Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Season 2 Keabadian Cinta - Hukuman


"Qinglong! Menyerahkan! Jika tidak aku akan membunuhmu!" bentak Yu Huang, si kaisar langit murka.


"Hahaha, kau bodoh sekali! Seharusnya kau mengawasi apa yang sedang terjadi di dunia dan di dunia naga!" ujar Qinglong, "apakah Anda tidak melihat siapa yang teraniaya di sini? Aku melakukan semua ini untuk membela hakku sebagai klan dari Qiulong dan klan Long Wan juga cintaku pada istriku!" ujar Qinglong.


Qinglong benar-benar murka ia merasa tak mendapatkan keadilan, ia tak mengerti apa yang salah. 


"Apa yang telah kami lakukan hingga engkau menghukum kami begini berat? Kalian telah membunuh semua klanku dan Long Wan. Katakanlah Kaisar?" ujar Qinglong.


"Bukankah engkau yang sudah membunuh mereka? Semua klan naga, Qinglong! Hanya karena cinta kau melakukan semua ini!" bujuk Kaisar langit.


"Apa? Apa maksud Yang Mulia?" ujar Qinglong bingung, ia tak mengerti apa yang salah dengan cinta.


"Qinglong, aku tahu bagaimana rasanya jatuh cinta, tapi cintamu terlalu gila! Long Mei ingin menikah dengan Tianlong tapi kau tak merelakan malah membunuh Dewa kecil dan semua klan naga Panlong dan klan Long Wan juga klanmu sendiri.


Apa itu yang kau bilang cinta Qinglong?" ujar Yu Huang murka.


"Hahaha, aku tak mengerti aku dan Long Mei saling mencintai. Jangan-jangan kalianlah yang merencanakan semua ini!" balas Qinglong marah.


"Tutup mulutmu, Qinglong! Aku tak seburuk itu. Menyerahkan sebelum kami menghabisimu!" perintah Yu Huang.


"Tidak akan pernah, lebih baik aku mati!" balas Qinglong, ia merasa tak ada lagi yang bisa membela kebenaran yang sesungguhnya.


"Qinglong jangan salahkan jika aku akan membunuhmu!" ujar Yu Huang.


"Aku tidak peduli! Aku sangat menghormatimu tapi, apa yang kau lakukan pada long Mei dan klanku? Kalian membunuh mereka dan melukai Long Mei," hardik Qinglong murka.


"Qinglong …," lirih Liu Mei, ia berderai air mata.


"Long Mei!" teriak Qinglong bersedih, ia tak menyangka kekasih hatinya begitu menderita.


Tubuh Long Mei sudah penuh dengan darah dan cairan emas, ia sudah hampir sekarat.


"Iya Sayang! Kita akan pulang! Kita akan pergi ke dunia yang tak memiliki rasa iri dan dengki, sabarlah Sayang! Aku akan menyelamatkanmu," balas Qinglong berusaha  untuk mendekati Long Mei.


Keduanya saling menjulurkan kepala dan menangis, "Aku mencintaimu, Qinglong! Pergilah! Pergilah Qinglong! Jangan hiraukan aku," ujar Long Mei menangis.


"Tidak! Aku tidak akan meninggalkanmu, Long Mei. Aku tak bisa hidup tanpamu Long Mei, aku mencintaimu!" balas Qinglong ia berusaha untuk menghancurkan jaring emas. 


Namun semakin dua menyemburkan apinya, semakin lelehan emas melukai tubuh kekasihnya, sisik Long Mei semakin terkelupas.


"Ah, sakit sekali, Sayang! Aku sudah tidak tahan, pergilah! Tinggalkan aku! Aku akan menanrikanmu di nirwana, aku mencintaimu, Sayang …," ujar Long Mei.


"Tidak, Sayang! Kita akan mati bersama aku sudah bersumpah ada Dewa Agung jika aku selamanya mencintaimu. Ada atau tidaknya aku di kehidupan ini hingga berpuluh kehidupan yang akan datang," bisik Qinglong berusaha untuk memeluk leher kekasihnya.


Qinglong ingin mengambil rasa sakit dan perihnya akibat cinta. Keduanya tak mengerti jika cinta bisa melukai mereka, impian sederhana mereka yang ingin tinggal di tebing cadas hilang seketika.


Keduanya masih saling berpelukan tanpa mempedulikan sekelilingnya mereka telah pasrah dan rela jika mereka akan mati berdua.


Byar!


Semburan para naga membakar tubuh Qinglong membuatnya berteriak kesakitan ditambah dengan pedang Yu Huang.


"Hentikan! Jangan bunuh Qinglong-ku aku mohon!" teriak long Mei dari balik jaringnya.


Long Mei mencoba untuk menyemburkan apinya hingga ia sendiri pun semakin berdarah-darah, tepi ia tak peduli demi Qinglong-nya ia rela mati.


