
"Mari kita bergerak! Aku ingin membunuh kaisar bodoh itu! Aku harap pasukan yang dipimpin Qin Chai Jian berhasil membunuh Permaisuri Li Phin," ucap Shan Pu'er adik dari Raja Shan Ti'er raja mongol.
"Siap, Yang Mulia pangeran Kedua Mongol," ucap para jenderal Mongol yang terkenal sadis dan kejam.
Shan Pu'er bergerak secepatnya bersama dengan pasukan miliknya yang terkenal di Kerajaan Mongol. Menghadang dan bersembunyi di hutan kecil di daerah perbatasan Desa Lui dan hutan kecil menuju ke Gunung Sun.
"Ayo, pasang jebakan! Aku ingin melihat Kaisar Liu Min yang angkuh itu mati terpotong-potong menjadi beberapa bagian!" ucap Shan Pu'er.
Prajuritnya langsung memasang helaian-helaian kawat tipis setajam silet di setiap jalanan dan pepohonan seperti jaring laba-laba yang berusaha untuk membunuh Jang Min beserta pasukannya.
Mereka menanti dari balik semak dan di atas pepohonan, "Itu mereka, bersiaplah!" perintah Shan Pu'er memberikan perintah kepada pasukan penyergap miliknya yang selalu saja berhasil membunuh musuh mereka setiap mereka membuat perangkap.
Pangeran Mongol kedua Shan Pu'er terkenal sangat arogan, sadis, dan kejam. Ia selalu membunuh semua orang yang tak disukainya walaupun tanpa alasan.
Semua orang di Kerajaan Mongol sangat takut kepadanya karena kekejamannya. Mereka melihat pasukan Jang Min dari kejauhan yang berusaha berkuda secepatnya menuju lereng gunung Sun.
Ngikkk! Ngikk!
"Ada apa, Hitam?" teriak Jang Min kala si Hitam langsung meringkik dengan mengangkat kedua kaki depan seakan ia mengetahui sesuatu.
Jang Min langsung mengangkat tangan untuk membuat semua pasukannya berhenti, "Jenderal Tan Ji lemparkan boomerang milikmu!" perintah Jang Min.
"Baik, Yang Mulia!" balas Jenderal Tan Ji langsung melakukan perintah dari Kaisar Liu Min.
Trang! Teang! Trang!
Boomerang Tan Ji langsung menabrak kawat halus tak kasatmata yang langsung memperlihatkan percikan api.
"Bersiaplah!" teriak Jang Min menarik pedangnya, "Jenderal Tan! Lemparkan semua boomerang milikmu agar kita tahu dimana saja letak jebakannya," ujar Jang Min.
"Baik, Yang Mulia!" ia benar-benar melemparkan 5 boomerang yang diambil dari pelana kuda putih yang ditungganginya. Dentingan-dentingan boomerang perlihatkan semua jebakan.
"Hah! Trik yang sangat hebat! Pangeran Shan Pu'er, kau memang luar biasa, sekali! Tapi, Dewa lebih luar biasa mengetahui segala apa yang dilakukan oleh setiap manusia.
"Hitam terima kasih, kau benar-benar kuda yang sangat luar biasa! Istriku akan bangga memilikimu," puji Jang Min membelai surai si Hitam seperti yang sering dilakukan oleh Li Phin bila ia menyayangi si Hitam.
"Hahaha, aku kira Kaisar Liu Min begitu mudah untuk dijebak! Ternyata aku salah, kamu adalah orang yang yang sangat pintar. Tapi, aku tak pernah membiarkan musuhku selamat termasuk dirimu!" ancam Shan Pu'er melesat dan berdiri di salah satu helaian kawat jebakan dengan ilmu peringan tubuh yang sangat hebat.
"Hidup dan mati bukan berada di tangan manusia tapi di tangan Dewa dan takdir yang sudah tertulis. Jika aku mati di sini, mungkin sudah begitu takdirku," balas Jang Min tersenyum.
"Kita lihat saja! Dewa pun akan kalah dengan kehebatanku," balas Shan Pu'er angkuh. Ia langsung melesat menebaskan pedang sebesar golok ke tubuh Jang Min. Akan tetapi, Jang Min secepat kilat melesat menangkis dan menyerangShan Pu'er.
Trang! Tring!
