Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Akhir dari sebuah pertempuran


Dara dan Li Phin hanya menatap ke arah Lu Dang dengan tatapan penuh amarah, "Kau mengatakan, aku siluman rubah? Dasar jahanam, kau Lu Dang! Kaulah yang siluman berkedok manusia," ujar Dara dan Li Phin murka.


Keduanya melesat menebaskan pedang dengan deru naga yang terus melingkupi Dara dan Li Phin, serangan tersebut membuat Lu Dang harus menangkis dengan bersalto di udara. Dara melesat dan terus bergerak bersama Li Phin yang  menyerang dengan kekuatan dahsyat.


"Sial! Lu Dang benar-benar hebat tidak percuma nama kerennya!" umpat Dara kesal.


Bruk!


Jiwa Dara langsung terjatuh di dalam benak mereka, untung saja kekuatan naga hijau membawanya untuk terus bertahan, 


Berulang kali ia gagal untuk menebas pedang ke tubuh Lu Dang. "Dara apakah kamu baik-baik saja?" ujar Li Phin melihat Dara tidak seperti biasanya.


"Aku baik-baik saja hanya sedikit melemah, aku tidak tahu apa yang terjadi dengan tubuhku di duniaku? Aku berharap tidak terjadi apa pun!" balas Dara sedikit khawatir dengan tubuhnya yang berbelit selang di sana sini.


"Aku harap kita bisa mengakhiri perang ini," ujar Li Phjn mengambil alih tubuh mereka. 


Dara merasa sekujur tubuhnya mulai menegang dan tersengal, ia memegangi lehernya, "Sial! Apakah ada yang berniat jahat dengan tubuhku?" batin Dara.


Dara merasakan jika seluruh oksigen mulai hilang dari kerongkongan dan jantungnya, "Jika ada yang membunuhku, apakah aku akan terbang ke alam kubur atau aku terperangkap di sini?" batin Dara khawatir, "bagaimana dengan Li Phin dan Liang Si? Tidak mungkin kami seperti ini terus? Harus ada yang berkorban … dan ini bukanlah duniaku!" batin Dara.


Dara melihat ke sekelilingnya, pertempuran masih terjadi walaupun musuh sudah mulai berhamburan kabur hanya tinggal segelintir, itu pun sudah terdesak. Raja Changsha sudah babak belur dibantai putra mahkota Wuling, Zedong, dan Sepuh Chen.


Ia mencoba untuk kembali menyatu dengan kekuatan pedang naga yang terus mengawasi dan meliuk-liuk di antara mereka, "Hahaha, aku yakin kekuatanmu akan hilang! Kau akan tersedot kembali ke dunia iblismu!" ujar Lu Dang.


"Apa maksudmu Lu Dang!" teriak Jang Min menebaskan pedang ke arah Lu Dang, ia ingin membantu istrinya yang terlihat mulai lelah dan sudah berulang kali tubuh Li Phin limbung dan berusaha untuk menguasai tubuhnya.


"Hahaha, kau tahu dan kalian semua harus tahu! Jika wanita itu bukanlah berasal dari dunia ini. Ketika kekuatan mereka bersatu mereka akan menjadi dahsyat akan tetapi, suatu koneksi yang aku tidak tahu apa yang membuat wanita iblis itu lemah!" ujar Lu Dang.


Dara dan Li Phin tidak peduli dengan  ucapan Lu Dang. Keduanya berusaha untuk menyatukan tubuh mereka, "Aku harus mengakhiri semua ini, jika terlambat mungkin aku akan menjadi arwah gentayangan bahkan, mungkin aku bagaikan jiwa yang tidak memiliki inang!" batin Dara.


Ia melihat Jang Min dan Lu Dang bertempur dengan dahsyat. Dara kembali memusatkan pikiran dan menarik pedang berusaha untuk menghancurkan dirinya atau apa pun agar dia segera kembali ke dunia untuk menolong tubuhnya.


Akan tetapi, ia terjerembab jatuh entah mengapa ia dan Li Phin tak bisa bekerjasama lagi di dalam tubuh Li Phin. Kedua jiwa itu melayang di angkasa bertemu dengan arwah naga pedang yang membawa mereka sementara tubuh Li Phin jatuh melayang ke tanah.


"Li Phin!" teriak Liang Si langsung menangkap dan memeluk tubuh Li Phin, "Sayang, apa yang terjadi denganmu? Jangan tinggalkan aku!" teriak Liang Si dengan kehampaan.


