
"Putra Mahkota Jang Min, aku harap Yang Mulia mengerti. Semua itu dilakukan adalah untuk menjaga persahabatan dan kedaulatan untuk menjaga keutuhan kekaisaran, sehingga setiap raja dan kaisar dan petinggi kerajaan boleh memiliki istri lebih dari satu.
"Semua pernikahan antar kerajaan dilakukan untuk keamanan semua orang. Sehingga mereka segan untuk saling memberontak," ujar Penasihat Liu Kang.
"Paman Liu, apa yang Paman katakan benar adanya secara teori, tapi bukankah Ayahanda juga telah menikahi dan mengambil selir dari Kerajaan Changsha bahkan istri dari Perdana Menteri Qin yaitu Putri Chien Ti'er juga adik raja Changsha.
"Namun, mengapa selalu saja kerajaan Changsha berusaha untuk menggulingkan Kekaisaran? Mereka selalu tidak puas? Mengapa?
"Seharusnya jika benar apa yang kalian katakan semua itu tidak akan terjadi, bukan? Mengingat Selir Cien dan istri Perdana Menteri Qin adalah orang Changsha. Tapi mereka malah berusaha untuk melakukan kudeta dengan semua keluarga mertua di istana.
"Mulai sekarang, kalian suka atau tidak suka aku ingin merubah struktural kerajaan. Terlebih dahulu dari diriku! Aku tidak akan menikahi atau mengambil selir kecuali istriku meninggal dan tidak bisa melahirkan keturunan itu pun seizin permaisuriku," ujar Jang Min.
Semua orang berkasak-kusuk, "Yang Mulia Putra Mahkota, hal itu tidak bisa!" ujar Menteri Pertanian Chan Ji.
"Sekarang saya mau bertanya apakah seratus orang selir tersebut pernah semuanya ditiduri oleh kaisar? Dan kalian sendiri memiliki lebih dari satu istri. Apakah semua istri kalian, telah kalian kunjungi? Tidak, bukan?
"Sementara tugas negara terlalu banyak menanti. Aku hanya membutuhkan satu orang istri yang bisa memberikan kedamaian dan dukungan untukku di dalam membangun kekaisaran.
"Bukan bercokol hanya untuk mendapatkan perhatianku dengan menyakiti kanan-kiri di antara mereka yang sesama wanita! Hanya untuk mendapatkan perhatian dari sang suami," ujar Jang Min.
"Maaf, Yang Mulia Ratu dan semua petinggi kerajaan yang terhormat. Aku sendiri selaku anak yang terbuang, dari keadaan karena Ibundaku meninggal Ayahandaku menikahi 4 orang selir, hanya satu selir yang sayang padaku yaitu Ibunda Min Hwa.
"Tapi apa yang didapatkannya? Ia harus menjalani hukuman karena kesalahpahaman dan konspirasi sesama selir bukan? Sehingga dia kehilangan mata dan kebebasannya selama 20 tahun.
"Apakah kalian menginginkan nasib istri kalian seperti itu?" tanya Li Phin, "aku tidak pernah menyangka jika Suamiku Jang Min adalah seorang putra mahkota, aku juga tidak pernah berharap menjadi seorang permaisuri.
"Saya tidak menginginkan hal itu untuk hidup saya. Jika kalian bersikeras untuk hal itu, saya tidak masalah jika pernikahan kami dibatalkan. Saya hanya rela mengabdi menjadi orang biasa saja. Sekali lagi maafkan kelancangan saya yang bodoh ini," ujar Dara dan Li Phin memberikan penghormatan kepada semuanya.
"Ayahanda, maafkan Putrimu ini, jika putrimu melanggar aturan Dewa dan Kekaisaran Donglang. Aku hanya menginginkan kehidupan bahagia yang penuh cinta bukan pengkhianatan.
"Karena disepanjang hidupku di masa kanak-kanak aku sudah tidak pernah mendapatkan cinta, malah hinaan dan makian dari semua selir. Apakah Ayahanda tahu? Tidak, bukan! Maafkan, saya!" balas Li Phin dan Dara berlutut.
Jang Min berjalan mendekati istrinya dan ikut berlutut menghadap Ibunda Ratu Li Hun, "Saya dan istriku sangat mengharapkan restu Ibunda! Aku berjanji akan melindungi Kekaisaran Donglang dari semua pengkhianatan dan mencapai kemakmuran jika aku tetap bersama dengan Li Phin," ujar Jang Min mengangkat kedua tangan dan menautkan di depan dada sebagai gerakan pengampunan kepada ibunya.