"Long Mei!" teriak Qinglong, ia tak tega melihat kesakitan kekasih hatinya.


"Aaa! Kalian memang pantas mati!" teriak Qinglong murka.


Ia langsung berteriak kencang dan pendar cahaya hijau membumbung tinggi ke angkasa, ia menggunakan ekornya untuk mengibas dan membunuh para pasukan kaisar langit dan menerkam para naga dengan cakar api dan taring sehingga para naga yang jahat langsung sekarat.


Kobaran api Qinglong membakar istana langit dan puing reruntuhan pilar kekaisaran berjatuhan sehingga banyak korban dari para Dewa dan anak-anak mereka.


"Qinglong!" teriak Yu Huang, ia sudah terjatuh ke lantai kekaisaran.


Yu Huang ingin bangkit mengambil pedangnya, ia bermaksud untuk menghabisi Qinglong yang telah berubah menjadi ganas.


"Aaa!" teriakan amarah Qinglong semakin mengerikan.


Ia bertarung di depan jaring kekasihnya, ia melindungi pujaan hatinya dari kematian, ia tak ingin ada seorang pun yang akan membunuh dan menyentuh kekasihnya.


"Jangan menyentuhnya! Jangan coba-coba!" teriak Qinglong, ia terus menyemburkan api. 


Semua orang melemparinya dengan pedang, tombak, panah, bahkan dengan kekuatan supranatural. Namun, tubuh Qinglong kebal akan semua itu.


Qinglong murka ia ingin membunuh Yu Huang melesat dengan cepat ingin mencengkramkan cakar. 


Namun, sebuah sinar putih cahaya terang benderang dari Dewa yang paling agung yang  menghalangi serangan Qinglong untuk membunuh Yu Huang.


Qinglong dan semua orang langsung bersujud, "Salam Yang Mulia Dewa Agung!" ujar semua orang.


"Aku menghalangimu untuk lebih banyak berbuat dosa. Kaisar langit Yu Huang, kamu seharusnya lebih bijaksana di dalam menyelidiki semua ini," ujar Dewa Agung.


"Kalian para Naga dari klan Tianlong kalian selamanya akan menjadi penarik kereta dari para Dewa sebagai hukumannya begitu juga dengan semua klan dari 6 naga yang tersisa. 


"Kalian akan menyelesaikan hukuman kejahatan kalian dengan mengabdi selamanya di sana untuk menjaga semua perintahku," pernah Dewa Agung.


Pada masa itu, para klan naga masih bebas berkeliaran kecuali mereka yang ingin bekerja pada Dewa. Namun, sejak kesalahan tersebut Dewa membagi tugas mereka, ia mereka tak lagi boleh muncul ke permukaan dunia.


Klan naga dikutuk menjadi penjaga dari segala hal yang dikatakan Dewa Agung (bab. 234. jenis naga).


"Kalian tak boleh lagi muncul di dunia naga dan manusia juga kahyangan. Kecuali aku yang memintanya, kalian akan mengabdi hingga hari kiamat sebagai hukumannya.


"Karena kalian telah memusnahkan klan Qiulong dan Long Wan juga Panlong. Kalian tidak akan lagi memiliki keturunan hingga akhir zaman dan sisa dari klan kalian pun akan musnah juga.


"Yu Huang, Qinglong dan Long Mei tidak bersalah. Kamu harus lebih bijaksana lagi di dalam mengurus langit dan para kayangan. 


"Qinglong, Kaisar Yu Huang tidak bersalah beserta Kekaisaran Langit, kalian hanya dipecah belah. Namun, karena kehancuran yang sudah kamu lakukan maka kamu dan Long Mei harus dihukum, jika kelak cinta kalian abadi maka kalian akan bertemu.


"Masa zaman naga sudah berakhir, karena kalian memperjuangkan cinta kalian dengan cara yang salah, tanpa menyelidikinya dulu. Maka kalian berdua akan diturunkan ke bumi, Long Mei gunakanlah mustika naga milikmu untuk kamu hidup abadi di dunia, untuk mencari Qinglong kamu akan menjadi manusia seperti kelebihan klan naga Long Wan.


"Kalian akan dipertemukan oleh benang merah jodoh. Namun, untuk menggapai semua cinta abadi kalian. Kalian akan mengalami banyak penderitaan, jika kalian bisa melewati ujian kalian akan menjadi Dewa tertinggi dari semua naga.


"Qinglong, jika kamu berhasil maka kamu akan menjadi Klan Naga yang paling hebat dari semua klan naga yang ada. Long Mei jika kau berhasil menemukan Qinglong di dunia maka cinta kalian akan abdi kalian akan kembali ke dunia para Dewa.


