Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Season 2 Keabadian Cinta - Zhang Mei dan Luo Zhu


Lu Dang begitu pintar mempermainkan perannya sehingga tak seorang pun yang merasa jika dialah biang kerok dari ketua racun sekte hitam yang sedang marak dibicarakan semua orang.


***


Sementara Zhang Yung memiliki murid pertama bernama Luo Zhu (Tabib Luo), ia seorang pria yang sangat dermawan dan baik hati, ia berasal dari salah seorang putra selir dari kerajaan Luoyang.


Luo Zhu tidak pernah menggunakan statusnya menjadi salah satu putra dari kerajaan Luoyang, karena ia merasa dia hanyalah manusia biasa. Selain itu, Luo Zhu ingin mendedikasikan kepintarannya sebagai tabib kepada seluruh umat manusia di kekaisaran Donglang karena semasa kecil Luo Zhu, selalu sakit-sakitan.


Sehingga ia merasa kasihan kepada orang-orang yang memiliki penyakit yang tak pernah kunjung sembuh. Raja Luoyang meminta kepada kaisar Liu Bei, untuk memasukkan putranya ke perguruan ramuan milik guru Zhang Yung, hingga kaisar Liu Bei mengizinkan hal tersebut.


Luo Zhu kecil sejak berumur 5 tahun, ia sudah tinggal bersama Tuan Zhang Yung yang selalu mengobatinya. Ia selalu bersama-sama dengan Zhang Mei, Luo Zhu tak mengerti mengapa Zhang Mei tak pernah menua.


"Luo Zhu, aku minta padamu sembunyikan keberadaan putriku Zhang Mei. Aku tidak ingin, ia akan mendapatkan masalah dari orang-orang yang ingin berbuat jahat padanya," pinta Guru Zhang Yung.


Zhang Mei hanya diam duduk di sebuah batu di sudut gua yg bersih dan terang benderang dari cahaya obor, Zhang Mei sedikit lebih tua dari Luo Zhu.


"Baiklah Guru, aku bersumpah tak akan pernah mengatakan keberadaan Nona Zhang," janji Luo Zhu.


Bertahun bahkan berpuluh tahun lamanya Luo Zhu tak pernah mengatakan pada siapa pun mengenai Zhang Mei. Keduanya selalu bersama ke mana pun, bak adik-kakak yang saling menyayangi.


"Cie, apakah kamu akan selamanya tinggal di gua ini?" tanya Luo Zhu, kala ia dan guru Zhang ingin pulang ke perguruan.


"Aku lebih senang di sini Titi! Pulanglah jika kau ingin kemari, tiuplah seruling ini," balas Zhang Mei memberikan seruling pada Luo Zhu.


"Aku pasti akan menemuinya, di mana pun kamu berada aku akan datang jika kamu butuh bantuan. Jangan pergi sendiri di lembah Luo Yi, karena banyak binatang berbisa dan buas juga banyak jebakan dengan racun tumbuhan yang berbahaya," ujar Zhang Mei, ia ingin mengingatkan hal itu pada Luo Zhu kecil.


Sejak saat itu Luo Zhu selalu melakukan pesan Zhang Mei, jika ia ingin bertemu dengan Zhang Mei. Keduanya mencari tumbuhan obat di lembah Luo Yi, gunung Sun, Kunlun dan di mana pun. Zhang Mei memiliki ilmu beladiri yang hebat dan sangat pintar juga luar biasa.


Namun, guru Zhang Yung selalu menyembunyikan keberadaan Zhang Mei dari orang-orang. Namun, Luo Zhu tidak pernah bertanya mengapa itu dilakukan oleh Zhang Yung hingga kematian menjemput Luo Zhu maupun menceritakan keberadaan Zhang mei pada siapa pun. Hingga waktu berganti Luo Zhu pun menjadi pemuda. 


Lu Dang sendiri pun tidak pernah mengenal Zhang Mei, Zhang Mei selalu tinggal di dalam gua di lembah Luo Yi, hanya Guru Zhang Yung dan Luo Zhu yang mengetahui di mana dia tinggal.


Luo Zhu sangat baik, selain itu ia memiliki paras yang tampan. Luo Zhu berhati mulia ia menyayangi Zhang Mei dan semua orang dengan penuh kasih sayang. 


Suatu hari Zhang Yung mengenalkan putrinya kepada seluruh muridnya karena ia merasa jika umurnya sudah terlalu tua, apalagi kaisar Liu Bei pun sudah mangkat dan digantikan oleh Liu Fei (ayah dari Liu Min).


"Muridku sekalian, ini adalah Zhang Mei, putriku. Dia akan menggantikan kedudukanku di perguruan ini. Aku sudah terlalu tua," ujar Zhang Yung, ia tak ingin mengangkat salah satu muridnya karena ia tak ingin terjadi keributan di perguruannya.