Jang Min melesat dan secepatnya berusaha untuk menyelesaikan pertempuran. Akan tetapi, ia melihat beberapa prajuritnya menyerang menyusup ke arah hutan terpotong dengan mudah oleh sulur kawat yang tak kasatmata membuat Jang Min mulai berpikir keras.
"Jangan memasuki hutan! Kalian tak akan selamat! Usahakan jangan terpancing untuk masuk ke dalam hutan," pesan Jang Min kepada pasukannya.
Ia langsung melesat dengan menggunakan tenaga dalam yang sama besar seperti milik Li Phin. Deru angin menumbangkan pepohonan dan membuat semua prajurit Shan Pu'er yang bersembunyi di balik semak dan pohon yang menggerakkan sulur kawat tipis tersebut tercerai-berai.
Mereka menghindari angin beliung yang menumbangkan pohon bahkan menerbangkan tubuh mereka ke angkasa
"Panah mereka!" teriak Tan Ji.
Semua prajurit Donglang langsung memanah mereka, hingga berjatuhan ke tanah bahkan terpenggal oleh kawat mereka sendiri.
"Dasar bedebah, kau Liu Min! Kau harus mati ditanganku!" teriak Shan Pu'er melesat maju untuk membunuh Jang Min.
Akan tetapi, Jang Min menggunakan tenaga dalam melalui pedang tipis perak miliknya melesat dan meliuk bak naga yang terus menyerang, menangkis serangan Shan Pu'er. Keduanya melesat ke angkasa dengan saling menusuk dan mengelak ke arah tubuh lawan.
"Bajingan, aku tidak menyangka jika Jang Min benar-benar kuat! Tidak salah nama besarnya saat menjadi seorang Jendral bersama Li sun," batin Shan Pu'er.
Ia melesat berusaha untuk mengubah taktik, ia menukik ke bawah dan menyerang dengan serbuk racun miliknya. Akan tetapi, racun tersebut tidak berpengaruh kepada Jang Min.
"Shan Pu'er! Kau salah jika menggunakan racunmu! Aku sudah terlalu sering diracun dan meminum penawarnya," ujar Jang Min, "terima kasih Istriku! Kamu Memang luar biasa," batin Jang Min mengingat Li Phin selalu memberi penawar racun kepadanya.
Selain itu, Jang Min sudah menginstruksikan kepada Tabib dan ahli pengobatan untuk membentuk suatu kumpulan dari segelintir orang yang ahli pengobatan, untuk menciptakan semua penawar racun dan mengajari pada semua orang di persekutuan pengobatan yang dikepalai Tabib Luo.
Semua orang di persekutuan mengajari semua tabib di seluruh kerajaan di bawah kedaulatan kekaisaran Donglang atas usul Li Phin.
"Aku benar-benar memiliki seorang istri yang luar biasa cekatan dan pintar pola pikirnya juga berbeda dari zaman sekarang bahkan, taktik perangnya juga berbeda," batin Jang Min membuatnya semakin rindu akan Li Phin.
"Aku harus menyelesaikan semua ini," batin Jang Min, ia langsung melesat mencoba untuk menyerang dengan secepatnya mengarahkan mata pedangnya ke arah Shan Pu'er.
Akan tetapi, saat tepat di depan tubuh Shan Pu'er, Jang Min memutar tubuh dan berhasil mengecoh dan menusuk pinggang Shan Pu'er dan menggunakan pedang menggulung kawat yang ingin digunakan Shan Pu'er untuk menyerang Jang Min.
Kawat tersebut berbalik arah dan langsung memotong tubuh Shan Pu'er menjadi beberapa bagian, hingga ia tewas seketika.
"Jenderal Tan Ji, gunakan lagi bomerangmu. Apakah masih ada sulur kawat besi itu?" perintah Jang Min.
Jenderal Tan Ji langsung melontarkan boomerang dan tidak ada lagi jebakan, "Ayo, maju! Jenderal Tan Ji biarkan senjata milikmu menuntun kita!" ucap Jang Min.
Mereka mengikuti dentingan boomerang yang terbang ke sana kemari mencari jebakan. Mereka mengikuti semua jalan yang dilalui oleh Jenderal Tan Ji.
Hingga mereka selamat menuju kaki Gunung Sun, "Ya, Dewa! Apakah istri-anakku selamat? Lalu bagaimana dengan Liang Si dan yang lain?" batin Jang Min menatap sisa pertempuran.