
"Tentu saja itu dia. Mengapa? Dia berbeda dari kaisar Liu min tempo dulu begitu?" tanya Long Mei, ia pun pada awalnya sangat tidak setuju jika Liu min pada zaman sekarang terlihat omes dan kegenitan.
Namun, selama kebersamaan Long Mei beberapa hari bersama Liu min. Long Mei bisa membaca setiap pikiran dan batin dari Liu Min, ia tak semesum dari setiap ucapannya.
Liu min hanya suka bicara ngawur dan omes hanya untuk mengalihkan dirinya yang sedang kalut atau rindu pada Dara Sasmita.
"Iya, rasanya aneh sekali!" balas Qinglong bingung.
"Jangan khawatir, walaupun demikian dia sangat bisa diandalkan sama seperti kaisar Liu Min tempo dulu. Sayang, apakah kamu terluka?" tanya Long Mei membelai wajah kekasihnya dengan melagakan kepala ke pipi Qinglong.
"Hehehe, pertanyaan kamu aneh sekali Long Mei. Tapi, apakah kamu tahu, aku lebih tersisa dengan rasa rinduku kepadamu. Siang malam aku merindukanmu Long Mei, bahkan musim berganti tahun dan zaman berubah aku tak juga menemuimu Long Mei cintaku.
"Aku merindukanmu, hingga semua sisik milikku rontok. Aku tak lagi setampan dulu. Sementara dirimu, aku melihat di dalam bentuk manusia pun kamu masih terlihat sangat cantik. Aku yakin banyak yang mencintaimu bukan?
"Aku berpikir jika kamu sudah menikah dengan pria lain Long Mei.Ternyata kau masih setia dengan janjimu, terima kasih sayang. Aku sering mendengar tentang Nona Zhang Mei, jika aku tahu itu dirimu …," ujar Qinglong, ia menyentuhkan kepala dan membelitkan tubuhnya kepada Long Mei.
"Hanya kamu yang ada di hatiku Qinglong, tak akan pernah ada pria lain lagi di jiwaku ini. Um, ceritakanlah semua masa yang telah kamu lewati Qinglong aku ingin mendengarnya," bisik Long Mei keduanya semakin membelitkan tubuh menjadi satu.
"Aku akan menceritakan, tapi kamu pun akan menceritakan kisahku juga Long Mei," pinta Qinglong mengecup setiap jengkal tubuh kekasihnya.
Keduanya saling bercerita mengenai masa lalu yang telah terlewati dengan sebuah kerinduan. Atas nama cinta mereka masih bisa bertahan, keduanya merasakan luka masing-masing dan berusaha untuk menghilangkan rasa sakit dan luka tersebut.
"Padahal kala pertempuran di Xihe aku ikut tapi … aku hanya terpana kala kau lenyap dengan kematian Dara dan Kaisar Liu Min, aku tak lagi bisa berpikir. Aku hanya melihat pedang itu tertancap di sana, permaisuri Li Phin langsung mengambilnya.
"Andaikan aku tahu, jika di pedang itu adalah arwahmu … mungkin tidak selama ini Qinglong. Bahkan, Dara dan Liu Min membawa pedang naga hijau ke Lembah Luo Yi. Tapi, lagi-lagi aku tidak merasakan kehadiranmu, Qinglong," bisik Long Mei.
Long Mei membelai wajah kekasihnya dengan penuh cinta dan kasih sayang.
Keduanya semakin merapatkan tubuh dan menyatukan cinta mereka, bisikan demi bisikan membuat keduanya terbuai di dalam angan dan rayuan.
"Aku bisa ke luar dari raga pedang karena Dara sudah memutuskan jalinan kami tanpa sadarnya. Hingga pedang itu bagaikan pedang biasa, tetapi kekuatanku masih tertinggal sebagian di sana.
"Namun, aku pun tidak bisa merasakan kehadiranmu Long Mei. Jika Dara tidak membimbingku, mungkin hingga detik ini aku tak bisa menemukanmu," keluh Qinglong.
"Dara membimbingmu?" tanya Long Mei bingung.
"Ya." Qinglong semakin membelitkan tubuh seakan mereka dua anak manusia yang sedang berpelukan dengan kasih sayang.
"Oh, mungkin karena mutiaraku bersamanya, Qinglong. Daralah yang menghubungkan kita berdua, aku telah memberikan mutiaraku padanya. Aku tak ingin orang-orang terus saja memburuku di Lembah Luo Yi, hingga aku memberikan mutiaraku padanya, karena dia tidak bisa menjinakkan kekuatan pedangnya hanya mutiaraku yang bisa.