Jang Min terperanjat melihat adegan tersebut hingga ia lupa sedang bertempur, hingga sebuah pukulan dan cakar Lu Dang mengenainya, Bruk!


Tubuh Jang Min jatuh melayang bagian dadanya terkoyak menganga, darah sudah memandikan tubuhnya bersamaan dengan gugurnya raja Changsha ditebas oleh Raja Zedong, Jenderal sepuh Chen Lei, dan Gu Shanfeng.


"Perang berakhir!" teriak Jenderal Li Sun. Semua prajurit sekutu musuh langsung dikepung oleh prajurit Donglang.


Semua merubungi Jang Min dan Li Phin yang terluka parah, sementara jiwa Li Phin dan Dara serta naga pedang masih berada di udara melayang menghadap Lu Dang.


"Sialan! kau telah melukai Kaisar Donglang yang juga suamiku! Aku tak akan mengampunimu Lu Dang!" ujar Dara tersengal ia merasa jika tubuhnya di zaman moderb telah meronta-ronta tersengal.


Grrrgrr!


Suara auman naga hijau membahana, langsung menelan Dara dan Li Phin ke dalam tubuhnya keduanya menyatu dengan raga naga pedang hijau langsung menyerang Lu Dang dengan mengerikan.


Cakaran naga dan cakaran Lu Dang bertemu hingga ledakan terjadi di mana-mana.


Sementara Jang Min masih berusaha diobati oleh Tabib Luo dan semua orang, "Adikku! Jangan tinggalkan kami!" isak tangis Tan Jia Li memangku kepala Jang Min. Yang memuntahkan darah segar sementara di bagian dadanya berusaha ditutup dengan tangan-tangan orang-orang terkasih beserta Liang Si yang masih memangku Li Phin yang koma.


"Ingat pesanku padamu Kak dan Pangeran Liang, jika Li Phin selamat nikahilah dia, urus putraku, jadikan dia kaisar yang lebih baik dari aku dan Dara.


"Dara adalah istriku dan dia bukan siluman, Li Phin mencintaimu selama ini yang bersama ku bukanlah Li Phin hanya tubuhnya saja," ujar Jang Min terbata-bata.


"Kaisar, bertahanlah aku mohon! Aku ikhlas mengorbankan cintaku demi kebaikan Li Phin dan Kekaisaran Donglang," ujar Liang Si dengan tubuh penuh luka.


"Jang Min, bertahanlah, Nak!" ujar Tan Yuan Ji.


"Menantuku, bertahankah kemenangan sudah di depan mata!" ujar Li Sun.


Semua orang menguatkan dan berdoa untuk Jang Min, ia hanya tersenyum, "Sudah tiba waktuku dan Dara untuk pergi!" ujar Jang Min menatap ke arah pertempuran sengit di udara.


"Cintaku dan Permaisuriku yang hebat!" lirih Jang Min menatap istrinya Dara dan Li Phin yang terus menyudutkan Lu Dang dengan naga yang bersatu dengan mereka hingga cakar naga berhasil mengoyak tubuh Lu Dang dan membakarnya dengan semburan api naga. 


Serpihan tubuh Lu Dang hancur tak tersisa. Arwah naga hijau kembali ke pedang dan jatuh tertancap di tengah pertempuran sedangkan jiwa Li Phin masuk ke dalam raganya sedangkan Jiwa Dara melesat mendekat ke tubuh Jang Min merangkul jiwa Jang Min dengan penuh cinta dan air mata.


"Yang Mulia!" lirih Li Phin tersadar langsung meraih tangan Jang Min 


"Phin'er, menikahlah dengan Liang Si, hiduplah dengan bahagia. Aku titip pada kalian semua putraku dan rakyat Donglang!" ujar Jang Min menghembuskan napas bersama dengan jiwa Dara melesat ke udara saling berpelukan, Jang Min dengan baju zirah kekaisarannya dan Dara dengan pakaian modern.


"Selamat tinggal semua, aku mencintai dan menyayangi kalian, Terima kasih Phin'er jaga putra kita dan rakyat donglang!" pesan Dara melesat bersama jiwa Jang Min ke langit bagaikan bintang dan menghilang.


***


Season 2. Keabadian cinta


Buk!


Jiwa Dara langsung masuk ke tubuhnya yang tersengal karena seorang pria bertopeng mencekik leher ingin membunuhnya, "Sial! Berarti aku tersengal-sengal di dunia Li Phin karena ini?" umpat Dara kesal.