling'er.
Mereka berjalan menyusuri jalanan dan menuju semua ruangan di kekaisaran, Dara melihat anak-anak bermain dan tertawa di sana, "Bolehkah saya ikut?" tanya Dara kepada anak-anak.
"Yang Mulia Permaisuri!" teriak anak-anak terkejut langsung memberi hormat kepadanya, "bolehkah aku ikut bermain?" tanya Dara.
"Baiklah, bagaimana jika kita bermain tutup mata?" ajak Dara, "tapi sebelum itu bagaimana jika kita belajar menulis!" ucap Dara.
"Baik Yang Mulia permaisuri!" ujar anak-anak lelaki dan perempuan.
Dara mengajari mereka menulis beberapa kata dan mengucapkan bunyi. Setelah itu mereka bermain tutup mata untuk mencari siapa teman mereka.
Hingga pada akhirnya Dara harus berjaga dengan menutup matanya ia berjalan ke sana kemari dengan mencari anak-anak yang berjongkok dan berlarian di sisinya, "Suamiku!" teriak Dara kala ia membaui aroma suaminya tepat di depannya yang langsung meraih tangan membuat semua anak-anak menutup mata dan tertawa geli.
"Kau mengenaliku, Istriku?" tanya Jang Min tersenyum memberikan setangkai bunga mawar putih untuk Dara.
"Tentu saja!" balas Dara tersenyum.
"Anak-anak! Apakah kalian ingin bermain denganku juga?" tanya Jang Min hingga akhirnya mereka bermain dengan anak-anak. Semua orang melihat dari lantai dua dan tiga istana kekaisaran.
"Kaisar dan Permaisuri benar-benar membumi! Semoga kedamaian akan tercipta!" ujar Perdana Menteri Zu Chang.
"Aku harap begitu Perdana Menteri Zu Chang!(pengganti perdana menteri Qin)"
***
Hari-hari mulai stabil apa yang dilakukan oleh Jang Min dan Li Phin menjadi kaisar dan permaisuri yang baik, akan tetapi kedamaian tidak selamanya indah, ada saja yang ingin memberontak dan mempermalukan kekaisaran dan permaisuri Li Phin.
"Permaisuriku, sepertinya hari ini akan diadakan kunjungan dari kerjaan tetangga yaitu kerajaan Mongol dan Changsha yang ingin berbaikan dengan kita," ujar Jang Min kala memakai baju kebesarannya yang dipakaikan oleh Dara.
"Benarkah? Aku tidak yakin mereka benar-benar ingin melakukan kerja sama, apalagi mengingat masa lalu! Berhati-hatilah!" balas Dara.
Mereka juga membawa semua permaisuri mereka dan mungkin mereka akan menantangmu di dalam kerajinan, membuat makanan, dan berperang. Aku tidak tahu apa yang akan mereka lakukan? Kamu pun harus berhati-hati," ucap Jang Min.
"Suamiku, aku mendengar jika Kakak Jia Li mengatakan sudah berulang kali menemukan pemberontakan kecil dari para petani, aku tidak mengerti mengapa? Bukankah sandang dan pangan sudah memenuhi apalagi panen kali ini berhasil?" tanya Dara mendengar rumor.
"Ya, kamu benar! Maaf, aku tidak memberikannya padamu, para pemberontak memboikot dan menjarah para pedagang dan penyalur pangan ke daerah-daerah!" ujar Jang Min.
"Aku sudah mengerahkan kepolisian kekaisaran untuk menyelidiki dan mengawasi para pedagang dan petinggi kekaisaran untuk memberikan pangan ke daerah Xihe yang terpencil, tapi selalu saja gagal. Andaikan kita bisa langsung turun tangan!" ujar Jang Min.
"Um, aku rasa lebih baik mengutus Jenderal Jia Li dan Gu Sanzheng," ujar Dara.
"Ah, usul yang bagus!" balas Jang Min, "aku akan memanggil keduanya pulang dengan cara penyamaran. Aku akan meminta ayah mertua dan paman Ming Fei untuk mengirim dua Jenderal baru untuk sementara ke perbatasan Barat dan Timur menggantikan Gu Sanzheng dan Tan Jia Li," papar Jang Min.
"Baiklah, mari kita temui para raja dan permaisuri Mongol, Changsha, dan semua negara tetangga sebagai ucapan selamat kepada kaisar dan permaisuri baru," balas Dara.
Keduanya berjalan menuju ruang utama di mana semua orang telah berkumpul, semua orang melakukan penghormatan.
"Saya sangat penasaran dengan Kaisar dan permaisuri Kekaisaran Donglang! Aku mendengar rumor, 'Jika Permaisuri Li Phin benar-benar hebat di dalam menunggang kuda dan memanah!'. Bagaimana jika kita mengadakan perlombaan untuk melakukan hal itu?" ujar Raja Changsha Chien Fu.