"Putra dan menantuku! Aku percaya kepada kalian! Aku merestui pernikahan kalian. Aku ingin melihat, apakah benar yang kalian katakan? Jika kalian bisa melindungi Kekaisaran Donglang beserta semua rakyatnya dari pemberontakan dan memberikan kemakmuran.
"Maka aku akan selalu memberkati kalian, tapi jika hal itu tidak bisa kalian capai maka aku akan menarik berkahku dan kamu Jang Min putraku kamu wajib mengambil selir!" ujar Ratu Li Hun dengan arif.
Jauh di lubuk hati Ratu Li Hun ia membenarkan apa yang dikatakan oleh Jang Min dan Li Phin cinta adalah segalanya. Ia pun sudah cukup menderita di Istana Harem, ia harus bersaing hanya untuk mendapatkan sesuap atau sepotong cinta dari suaminya. Pernikahan yang hanya sebagai barter untuk kedaulatan kerajaan Chu dan Donglang.
Akhirnya semua petinggi kekaisaran pulang dan ditetapkan dua hari kemudian jika Peresmian Li Phin dan Jang Min akan dilakukan sekaligus untuk mengambil sumpah sebagai Kaisar dan Permaisuri Donglang.
***
Di kamar Selir Qin ia merasa kesal dan membanting sebuah mangkuk keramik, semua dayang begitu ketakutan di dekatnya berdiri dengan menundukkan kepala, "Dasar, sialan! Berani-beraninya Li Phin berbuat demikian! Dia benar-benar menentang seorang perdana menteri dan Ratu.
"Putra Mahkota bodoh! Bisa-bisanya dia hanya terlibat satu cinta dengan seorang wanita seperti Li Phin. Lihat, saja! Aku akan membuat pernikahannya batal! Bukan itu saja, aku akan membuat malu Li Phin," omelnya dengan mengepalkan tangan.
Sekir Qin masih berjalan ke sana kemari, "Dayang Sie! Apakah kau sudah mengirimkan pesan kepada Nona Lu Cia?" tanyanya dengan menatap tajam ke arah Dayang Sie yang takut.
"Sudah Yang Mulia!" balas Dayang Sie.
"Hm," lirih Selir Qin sedikit tenang, "tapi mengapa Lu Cia tidak membunuh Selir Min Hwa dan Li Phin? Apakah dia juga gagal? Sial! Apakah aku yang harus turun tangan?" batin Selir Qin.
Ia membalikkan tubuh menghadap semua dayangnya, "Baik, kalian bubarlah! Apakah Tabib Luo sudah mengobati mata Selir Min?" tanyanya.
"Sudah Yang mulia! Bahkan, Tabib Luo sudah mengatakan, 'Mungkin dengan berangsur-angsur penglihatan Selir Min akan kembali saat pernikahan nanti,' begitu Yang Mulia, " lapor Dayang Sue.
"Sialan! Selir Min akan lebih cantik dariku, itu tidak boleh terjadi. Dayang Sie! Siapkan makanan kesukaan Kakak Xie. Kita akan mengunjunginya," ujar Selir Qin.
"Baik, Yang Mulia!" ujar Dayang Sie undur diri.
***
Di kediaman Perdana Menteri Qin Chai Xi ….
Putrinya Jiajia, Putri Chien Ti'er dan beberapa petinggi yang korupsi duduk di ruangan rahasia.
"Sialan! Jika Putra Mahkota Jang Min dan Putri Li Phin akan menikah dan mereka menjadi kaisar dan permaisuri Kekaisaran Donglang maka, segala rencana kita akan gagal! Apalagi, Putra Mahkota Jang Min tidak mau menikahi Putriku Jiajia!" teriak Qin Chai Xi.
"Ayahanda, aku ingin menjadi selir pertama dari Putra Mahkota Jang Min dengan perlahan aku akan menyingkirkan Li Phin sehingga akulah yang akan menjadi permaisuri.
"Dengan begitu, aku akan membunuh dan menghancurkan Jang Min sehingga kitalah yang akan berkuasa," ujar Jiajia.
"Lapor Yang Mulia, Perdana Menteri, Selir Qin Chai Cu datang berkunjung!" ujar pengawal.
"Persilakan, Selir Qin masuk kemari saja!" balas istri Perdana Menteri Qin yaitu Chien Ti'er yang tidak lain adalah adik Raja Changsha Chien Fu.