Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
CALON KAKAK IPAR


" zee...! " panggil julio sambil melambaikan tanganya.


" hai... Sayang " jawab sang gadis, lalu merangkul lengan julio dengan manja.


" udah lama?" tanya julio.


" nggak juga sayang , ini rania ?". Tanya zee.


" hai kak. Aku rania ?". Sapa rania sambil mengulurkan tanganya. Zeevanya membalas uluran tanganya.


" zeevanya , kamu bisa panggil zee. Dan ini keponakanku , mario " zee mengenalkan mario pada rania.


"kita makan dulu ya jo ?, aku lapar " pinta zee.


" iya. Aku juga sudah lapar , kita makan disana aja ya. Seafoodnya enak " tangan julio menunjuk ke sebua cafe seafood.


" *terserah kamu saja jo"


" kalian mau ikut makan atau mau jalan - jalan dulu*" tanya julio.


" *makanlah... gue kan juga laper kak* " pinta rania.



" *aku juga ikut makan. Sambil nunggu seseorang* " kata mario.



Julio dan juga zee menatap kearah mario.


" kenapa ? Emang kalian saja yang mau kencan. Gue juga mau kencan juga kali " celetuk mario.


" dahhh... gue jadi angin sepoi - sepoi dong sendirian " rania menunduk lesu karna harus jadi obat nyamuk.


" *kamu kan bisa jalan- jalan di mall. Tempatnya luas , kamu bisa main - main dulu* " bujuk sang kakak.



" *boleh juga... Tapi.... Aku pake kartu kakak ya* ?" rayu rania.



" *tenang.... Bisa diatur itu* " jawab julio sambil tersenyum.



Mereka berjalan menuju cafe . Memilih tempat yang paling nyaman bagi mereka. Tiga menu seafood dan juga empat nasi goreng spesial menjadi menu pilihan mereka. Dua gelas cup minuman boba ala anak muda. Sedang mario dan zee lebih memilih minum juz buah .



"*aaaagggghhhh kenyang juga*" ucap rania sambil mengelus - elus perutnya.



" *kamu udah sampe ? aku segera kesana. Tunggu sebentar ya bebs*" mario menutup panggilan telfonya. Teman wanitanya sudah menunggu.



"*semuanya... gue cabut duluan ya. Udah ditunggu*" pamit mario.



" *tapi nanti kalau kakak sudah selesai langsung nyamper ya*" pinta zee.



" *ok kak* "



"*mar. Elo mau ke lantai bawah kan* ?" tanya rania. Mario hanya menganggukan kepalanya.



" *bareng ya... Gue mau ke Gramedia* " pinta rania.


" ayo "


" *kak.. Gue jalan - jalan dulu ya. Kalau dah selesai kencanya, tinggal ngabarin aja.


" iya.. Udah sana pergi* " usir sang kakak.


Mario dan rania jalan beriringan. Mereka hanya diam selama perjalanan , tak ada yang mengeluarkan suara.


" ran.. Gue duluan ya.. Takut via salah paham kalau liat kita jalan bareng " ucap mario.


" oh.... Ok deh ".


Rania menatap pria yang pergi meninggalkanya. tak berselang lama ia melihat seorang gadis cantik menyapanya.


" ohhh... Itu to pacarnya. Cantik juga , ta..pi... Gue kaya pernah liat. Dimana ya...." rania mengingat - ngingat wajah sang gadis. Tapi ia lupa dimana pernah melihatnya.


" udah ah.. Bodo amat" bisik rania , lalu masuk ke sebuah toko buku yang berada di sebelah kirinya. Baru berjalan beberapa langkah , rania menabrak seseorang.


*Bruugh



" aduhhhh ni orang apa patung sich, ngapain berdiri di depan pintu* " rania menatap sosok manusia didepanya.


" *eits... tunggu dulu. Kok* **kevin diem aja , apalagi jadi model manekin. Tapi tunggu... Itu matanya liat kemana** ?" batin rania. Karna kevin hanya diam saja, tapi matanya menatap lurus kedepan. Membuat rania penasaran, ia mengikuti kemana arah mata kevin.


" kok kevin liatin mario sama via sich ? Apa dia adeknya ? Nggak mungkin kan kalau dia pacarnya kevin. Setau gue pacarnya kevin kan putri" rania masih bertanya - tanya dalam benaknya.


" loe kenal dia vin ?" tanya rania yang nggak sabar dengan rasa penasaranya.


" tadi bilangnya lagi nggak enak badan, kenapa sekarang malah jalan sama cowok " gumam kevin yang masih dapat didengar rania.


" *siapa* ? " tanya rania kepo.


" putri" jawab kevin yang masih belum sadar dengan keberadaan rania.