"Siapa yang menyangka jika itu kau Qinglong? Pantas saja, kekuatan pedangmu bisa diredam dan dijinakkan oleh Dara," ucap Long Mei, ia mengenang banyak kejadian di masa lalu yang memiliki keterikatan di antara mereka berdua tanpa mereka sadari.
"Ya, kita bagaikan orang bodoh yang berlarian ke sana kemari tanpa tahu arahnya. Sementara kamu begitu dekat bersamaku tapi, Dewa Agung tidak juga memberikan kesempatan pada kita," keluh Qinglong, ia mulai sedikit nakal membelai sekujur tubuh kekasihnya dengan lidah bercabangnya.
"Sudahlah, bukankah kita sudah bertemu Sayangku?" balas Long Mei, ia semakin merapatkan tubuhnya.
"aku rasa Liu Min benar. Kita harus menuntaskan malam pertama kita yang tertunda dulu!" goda Long Mei.
"Hah! Sejak kamu bergaul dengan kaisar omes itu, tingkahmu jadi aneh?" balas Qinglong, ia tidak mempercayai apa yang didengarnya.
"Sudah diam saja! Aku baru saja menonton film aneh di ponsel si kaisar omes itu," ujar Long Mei, ia membisikkan sesuatu dan membuat telepati seakan mereka berdua sedang menonton sebuah film biru keunguan di dalam benak keduanya.
Glek!
Qinglong langsung menelan ludahnya, "Apakah kamu yakin, Long Mei?" tanya Qinglong, tetapi ia tak lagi membutuhkan persetujuan dari kekasihnya.
Qinglong sudah terbakar gairah akibat film Liu Min. Ia sudah memulai mencumbu kekasih hatinya tak lagi memberi kesempatan pada Long Mei, untuk menolak atau mengiyakan.
Keduanya saling bergumul dan memberi di dalam sebuah ikatan cinta yang suci, hingga keduanya menuntaskan lahar kasih sayang di antara mereka. (Maaf, sedikit Diskip nggak tahu gimana naga kawin jadi gitu aja deh! Bayangin aja sendiri).
Keduanya masih saling berpelukan dengan membelitkan tubuh, "Apakah kamu tahu, jika Lu Dang di balik semua ini? Tapi yang jelas aku sangat yakin jika di balik semua ini adalah raja iblis neraka.
"Jika tidak! Aku sangat yakin tidak akan mungkin seorang Lu Dang bisa memiliki kekuatan yang sangat luar biasa," ucap Long Mei.
"Benarkah? Jika ucapanmu benar, malam ini adalah malam … tepat saat para klan naga hancur dan bertepatan dengan kematian Lu Dang juga kaisar Liu Min serta Permaisuri Dara Sasmita.
"Aku tidak tahu apa kaitan dari semua ini?" ucap Long Mei bingung, ia masih saja selalu menerka dan mencari benang putus diantara semua kejadian tiga generasi dari zaman berbeda.
"Mungkin karena keturunan leluhur Dara Sasmita adalah orang yang pertama kali meminta dan mengikat perjanjian dengan, dia ingin keabadian dan ya … aku bersamanya hingga pada akhirnya jatuh pada dara Sasmita.
"Sedangkan Lu Dang adalah orang yang mengikat janji dengan Raja naga iblis dari neraka. Sedangkan dia berasal dari kelompokmu saat bersama dengan Tuan Zhang Yung. Sedangkan raja iblis neraka lah dalang dari semua kejadian ini.
"Semua Malapetaka ini dialah yang melakukannya," ucap Qinglong.
"Ya, kamu benar. Um, kita masih memiliki waktu sekitar 10 jam lagi, aku ingin menghabiskan waktu bersamamu Sayang," pinta Long Mei.
"Tentu saja!" balas Qinglong kembali memeluk kekasihnya.
***
Sementara tidak jauh dari ruangan Qinglong dan Long Mei, di sebuah kamar lain Dara dan Liu Min masih berkitat saling melepaskan busana masing-masing seakan mereka ingin lari pagi.
"Sabaran dong! Kamu ini, kayak nggak pernah aja!" ketus Dara gemas melihat tingkah Liu Min yang terburu-buru ingin menuntaskan hasratnya.
"Yee, kan udah lama Sayang. Aku rindu bin kangen. Apa kamu nggak kasihan nih, lihat si ucok? Sudah tak bisa lagi turun naik terus," keluh Liu Min, ia tanpa malu langsung memperlihatkan si ucok tepat di depan mata Dara.
"Ya, ampun, Yang! Kamu ini! Ih," sungut Dara, tetapi ia langsung meraih si ucok, untuk mengasihi dan menyayanginya dengan sepenuh jiwa membelai dengan kasih dan sayang dengan kehangatan lidah dan mulut Dara.