"Namun, kalian harus tetap menyebarkan kebaikan pada semua umat manusia di dunia. Dari setiap naga hanya ada tinggal satu generasi sebagai hukuman.


"Qinglong, kamu akan menjadi arwah di sebuah pedang. Kelak ada seorang kaisar pertama di Tiongkok yang akan mengikat perjanjian denganmu sampai anak keturunan miliknya kau akan melindungi mereka untuk menciptakan kedamaian di dunia. 


"Long Mei, kau akan terus membantu orang-ornag dengan kebaikanmu! Jika tidak maka kau akan menderita! Kau bisa berubah mengikuti musim dan zaman di dunia manusia. Gunakanlah semua itu untuk kebaikan untuk menghapus dosa-dosa kalian yang telah membunuh orang yang tak berdosa.


"Bila itu terwujud, maka cinta kalian akan bersatu dan kalian bisa kembali ke kahyangan," ujar Dewa Agung.


"Baik, Yang mulia Dewa Agung!" balas semua orang.


Long Mei melihat kekasihnya dengan rasa sedih, keduanya belum sempat berkata apa pun saat perpisahan. Dewa Agung telah melempar keduanya ke dunia manusia.


***


Masa kini ….


"Hiks, hiks. Kisahmu menyedihkan sekali Tuan Qinglong," ujar Dara, ia menyeka air matanya.


"Hei! Apakah kamu menyesali perbuatanmu Dara Sasmita? Kau takut jika kami akan membunuhmu?" teriak Quino tersenyum puas, ia ingin membunuh Dara 


Namun, ia menyadari jika pedang yang berpendar hijau itu telah melindungi Dara dengan menyelubungi tubuh Dara.


"Hahaha aku sangat yakin kau tak akan mampu bertahan! Kau akan mati!" ejek Quino.


"Cuih!" cibir Dara, ia hanya diam dan menutup matanya.


Benak Dara masih dipenuhi kesedihan, ia tak peduli dengan Quino dan semua musuhnya. Ia masih larut akan cinta Qinglong dan Long Mei.


"Betapa hebat cintamu Tuan Qinglong. Sementara aku hanya dua kali kehidupan menantikan Liu Min membuat jiwaku kacau balau! Engkau hebat sekali Tuan Qinglong. Aku ingin sekali bertemu dengan nona Long Mei," ujar Dara.


"Apalagi, diriku Dara. Siang-malam aku menanti pagi-petang aku berharap. Namun, jalan ini masih jauh dan semakin berliku. Hukuman Dewa Agung begitu berat, tapi aku percaya jika kelak aku dan Long Mei akan bersatu. Cinta kami abadi," ujar Qinglong.


 "Tuan Qinglong, jadi hingga kini engkau belum pernah bertemu naga merah Long Mei?" tanya Dara tak mengerti.


"Tidak! Dia bak ditelan bumi, tapi terkadang aku masih mendengar suaranya memanggilku di kejauhan. Selain itu, ia juga masih merindukanku … aku selalu merasa jika dia dekat.


"Walaupun kenyataannya, dia entah di mana. Tapi, aku yakin dia masih terus mencarimu! Mungkin dia tahu aku berada di mana, tetapi kehidupan tak pernah mempertemukan kami.


"Aku tidak tahu apakah dia bereinkarnasi seperti wanita atau pria? Aku hanya menginginkannya, Dara. Aku mencintainya," ujar Qinglong, kesedihan jelas tergambar di wajah Qinglong yang sarat akan rasa perih dan duka.


Pengharapan akan sebuah cinta yang begitu banyak meminta pengorbanan dari mereka berdua. Namun, takdir belum jua mempertemukan, Qinglong terdiam di dalam benaknya.


Ia melingkarkan tubuh dan bertumpu pada bagian tubuhnya yang melingkar. Bayangan kisah cintanya seakan baru saja terjadi namun musim dan zaman telah berganti, ia masih dan terus menanti Long Mei menuju ke arahnya.


"Mungkin Long Mei terlalu lelah berbuat kebajikan untuk bisa menuju ke arahku! Malangnya aku telah banyak membunuh orang Dara," ujar Qinglong. 


"Aku tidak tahu sampai kapan semua ini? Aku hanya tahu, hanya engkaulah yang bisa memutuskan sumpahku pada leluhurmu dulu!" ujar Qinglong.


"Aku akan melakukan untukmu Qinglong, demi bersatunya kalian berdua. Anda sudah terlalu banyak berkorban untuk semua ini. Anda bukan hanya diminta berkurban atas nama cinta, tapi atas nama kekuatan dan membela orang-orang.


"Anda sungguh luar biasa Tuan! Andaikan aku bisa membalasnya, aku pasti akan membalas dan meminta maaf atas nama leluhurku." Dara menatap Qinglong yang masih bersedih.