Semua orang begitu terpesona akan kecantikan dari Zhang Mei, akan tetapi Zhang Mei tak ingin berpacaran maupun menikah.


"Aku hanya ingin menjadi biksuni," ujar Zhang Mei, setiap ada yang ingin melamarnya.


Namun, Lu Dang diam-diam berharap akan memperistri Zhang Mei dan menyingkirkan Luo Zhu. Semua orang menganggap jika Zhang Mei dan Luo Zhu memiliki hubungan istimewa, padahal keduanya sudah merasa sebagai adik-kakak, keduanya tidak ingin terlibat cinta, karena mereka tahu jika Lu Dang menyukai Zhang Mei yang berparas cantik, bermata amber yang sangat unik.  


Selain itu Zhang Mei menyimpan sebuah rahasia lain lagi yang tak ingin dibagikan kepada siapa pun, yang mengetahui hal itu hanyalah ayahnya Zhang Yung.


Zhang Mei memiliki bola mata berwarna amber yang indah membuat semua orang begitu takjub dan terpesona padanya 


"Kau anak siluman! Anak siluman!" ujar semua orang-orang kampung jika Zhang Mei pergi ke kota ataupun ke desa-desa untuk memberikan pertolongan.


"Dia bukan siluman, dia kakakku, namanya Zhang Mei, putri dari tabib terkenal Zhang Yun. Percayalah, dia akan mengobati dan menolong Anda untuk melahirkan Nyonya," ujar Luo Zhu.


"Benarkah Tuan Luo?" tanya Nyonya Jin, ia masih sedikit ketakutan kala Zhang Mei ingin membantunya melahirkan.


"Percayalah kepada saya," jawab Liu Zhu tersenyum, ia menganggukan kepala pada Zhang Mei yang masih diam.


Setelah sejam lebih Zhang Mei menolong nyonya Jin salah satu istri panglima perang kerajaan Limen Utara.


Owe! Owe! 


Tangisan bayi bergema, semua orang bersyukur, sejak saat itu Nona Zhang Mei diberi kepercayaan untuk menolong wanita melahirkan selain membebat luka.


"Luo,terima kasih telah menolongku untuk meyakinkan Nyonya Jin agar mau aku tangani," ucap Zhang Mei, kala mereka berdua meninggalkan kediaman keluarga Jin.


"Sudahlah, Cici Mei. Mereka hanya belum mengenal siapa dirimu, jika mereka sudah mengenal siapa dirimu, aku sangat yakin mereka akan sangat senang kalau kamu yang menangani mereka.


"Kamu sangat pintar dan luar biasa, hanya saja kamu tidak pernah mau memperlihatkan semua itu," balas Luo Zhu, ia berkata apa adanya.


Bahkan, yang mengajari Luo Zhu adalah Zhang Mei selain Zhang Yung. Hanya saja, Zhang Mei tak ingin memperlihatkan semua itu, bahkan dirinya pun tak ingin diketahui orang lain.


Bahkan, kaisar Liu Fei pun mengetahui hal itu, sehingga ia tak mempermasalahkan hal itu. Zhang Mei memberikan semua wewenang pada Luo Zhu untuk urusan pemerintahan. 


Sejak Zhang Yung sang ayah mulai tak kuat untuk bepergian jauh karena umurnya sudah hampir 200 tahun. Zhang Yung hanya berada di perguruan mengajar murid-muridnya.


"Luo Zhu, bagaimana jika kita mampir ke gunung sun untuk mencari tumbuhan obat? Aku telah memeriksa tumbuhan obat sudah sedikit menipis," ujar Zhang Mei.


"Baiklah!" balas Luo Zhu.


Keduanya berlari secepatnya ke arah gunung Sun untuk memetik tanaman obat tersebut. Mereka juga berburu rusa dan memetik buah-buahan dan membawa pulang ke lembah Luo Yi.


Zhang Mei adalah wanita pemalu dan penyendiri, ia selalu menghabiskan waktu dengan selalu sendirian berjalan dan menolong orang-orang di lembah Luo Yi.


Banyak pria yang ingin melamar Zhang Mei namun, ia selalu saja menolak.


Sehingga Zhang Mei selalu memakai kerudung atau topi yang memiliki cadar untuk menutupi wajahnya yang cantik.


Suatu malam kala sinar bukan purnama menyinari lembah Luo Yi yang indah, Zhang Mei meniup seruling. Lu Dang yang begitu mencintai Zhang Mei diam-diam ingin mengutarakan isi hatinya.


"Ada apa Lu Dang?" tanya Zhang Mei, menghentikan tiupan serulingnya.