" putri ? Bukanya dia via ?" tanya rania bingung.


" via ?" tanya kevin. Yang kemudian sadar dia sedang berbicara dengan seseorang.


" iya , tadi mario bilang namanya via" jelas rania.


"iya.. Nama panjangnya putri oktavia" kevin menatap rania lekat - lekat.


" *trus loe ngapain disini* ?" tanya kevin judes.



" *heii... Ini toko buku. Ya jelas gue cari buku lah , elo sendiri ngapain berdiri di depan pintu kaya patung. Minggir..!! Mau gue tabrak lagi*" ucap rania sambil menggeser badan kevin kesamping.


" ihh... Cewek aneh. Kadang pendiem , kadang manis. Ehh sekarang malah galak " ucap mario pada diri sendiri. Senyum manis tersungging di bibirnya.


Kevin memilih pergi menyusul rania ketimbang melabrak pacarnya. Ia malas bila harus bertengkar hanya karna perempuan.


" loh... Elo nggak ngklabrak pacar loe " tanya rania heran. Karna kevin malah menyusulnya.


" *nggak. Buat apa* !"


" *ya.. Kan dia cewek loe "


" kalau dia cewek gue , harusnya dia lebih memilih jalan bareng gue. Ketimbang jalan sama cowom lain* " kesal kevin.


" dih... Curhat " ledek rania.


" siapa yang curhat.. Gue cuma men - je -las - kan " ucap kevin penuh penekanan.


" elo cari buku apa ran ? Biar gue bantu cari "


" gue bingung sich.. Soalnya gue biasah asal comot buku aja. Jadi bingung mau baca apa?"


" *elo suka genre apa ?"


" gue suka genre fiksi , non fiksi, fantasy , horror , mysteri "


" emmm.. Tunggu bentar. Gue cariin*" kevin mulai sibuk memilih - milih buku untuk rania.


" ran.. Elo udah baca buku ini belum ?" tanya kevin sambil menyodorkan sebuah buku fantasy.


" king of scars ?" tanya rania. Kevin mengangguk.


" ini novel fantasi. Karya leigh bardugo " jelas kevin.


" *belum , baru wonder women aja yang aku baca. Itupun pinjam punya kakakku"


"kamu suka karya - karyanya* ?" tanya kevin.


" pencinta fantasi pasti suka karyanya" jelas rania.


" judulnya bagus , mengisahkan tentang apa?" tanya rania.


" buku ini menceritakan tentang perjuangan raja muda yang menawan hati yang pada zaman dahulu tidak diperhitungka, nikolai lantsov. Setelah perang saudara ravka berakhir, nikolai bertekad untuk membangun kembali kerajaan ravka. Dalam mewujudkan tekadnya tersebut , nikolai perlu melakukan perjalanan untuk mencari cara menghilangkan sihir hitam dalam dirinya yang diberikan oleh darkling. Ya... Kurang lebih seperti itu " jelas kevin panjang lebar.


" *kenapa nggak elo baca saja sampai selesai* " sindir rania. senyum manisnya mengembang dengan sempurna.


" buku ini berisi total 654 halaman. Kalau elo mau gue membacanya sampai selesai. elo harua ke perpus tiap hari " jawab kevin asal. Tapi ditanggapi dengan serius oleh rania.


" *males ah*..." ledek rania sambil merampas buku yang sedang di pegang kevin. Lalu berjalan menuju kasir.



"elo suka novel sejarah ?" tanya rania yang melihat kevin membawa sebuah novel sejarah.


" *sebenernya su*ka semua genre. Tapi lebih suka ke novel sejarah aja sich" jawab kevin.


" habis ini elo mau kemana ran ?" tanya kevin.


" mungkin.. Muterin mall aja kali. Soalnya bingung mau ngapain nggak ada temen" jawab rania.


" kalau nggak ngrepotin , mau nemenin gue makan nggak. Perutku dah laper" ucap mario sambil mengelus -elus perutnya.


" tapi tadi gue udah makan vin. Ta..pi... Nggak papa deh , yang penting gratis" jawab rania girang. Padahal diajak ngobrol sama kevin aja udah buat dia seneng. Ini malah diajak makan. Jadinya.. Ya... Seneng banget.


" tenang kalau itu mah.. "


mereka keluar dari Gramedia , lalu mencari tempat untuk makan.


Ketika akan memasuki sebuah cafe , kevin memutar balik badanya. Dan menarik tangan rania untuk menjauh dari tempat itu.


rania menoleh kedalam cafe , awalnya ia tak mengerti. Setelah matanya beralih ke pojok cafe , rania melihat mario dan putri sedang duduk disana. Ia pun mengerti dan mengikuti langkah kevin.